Remaja Usia Sekolah Semakin Banyak yang Minum Alkohol

Photo Source: Flickr/ Simon Law

DokterSehat.Com– Hasil penelitian yang berjudul Studi Demografi dan Kesehatan Indonesia (SKDI) 2017 lalu menghasilkan fakta mencengangkan tentang kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol masyarakat Indonesia. Meskipun kita berada di negara dengan mayoritas penduduk yang beragama Islam yang melarang konsumsi alkohol, dalam realitanya masih banyak orang yang mengonsumsi minuman ini. Bahkan, konsumsi minuman beralkohol ini tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, melainkan juga oleh remaja yang masih di usia sekolah.

Dalam penelitian ini, 70 persen remaja berusia 15-19 tahun pernah atau aktif mengonsumsi alkohol. Di rentang usia yang sama, 58 persen wanita juga mengonsumsinya. Sementara itu, di usia 20-24 tahun, 18 persen pria mengonsumsi alkohol dan hanya 8 persen wanita yang mengonsumsinya.

Tin Afifah, SKM, MKM yang berasal dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Batlitbangkes) dari Kemenkes RI yang terlibat dalam penelitian ini menyebutkan bahwa data ini menunjukkan fakta yang tidak baik bagi dunia kesehatan Indonesia. Ia pun menyarankan perbaikan peran pendidikan bagi anak-anak dan remaja, baik itu dari sekolah ataupun orang tua agar bisa memberikan pengawasan dan pemahaman lebih baik tentang bahaya minuman beralkohol. Lingkungan para remaja dalam bergaul juga sebaiknya lebih ditata agar bisa menekan kebiasaan mengonsumsi alkohol ini.

Penelitian ini juga menghasilkan sebuah pertanyaan besar, yakni bagaimana cara para remaja ini mendapatkan alkohol padahal minuman ini tidak dijual bebas di pasaran. Fakta bahwa konsumsi alkohol para remaja ini sangat tinggi bisa menjadi patokan bagi Kementerian Kesehatan untuk melakukan evaluasi akan peredaran minuman ini di lapangan.

“Kemenkes akan melakukan evaluasi karena konsumsi alkohol bisa mempengaruhi kesehatan dalam jangka panjang. Anak-anak harus mendapatkan pemahaman dan konseling lebih baik demi mengetahui efek buruk dari minuman ini dengan lebih baik,” ungkap Tin.

Tin juga menyebut tingginya konsumsi alkohol ini sepertinya terkait dengan rasa penasaran para remaja akan berbagai hal sehingga ingin mencoba minuman yang tidak sehat. Rasa penasaran ini bisa disebabkan oleh pergaulan dari lingkungannya hingga informasi di internet yang kurang sesuai dengan kondisi mereka.