Memahami Pentingnya Komunikasi Intens dalam Seks

komunikasi-dalam-seks-doktersehat

DokterSehat.Com – Kesalahan terbesar yang sering kita lakukan selama ini adalah menganggap seks sebagai aktivitas fisik semata. Seks dilakukan hanya untuk memuaskan libido yang dimiliki atau untuk mendapatkan keturunan. Padahal seks lebih kompleks dari hal itu dan melibatkan pikiran juga saat melakukannya.

Pentingnya Komunikasi Saat Seks

Selain untuk fungsi seksual dan juga reproduksi, seks juga memiliki fungsi psikologis yang cukup penting. Namun,  fungsi psikologis ini kerap diabaikan oleh pasangan dan hanya melakukan seks untuk tujuan kenikmatan saja.

Seks dengan intens memang memberikan kenikmatan, tapi kalau seks tidak didasari dengan komunikasi yang baik, perjalanannya akan berjalan terhambat. Oleh karena itu, komunikasi dalam seks adalah hal wahid yang harus dilakukan. Berikut penjelasan singkatnya.

  1. Mencegah Terjadinya Kebosanan

Seks yang dilakukan hanya karena kebutuhan biologis bisa menyebabkan kebosanan. Pada tahun pertama pernikahan mungkin Anda dan pasangan belum merasakannya karena masih menggebu-gebu untuk melakukannya dan ingin segera mendapatkan momongan. Namun, pada tahun kedua pernikahan baru akan terasa kebosanannya.

Melakukan aktivitas seks yang berulang-ulang akan menyebabkan pikiran jadi bosan. Boleh jadi seks yang dilakukan tetap hebat dan memberikan orgasme yang hebat, tapi lambat laun akan kehilangan rasanya dan Anda mulai malas saat akan memulainya.

  1. Jadi Paham Keinginan Pasangan

Manfaat komunikasi saat bercinta dengan pasangan adalah tahu apa yang diinginkan oleh suami atau istri. Kalau seks yang dilakukan sekadar mendapatkan orgasme saja, Anda akan malas melakukannya meski orgasme yang didapatkan tetap memberikan kenikmatan secara fisik.

Dengan komunikasi yang intens pasangan bisa tahu apa yang diinginkan. Biasanya pria atau wanita memiliki fantasi seksual tertentu. Kalau komunikasi yang baik tidak terjadi, bagaimana mungkin pasangan tahu apa yang ingin dilakukan agar seks tetap terkesan menyenangkan.

  1. Bisa Puas secara Psikologis Juga

Kepuasan seks terdiri dari dua hal, pertama kepuasan secara fisik yang ditandai dengan orgasme dan ejakulasi dini. Kedua adalah kepuasan secara psikologis yang akan membuat Anda dan pasangan merasa senang, relaks, dan merasa mampu memberikan yang terbaik untuk dirinya sendiri atau pasangan.

Tanpa komunikasi yang intens, seks hanya sekadar menjadi aktivitas fisik saja. Kepuasan secara psikologi tidak akan terjadi karena seks hanya berfokus untuk mendapatkan orgasme saja. Oleh karena itu, coba lakukan komunikasi dengan baik saat bercinta dan sebelum melakukannya.

  1. Menghindari Kesalahan dalam Seks

Setiap orang pasti memiliki hal yang tidak ingin dilakukan atau pasangan lakukan terhadapnya. Kita ambil contoh sederhana saja, ada pasangan yang suka digigit di sekitar dada saat foreplay. Namun, ada juga pasangan yang membenci hal itu, bahkan bisa membunuh gairahnya secara instan.

Nah, hal-hal seperti ini tentu tidak bisa diketahui secara langsung. Pasangan harus saling memberi tahu apa yang boleh dilakukan dan apa saja yang tidak. Dengan begitu pasangan bisa saling memberikan kenikmatan baik secara fisik maupun psikologis.

Kesalahan dalam seks adalah hal yang wajar. Apalagi Anda baru saja melakukannya. Yang tidak wajar adalah seks yang terus salah dan tidak belajar dari hal itu. Kalau ada yang salah segera katakan dan perbaiki berdua.

  1. Mencegah Terjadinya Percekcokan

Seks adalah saat paling intim dan dekat antara pria dan wanita. Kalau momen yang dekat ini tidak dimanfaatkan dengan baik untuk melakukan komunikasi, kedekatan antar pasangan akan menurun. Selain itu pasangan juga akan susah mengetahui keinginan yang Anda pendam dalam hati.

Seks akan membuat kedekatan pasutri semakin baik kalau mau menjalin komunikasi. Percekcokan yang tidak perlu juga bisa dihindari kalau mau melakukannya dengan maksimal.

  1. Bisa Saling Terbuka Satu dengan Lain

Salah satu hal sulit dan tetap harus dilakukan oleh pasangan adalah saling terbuka. Selama ini meski sudah menikah pasangan tetap saja memiliki sisi yang harus ditutupi. Dampaknya, pasangan jadi tidak mengetahui hal itu dengan baik. Padahal dalam hubungan rumah tangga khususnya saat seks, keterbukaan harus dimiliki.

Keterbukaan dalam seks akan membawa pasangan juga saling terbuka untuk hal lain. Keterbukaan ini membuat kedekatan secara fisik dan mental semakin tinggi. Itulah kenapa dalam seks komunikasi harus tetap dilakukan. Meski hal-hal sederhana seperti suka disentuh di bagian tertentu. Kalau pasangan diam saja tentu tidak akan mengetahuinya.

  1. Keharmonisan Jangka Panjang

Komunikasi yang intens dalam seks juga membuat Anda dan pasangan jadi harmonis. Menjalani kehidupan rumah tangga tidak mudah. Apalagi kalau sudah bertahun-tahun. Komunikasi sampai seks bisa saja membosankan dan membuat Anda jadi enggan melakukannya lagi.

Kalau melakukan seks dengan komunikasi yang intens, hal-hal yang memicu kebosanan bisa dicegah. Masing-masing individu bisa mengungkapkan masalah yang dihadapi. Selanjutnya masalah yang dialami segera diselesaikan dengan baik bersama-sama.

Harmonis dari awal pernikahan sampai tua memang tidak mudah. Namun, Anda bisa melakukannya dengan pasangan bersama-sama. Kalau Anda tidak melakukannya bersama-sama, tekanan dan beban bisa saja muncul.

Nah, mulai saat ini jangan menganggap seks hanya masalah aktivitas kepuasan fisik saja. Seks juga menggunakan pikiran dan perasaan khususnya pada wanita. Semoga bermanfaat!

 

 

Sumber:

  1. Carey, Elea. 2017. How to Talk About Sex. https://www.healthline.com/health/healthy-sex-partner-communication. (Diakses pada 31 Oktober 2019)
  2. Mintz, Laurie. 2017. Sexual Communication: The Bedrock to Make Your Bed Rock. https://www.psychologytoday.com/us/blog/stress-and-sex/201712/sexual-communication-the-bedrock-make-your-bed-rock. (Diakses pada 31 Oktober 2019)
  3. Logan, Liz. 2017. The Importance Of Communication During Sex. https://ravishly.com/importance-communication-during-sex. (Diakses pada 31 Oktober 2019)
  4. Smith, Sylvia. 2019. 7 Ways to Start Sexual Communication and Overcome the Difficulties You Face. https://www.marriage.com/advice/communication/start-sexual-communication/. (Diakses pada 31 Oktober 2019)