Terbit: 30 November 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Dikenal luas sebagai salah satu minuman paling baik bagi kesehatan, ada sebagian wanita yang mengaku khawatir untuk minum kopi, khususnya saat sedang menstruasi. Hal ini disebabkan oleh adanya anggapan bahwa minuman ini bisa membuat kram menstruasi semakin memburuk. Apakah anggapan ini memang benar?

Kopi Bisa Membuat Kram Menstruasi Lebih Buruk?

Dampak Kopi bagi Kram Menstruasi

Setiap bulan, kaum hawa harus mengalami fase menstruasi yang bisa saja menyebabkan efek samping seperti kram menstruasi yang sangat merepotkan. Mereka bahkan bisa sampai mengonsumsi cokelat atau menempelkan kompres air hangat pada perut demi mengatasi rasa nyeri yang luar biasa ini.

Selain kram perut, biasanya mereka juga akan mengalami sakit kepala. Hal ini disebabkan oleh peningkatan kadar beberapa jenis hormon. Demi mengatasinya, ada yang sampai memilih untuk minum kopi. Sayangnya, meski hal ini bisa membuat sakit kepala mereda, keparahan kram perut justru menjadi semakin parah.

Pakar kesehatan ternyata tidak menyarankan kaum hawa untuk minum kopi saat sedang menstruasi. Hal ini disebabkan oleh kandungan di dalamnya yang bisa membuat kram perut semakin meningkat. Kondisi ini dipicu oleh sifat diuretik dari kopi atau yang bisa membuat produksi urine meningkat dan berimbas pada dehidrasi.

Kafein di dalam kopi bisa menahan asam GABA (gamma aminobutyric acid) yang bisa menyebabkan kecemasan. Hal ini ternyata akan mempengaruhi peningkatan hormon yang membuat otot-otot mengalami kram dengan lebih parah. Selain itu, kekacauan hormon juga akan semakin menjadi. Tak hanya kram perut, bisa jadi hal ini akan meningkatkan hormon stres, membuat tubuh menjadi lebih lemas, dan menyempitkan pembuluh darah.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

Jika kita terbiasa minum kopi dan sulit meninggalkannya meski sedang dalam fase menstruasi, pakar kesehatan menyarankan kita untuk menggantinya dengan mengonsumsi suplemen vitamin B, meminum air dingin di pagi hari, mengonsumsi satu buah apel, mengonsumsi camilan sehat yang bisa menambah energi, mengonsumsi smoothies yang segar, dan mengonsumsi minuman yang bisa mengurangi kram menstruasi seperti teh jahe, teh peppermint, dan teh chamomile.

Beberapa Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Menstruasi

Selain kopi, pakar kesehatan menyebut ada beberapa jenis makanan dan minuman lainnya yang sebaiknya dihindari saat sedang menstruasi.

Berikut adalah makanan dan minuman tersebut.

  1. Makanan Manis

Makanan manis memang sangat nikmat untuk dikonsumsi dan bisa membuat suasana hati membaik. Sayangnya, jika dikonsumsi dengan berlebihan, bisa memicu kekacauan kadar gula darah di dalam tubuh yang bisa membuat gejala menstruasi berlangsung dengan lebih parah.

  1. Gorengan

Salah satu camilan yang paling digemari masyarakat Indonesia ini ternyata tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi saat sedang menstruasi. Hal ini disebabkan oleh kandungan lemak jahat di dalamnya yang sangat tinggi dan bisa menyebabkan peradangan. Hal ini tentu akan membuat kram perut atau gejala menstruasi lainnya menjadi semakin parah.

  1. Produk Susu

Susu memang tinggi kandungan nutrisi yang baik bagi kesehatan, namun bagi sebagian wanita, mengonsumsinya saat sedang menstruasi bisa membuat gejala nyeri atau kram perut akan menjadi semakin parah dan disertai dengan sensasi kembung atau diare.

  1. Makanan Cepat Saji

Sebagaimana gorengan, makanan cepat saji cenderung tinggi kandungan lemak jahat yang bisa memicu peradangan dan membuat gejala menstruasi menjadi semakin memburuk.

  1. Minuman Bersoda

Meski bisa menyegarkan tubuh, minuman bersoda bisa memicu perut kembung yang membuat kram perut saat menstruasi menjadi semakin parah. Minuman ini juga tinggi kandungan kafein yang kurang baik untuk dikonsumsi saat menstruasi.

 

Sumber:

  1. Amritha. K. 2019. Did You Know That Coffee Can Make Your Menstrual Cramps Worse?. www.boldsky.com/health/wellness/coffee-can-make-your-period-cramps-worse-131068.html. (Diakses pada 30 November 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi