Terbit: 3 April 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Banyak orang yang memiliki tekanan darah tinggi yang memilih untuk berhenti minum kopi demi menurunkan tekanan darahnya, namun ada orang yang justru menganggap minum kopi bisa membantu mencegah hipertensi. Sebenarnya, mana yang benar, kopi bisa mencegah atau justru menyebabkan datangnya hipertensi?

Kopi, Mencegah atau Justru Memicu Hipertensi?

Kaitan antara kopi dengan hipertensi

Dilansir dari Men’s Health, pakar kesehatan Giuseppe Grosso, MD, PhD dari Italia menyebut kopi ternyata tidak menyebabkan hipertensi. Grosso menyebut kopi termasuk dalam minuman yang kaya akan kandungan antioksidan yang justru baik bagi kesehatan.

“Banyak yang percaya jika kopi bisa memicu hipertensi. Padahal, hal ini tidak benar. Memang, tekanan darah bisa naik sekitar beberapa jam setelah meminumnya, namun hal ini biasanya terjadi pada mereka yang jarang minum kopi,” ucap Grosso.

Mereka yang tidak terbiasa dengan asupan kafein akan mengalami penyempitan pembuluh darah. Hal inilah yang membuat efek peningkatan tekanan darah. Hanya saja, setelah beberapa jam, efek kafein akan memudar dan ukuran pembuluh darah akan kembali normal. Jika kita mengonsumsi kopi secara teratur dalam satu bulan, tubuh akan lebih toleran dengan kafein dan tidak akan mudah menyebabkan kenaikan tekanan darah.

Sementara itu, pakar kesehatan lainnya Predeminan Krishan Shah, MD menyebut peningkatan darah sementara setelah minum kopi biasanya tidak berbahaya. Selain itu, mereka yang menderita hipertensi juga masih diperbolehkan minum kopi meskipun tentu saja jumlahnya harus dibatasi maksimal dua cangkir saja setiap hari atau harus sesuai dengan saran dokter.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

Dalam penelitian yang dilakukan Krishan Shah, dihasilkan fakta bahwa orang sehat yang rajin minum kopi sebanyak tiga atau empat cangkir dalam sehari justru memiliki risiko hipertensi lebih kecil dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah meminumnya. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan antioksidan, magnesium, dan potasium di dalam kopi yang disebut-sebut bisa membantu mengendalikan tekanan darah.

Jenis kopi juga berpengaruh

Hanya saja, kopi yang dimaksud adalah kopi hitam yang menyehatkan, bukannya kopi kekinian atau kopi instan yang disukai oleh banyak orang. Jika kita mengonsumsi kopi dengan tambahan susu tinggi lemak atau karamel, bisa jadi hal ini akan menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan, baik itu peningkatan berat badan, risiko diabetes, hingga peningkatan tekanan darah. Selain itu, kebiasaan menambahkan gula pada kopi juga sangat tidak disarankan oleh pakar kesehatan.

Beberapa mitos lain yang terkait dengan hipertensi

Selain kopi dianggap bisa menyebabkan hipertensi, terdapat berbagai macam mitos lain yang sering dianggap terkait dengan hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Berikut adalah mitos-mitos tersebut.

  1. Naik tangga bisa menyebabkan hipertensi

Banyak orang yang berusaha untuk lebih banyak bergerak dengan memakai tangga alih-alih memakai lift saat berada di kantor, tempat perbelanjaan, dan tempat lainnya. Hanya saja, ada yang menyebut kebiasaan ini justru bisa meningkatkan tekanan darah.

Pakar kesehatan menyebut aktivitas fisik memang bisa membuat tekanan darah meningkat, namun dampaknya tidak akan sampai menyebabkan hipertensi. Justru, sirkulasi darah bisa menjadi semakin lancar dan kesehatan organ kardiovaskular semakin membaik jika kita sering melakukannya.

  1. Usia muda tidak akan terkena hipertensi

Hipertensi bukanlah penyakit yang diderita lansia saja. Jika kita sudah menerapkan gaya hidup tidak sehat sejak usia muda, baik itu berupa pola makan yang buruk, kurang gerak, kurang tidur, dan sering stres, maka hipertensi bisa saja datang.

  1. Hobi marah-marah tanda hipertensi

Hobi marah-marah lebih terkait dengan faktor kepribadian atau kondisi psikologis, bukannya tekanan darah tubuh.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi