Saat Nyeri Sendi Datang, Sebaiknya Kompres Hangat atau Dingin?

nyeri-lutut-asam-urat-doktersehat
Photo Source: Flickr/sblackley

DokterSehat.Com– Saat mengalami nyeri sendi, kita biasanya disarankan untuk mengompres bagian tubuh yang nyeri demi mengatasinya. Hanya saja, sebagian orang menyarankan kita untuk memberikan kompres dingin namun sebagian orang lain justru menyarankan sebaliknya, yakni memberikan kompres hangat. Sebenarnya, kompres dengan suhu manakah yang paling tepat demi mengatasi nyeri sendi?

Pakar kesehatan menyebut nyeri sendi sebagai permasalahan yang sering menyerang orang berusia lanjut. Ada banyak sekali penyebab dari nyeri sendi. Diantaranya adalah penyakit pengapuran sendi atau osteoarthritis, rematik atau rheumatoid arthritis, asam urat atau gout, hingga yang disebabkan oleh infeksi. Untuk mengatasi gejala nyeri sendi ini, kita bisa melakukan dua metode, yakni yang mengonsumsi obat atau menggunakan terapi selain obat seperti dengan mengompresnya.

Hanya saja, terapi kompres ini juga masih menjadi kontroversi bagi pakar kesehatan. Sebagaimana masyarakat umum, banyak dokter yang menyebut kompres dingin sebagai cara terbaik mengatasi nyeri sendi, namun cukup banyak pula dokter yang menyebut kompres hangat lebih efektif untuk mengatasinya.

Ternyata, baik kompres dingin ataupun kompres panas memiliki manfaat yang sama untuk menurunkan nyeri sendi. Meskipun begitu, terdapat perbedaan mendasar mengenai cara penggunaannya. Kompres dingin ternyata lebih cocok untuk digunakan pada nyeri sendi yang ditandai dengan peradangan seperti kemerahan atau pembengkakan. Sementara itu, kompres hangat lebih cocok untuk digunakan pada nyeri sendi yang tidak menunjukkan gejala peradangan.

Nyeri sendi yang memicu munculnya peradangan adalah yang disebabkan oleh penyakit rematik, penyakti asam urat, serta infeksi. Sementara itu, nyeri sendi yang tidak memicu peradangan biasanya adalah pengapuran sendi atau osteoarthritis.

Meskipun termasuk dalam penyakit yang cukup wajar terjadi, dalam realitanya nyeri sendi bisa menurunkan kualitas hidup penderitanya. Jika dengan menggunakan terapi kompres ini ternyata nyeri sendi tetap saja muncul, ada baiknya penderitanya harus memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter untuk mendapatkan obat yang tepat demi mencegah atau mengatasinya. Selain itu, penderita nyeri sendi tentu saja harus mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, khususnya dalam hal rajin berolahraga dan menurunkan asupan beberapa jenis makanan tidak sehat untuk mencegah kedatangannya.