Kopi, Baik atau Buruk bagi Asam Urat?

kopi-asam-urat-doktersehat
Photo Source: Joseph Ruiz

DokterSehat.Com– Kopi masih menjadi minuman yang digemari oleh banyak orang. Hanya saja, khusus bagi penderita masalah asam urat, mereka ragu untuk minum kopi karena menganggapnya bisa memperburuk kondisi asam urat yang diderita. Sebenarnya, kopi bisa memberikan manfaat atau justru berbahaya bagi penderita asam urat?

Dampak Minum Kopi bagi Risiko Asam Urat

Pakar kesehatan menyebut konsumsi kopi dengan jumlah yang tepat secara rutin bisa membantu menurunkan risiko terkena penyakit jantung, beberapa jenis kanker, dan diabetes tipe 2. Beberapa penelitian lainnya juga menghasilkan fakta bahwa kopi bisa memperbaiki kondisi persendian.

Penelitian yang dilakukan pada 2007 dilakukan untuk mengetahui kaitan konsumsi kopi dengan risiko terkena asam urat pada sekitar 46 ribu pria. Hasil dari penelitian ini adalah, jika konsumsi dilakukan empat atau lima cangkir setiap hari, maka risiko terkena asam urat bisa lebih rendah 40 persen dibandingkan dengan mereka yang tidak rutin mengonsumsinya.

Kopi decaf yang tidak memiliki kafein juga bisa menurunkan risiko terkena asam urat. Hanya saja, khusus untk teh, dampaknya tidak begitu besar.

“Ada teori yang menyebut komponen di dalam kopi, tepatnya asam klorogenik yang termasuk dalam sejenis antioksidan bisa menurunkan risiko terkena penyakit asam urat,” ucap Elinor Mody, MD yang berasal dari Women’s Orthopedic and Joint Disease Program at Brigham and Women’s Hospital, Boston, Amerika Serikat.

Asam klorogenik dan antioksidan lainnya bisa menurunkan kadar hormon insulin di dalam darah. Kadar insulin dan asam urat memiliki kaitan yang erat. Jika kadar insulin terlalu rendah, maka kadar asam urat biasanya juga akan ikut rendah. Hal yang sama juga berlaku sebaliknya.

Kafein dan Risiko Asam Urat

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, kopi bisa membantu mencegah datangnya penyakit asam urat, namun bagi mereka yang sudah mengidap penyakit ini, bisa jadi akan memicu gejalanya, khususnya jika mereka tidak rutin mengonsumsinya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tahun 2010, disebutkan bahwa orang-orang yang secara tiba-tiba mengonsumsi minuman berkafein layaknya teh atau kopi dalam jumlah yang banyak akan lebih rentan terkena serangan asam urat. Hal ini disebabkan oleh struktur kafein yang mirip dengan allopurinol, sejenis obat yang digunakan untuk mengonsumsi penyakit asam urat.

“Saat pengidap asam urat mengonsumsi allopurinol untuk pertama kali, mereka justru akan lebih berisiko mengalami peningkatan serangan asam urat. Hal ini disebabkan oleh asam urat yang dikendalikan oleh jaringan tubuh. Jika sudah dikonsumsi secara rutin, obat ini justru akan menurunkan kadar asam urat di dalam tubuh dan akhirnya membuat risiko serangannya menurun,” ucap Tuhina Neogi, MD dari Boston University School of Medicine.

Hanya saja, Neogi juga menyebut konsumsi kopi harus diperhatikan karena kopi yang diberi tambahan gula bisa jadi akan membuat risiko terkena serangan asam urat meningkat.

Berbagai Hal Lain yang Harus Diperhatikan Untuk Mencegah Serangan Asam Urat

Neogi menyarankan penderita asam urat untuk berkonsultasi ke dokter demi mengetahui apakah mereka bisa minum kopi atau tidak. Hanya saja, mereka juga harus benar-benar memperhatikan kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Sebagai contoh, sebaiknya mereka menjaga berat badan tetap ideal atau menerapkan pola makan yang lebih sehat.

Hindari makanan dengan kandungan purin yang tinggi seperti makanan laut, jeroan, dan daging merah. Selain itu, pastikan untuk menghindari minuman manis dan bir. Jika penderita asam urat boleh minum kopi, sebaiknya tidak menambahkan gula atau topping tinggi lemak. Mereka juga diminta untuk menghindari minuman bersoda atau minuman dengan kandungan sirup jagung fruktosa tinggi.

 

Sumber:

  1. 2018. Does Coffee Help or Hurt Gout?. http://blog.arthritis.org/gout/coffee-gout/. (Diakses pada 21 September 2019).