Terbit: 12 Desember 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Meski rasanya pahit, pare digemari oleh banyak orang di Indonesia karena dianggap sebagai sayuran sehat. Tak hanya dijadikan lauk saat makan besar, pare juga dijadikan campuran dari beberapa makanan seperti siomay. Banyak orang yang percaya jika pare mampu menurunkan kolesterol, mencegah kanker, dan membuat kadar gula darah tetap stabil sehingga mampu mencegah datangnya diabetes.

Punya Kondisi Ini? Jangan Makan Pare!

Tidak semua orang ternyata boleh makan pare

Dibalik berbagai manfaat kesehatan yang ditawarkan, pare ternyata tidak boleh dikonsumsi oleh beberapa orang dengan kondisi kesehatan tertentu. Jika tetap dikonsumsi, dikhawatirkan kondisi kesehatan justru bisa semakin memburuk.

Berikut adalah orang-orang yang sebaiknya tidak mengonsumsi pare.

  1. Sebagian penderita diabetes

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, pare memiliki kandungan yang bisa menyeimbangkan kadar gula darah. Hal ini sepertinya bermanfaat bagi penderita diabetes bukan? Ternyata, pakar kesehatan menyebut tidak semua penderita diabetes boleh mengonsumsinya. Sebagai contoh, penderita diabetes yang rutin minum obat untuk menurunkan kadar gula darah sebaiknya tidak mengonsumsi pare karena bisa memicu penurunan kadar gula darah dengan drastis. Hal ini tentu akan menyebabkan kondisi hipoglikemia yang berbahaya.

Karena alasan inilah penderita diabetes sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter tentang makanan apa saja yang boleh atau tidak boleh dikonsumsi, termasuk dalam hal makan pare.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

  1. Mereka yang akan menjalani operasi

Pakar kesehatan menyebut konsumsi pare di dekat dengan waktu operasi pembedahan bisa menyebabkan gangguan gula darah pada pasien dan hal ini akan mempengaruhi pemulihannya. Karena alasan inilah, pasien yang akan melakukan operasi pembedahan diminta untuk tidak memakannya setidaknya dua minggu sebelum dan dua minggu setelah operasi.

  1. Kekurangan zat tertentu di dalam tubuh

Pakar kesehatan menyebut orang yang memiliki kondisi kekurangan glucose-6-phosphate dehydrogenase (G6PD) akan mengalami gejala kesehatan seperti anemia, sakit kepala, demam, sakit perut, hingga jatuh koma jika sampai mengonsumsi biji pare.

  1. Ibu hamil

Meskipun masih menjadi perdebatan para pakar kesehatan, ada dugaan bahwa pare memiliki bahan kimia yang bisa menyebabkan keguguran. Hanya saja, sebagian pakar kesehatan menyebut pare masih aman untuk dikonsumsi ibu hamil asalkan jumlahnya tidak berlebihan dan tidak sering dilakukan.

  1. Ibu menyusui

Belum ada penelitian yang membuktikan bahwa pare memang sebaiknya dilarang untuk dikonsumsi ibu menyusui, tapi ada sebagian pakar kesehatan yang menyarankan hal ini sehingga ibu menyusui memang sebaiknya tidak mengonsumsinya terlebih dahulu.

Sebenarnya, pare memiliki banyak manfaat kesehatan

Sebagaimana kita singgung sebelumnya, asalkan kita tidak dalam kondisi kesehatan tertentu, makan pare sebenarnya bisa memberikan banyak manfaat kesehatan.

Berikut adalah beberapa manfaat kesehatan dari pare yang tidak terduga.

  1. Membuat sistem kekebalan tubuh menjadi lebih kuat

Di dalam pare terdapat kandungan antioksidan yang melimpah, khususnya vitamin C. Keberadaan antioksidan ini bisa membuat sistem kekebalan tubuh menjadi lebih kuat sehingga mamu melawan paapran radikal bebas yang bisa menyebabkan datangnya penyakit.

  1. Baik untuk kesehatan mata

Kandungan flavonoid seperti alfa karoten, beta karoten, lutein, serta zeaxanthing di dalam are mampu membuat mata menjadi lebih sehat sekaligus mencegah datangnya degenerasi makula.

  1. Mengatasi asma

Di dalam pare terdapat kandungan antihistamin, anti peradangan, dan anti virus yang bisa membantu mengatasi masalah pernapasan layaknya asma, bronchitis, serta demam.

  1. Baik bagi kesehatan pencernaan

Pare termasuk dalam makanan yang rendah kalori, tinggi serat, tinggi vitamin, dan mineral. Berbagai kandungan ini akan menyehatkan saluran pencernaan. Mengonsumsinya secara rutin juga akan mengatasi masalah pencernaan seperti sembelit.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi