Terbit: 4 April 2018 | Diperbarui: 5 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Kondisi kesehatan anak dapat berpengaruh pada kecerdasan anak. Baru-baru ini peneliti menemukan hubungan antara kondisi kesehatan ginjal dengan tingkat IQ anak. Anak yang memiliki penyakit ginjal kronis diduga mmeiliki IQ yang lebih rendah dibanding dengan anak yang sehat.

Pengaruh antara kesehatan ginjal dengan tingkat intelektual anak

Dalam sebuah jurnal yang diterbitkan oleh Clinical Journal of American Society of Nephrology, peneliti menemukan hubungan antara anak dengan penyakit ginjal kronis ternyata memiliki kinerja akademik yang berbeda dengan anak yang sehat.

Untuk meneliti lebih lanjut mengenai permasalahan ini, Kerry Chen dan rekan-rekannya dari Pusat Penelitian Ginjal di University of Sydney, Australia, melakukan penelitian pada hasil kognitif dan akademik anak-anak dan remaja dengan gangguan ginjal kronis.

Analisis menunjukkan bahwa anak-anak dengan gangguan ginjal kronis mungkin memiliki hasil neurokognitif dan akademis rata-rata yang rendah. Dibandingkan dengan populasi umum, perbedaan rata-rata IQ adalah -10,5 untuk semua tahap gangguan ginjal kronis, -9,39 untuk pasien dengan gangguan ginjal krinis tahap ringan hingga sedang, -11,2 untuk pasien yang menjalani trasnplantasi ginjal, dan -16,2 untuk pasien yang menjalani dialisis.

Anak-anak dengan gangguan ginjal kronis memiliki nilai lebih rendah daripada populasi umum dalam fungsi eksekutif dan domain memori, dan mendapat nilai lebih rendah dalam tes keterampilan akadenik yang berkaitan dengan matematika, membaca dan mengeja.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

Menurut DR. Chen, penelitian ini memberikan informasi yang relevan pada kebutuhan anak, misalnya memori kerja dan matematika. Anak-anak dengan gangguan ginjal kronis mungkin memerlukan bimbingan, latihan dan bantuan khusus, terutama untuk anak yang mengalami dialisis. Hal ini berkaitan dengan studi yang menujukkan penurunan fungsi kognitif yang berkaitan dengan proses pergeseran cairan dan zat terlarut saat menjalani hemodialisis atau cuci darah.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi