Beda Dampak Minum Kopi dengan Gula dan Tanpa Gula

kopi-doktersehat
Photo Source: Flickr/Zacharias Korsalska

DokterSehat.Com– Kopi masih menjadi salah satu minuman yang paling digemari di Indonesia. Banyak orang yang bahkan sengaja mengonsumsi kopi secara rutin di pagi hari demi membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih bersemangat. Hanya saja, ada yang memilih untuk meminumnya tanpa gula dan ada yang meminumnya dengan tambahan gula agar lebih manis. Sebenarnya, apakah ada perbedaan dampak dari minum kopi dengan gula dan tanpa gula?

Dampak minum kopi tanpa gula

Tahukah Anda jika kita membuat kopi hitam, kita hampir tidak mengonsumsi kalori sama sekali? Padahal, di dalam kopi hitam terdapat kandungan nutrisi seperti antioksidan yang bisa membantu menyehatkan jantung dan pembuluh darah. Selain itu, di dalamnya juga bisa ditemukan kafein yang bisa membuat kita menjadi lebih bersemangat dan berpikir dengan lebih jernih.

Jika kita minum kopi hitam tanpa gula, maka hanya dalam 20 menit saja kafein ini sudah memasuki aliran darah dan tetap berada di sana selama sekitar 12 jam. Hal ini akan memberikan efek peningkatan denyut jantung, tekanan darah, sekaligus energi. Kafein ini juga akan memberikan pengaruh pada adesonin, sejenis senyawa kimia yang mengendalikan kebiasaan tidur kita. Hal inilah yang kemudian membuat kita seperti tidak mudah mengantuk setelah minum kopi.

Minum kopi hitam juga akan memengaruhi hormon serotonin di dalam tubuh. Hal ini akan memberikan pengaruh besar bagi suasana hati kita yang lebih baik. Hanya saja, setelah tiga atau empat jam, efek ini akan cenderung semakin menurun sehingga kita pun akan lebih rentan mengantuk atau merasa lelah.

Dampak minum kopi dengan tambahan gula

Pakar kesehatan menyebut tambahan gula dalam jumlah yang sedikit pada kopi biasanya masih diperbolehkan. Sayangnya, kebanyakan orang memberikan gula dalam jumlah banyak demi membuat rasa kopi menjadi lebih manis.

Bahkan, kebanyakan kopi instan atau kopi yang dibuat di kafe-kafe biasanya memiliki kandungan gula yang cukup tinggi. Sebagai contoh, jika kita mengonsumsi kopi cappuccino yang memiliki tambahan susu, kita sudah bisa mendapatkan 77 kalori serta 4 gr lemak. Jumlah ini cukup banyak, bukan?

Saat kita mengonsumsi gula, tubuh akan segera meresponsnya. Sebagai contoh, otak akan melepas hormon dopamine yang membuat suasana hati meningkat. Sayangnya, keberadaan hormon ini juga akan membuat kita seperti ketagihan gula. Jika sampai kita mengonsumsi gula terlalu banyak, maka kelebihan gula yang tidak dimetabolisme menjadi sumber energi ini akhirnya hanya menumpuk menjadi lemak.

Dampak lain dari konsumsi gula dengan berlebihan adalah meningkatnya jumlah hormon insulin di dalam tubuh. Memang, hal ini bisa meningkatkan energi sekaligus membuat kinerja otak meningkat, namun begitu kadar gula darah anjlok setelah habis dimetabolisme oleh insulin, sumber energi juga akan ikut-ikutan menurun dengan drastis dan kita pun akan mengalami dampak berupa tubuh yang lesu dan kurang bersemangat.

Manfaat lain minum kopi tanpa gula

Sebagaimana dibahas sebelumnya, minum kopi tanpa gula bisa memberikan manfaat kesehatan yang jauh lebih baik dibandingkan dengan kopi dengan tambahan gula atau pemanis lainnya. Bahkan, kita juga bisa mendapatkan manfaat lainnya, khususnya bagi fungsi saraf di dalam tubuh.

Sebagai contoh, sebuah penelitian membuktikan bahwa minum kopi tanpa gula bisa mencegah penurunan fungsi saraf dengan signifikan. Hal ini tentu akan membantu mencegah gangguan saraf dengan efektif.

Selain itu, penelitian lain yang dilakukan di John Hopkins University, Amerika Serikat juga menghasilkan fakta bahwa rutin minum kopi tanpa gula juga bisa meningkatkan daya ingat. Bahkan, meminumnya sebanyak 200 ml saja sudah mampu membuat daya ingat kita tetap dalam kondisi prima selama 24 jam.

Melihat fakta-fakta ini, sebaiknya memang kita tidak menambahkan gula ke dalam kopi hitam yang kita minum.