Terbit: 6 Agustus 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Gempa besar dengan kekuatan 7.0 Skala Richter mengguncang Pulau Lombok pada Minggu, 5 Agustus 2018 malam. Tak hanya menewaskan 82 orang, korban luka juga terus berdatangan ke Rumah Sakit Umum Provinsi NTB hingga Senin, 6 Agustus dini hari. Petugas UGD dari rumah sakit tersebut mengaku kewalahan dengan banyaknya korban yang datang.

Korban Gempa Lombok Terus Bertambah, RS Kewalahan

Dilansir dari Antara, ruang UGD dari rumah sakit tersebut terlihat jelas tidak lagi mampu menampung para pasien. Sebagian pasien bahkan terpaksa ditempatkan di area parkir. Kebanyakan pasien dibawa oleh keluarganya kaena mengalami luka di bagian kepala atau mengalami patah tulang pada kaki dan tangan. Sebagian besar dari korban adalah wanita, baik itu yang masih berusia anak-anak, orang dewasa, atau para lansia.

Petugas RSUP NTB bahkan sampai menghubungi seluruh rumah sakit yang ada di Kota Mataram agar bersiap untuk dibanjiri pasien rujukan karena begitu banyak pasien yang membutuhkan bantuan medis.

Di RSUD Tripat Gerung yang ada di Lombok Barat, para pasien terpaksa dikeluarkan dari rumah sakit karena petugas khawatir jika gedung tiba-tiba saja runtuh. Bangunan di rumah sakit ini mengalami kerusakan setelah diguncang gempa. Hal yang sama terjadi di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD) Kota Mataram. Sebagian pasien bahkan ditempatkan di jalan raya atau ditempatkan di lapangan kantor gubernur NTB yang memang berlokasi tidak jauh dari rumah sakit tersebut.

Yang memilukan adalah, salah satu mayat yang berada di dalam ambulans RSAD sama sekali tidak bisa diurus dan hanya dibiarkan begitu saja karena petugas medis sangat disibukkan dengan banyaknya pasien yang terus berdatangan. Padahal, sebagian petugas medis sendiri ada yang panik, syok, trauma, dan pingsan akibat guncangan gempa yang sangat hebat.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Tempo Scan Baby Fair - Advertisement

DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi