5 Penyakit Komplikasi yang Dipicu oleh Diabetes

komplikasi-diabetes-doktersehat

DokterSehat.Com – Diabetes adalah penyakit kronis yang bisa menyerang siapa saja dengan usia berapa pun. Umumnya penderita diabetes memiliki kadar gula darah tinggi sehingga beberapa organ tubuh tidak bisa berjalan dengan maksimal. Pada wanita, diabetes bisa sebabkan infeksi vagina sementara pada pria sebabkan gangguan ereksi.

Penyakit Komplikasi Akibat Diabetes

Nah, apakah gangguan yang disebabkan oleh diabetes berhenti di dua hal di atas? Jawabannya adalah tidak. Kalau kadar gula darah di dalam tubuh tidak bisa dikendalikan dengan maksimal, ada kemungkinan terjadi komplikasi.

Beberapa komplikasi yang muncul bisa memicu penyakit lain yang sangat berbahaya. Berikut beberapa penyakit kronis yang ikut muncul akibat diabetes.

  1. Penyakit Jantung

Tingginya gula darah di dalam pembuluh menyebabkan permukaan dari pembuluh darah mengalami plak atau pengendapan. Pengendapan ini terjadi perlahan-lahan dan menyebabkan gangguan aliran darah. Kalau pembuluh darah yang mengarah ke jantung semuanya mengalami kondisi ini penyakit jantung akan terjadi.

Tubuh akan bekerja lebih keras untuk menekan darah dari dan ke jantung. Kerja keras inilah yang memicu gangguan pada detak jantung dan memengaruhi pasokan darah dan oksigen ke seluruh tubuh. Penyakit jantung yang muncul akibat diabetes juga bisa memicu terjadinya kematian.

  1. Gangguan pada Pembuluh Darah

Selain berurusan langsung dengan jantung yang menjadi pusat lalu-lintas peredaran darah, gangguan ini juga menyerang ke beberapa organ penting seperti otak. Banyaknya plak di pembuluh darah menyebabkan suplai darah dan oksigen ke otak mengalami gangguan. Penyempitan pembuluh darah akan memicu terjadinya stroke.

Jadi, gangguan pembuluh darah tidak hanya menyebabkan gangguan ereksi semata. Sebagian besar organ yang membutuhkan suplai darah dari tubuh akan mengalami gangguan sehingga penderita diabetes semakin kronis kondisinya.

  1. Gagal Ginjal

Tugas dari ginjal adalah menyaring kotoran dari darah agar saat keluar darah menjadi bersih. Kalau gula yang masuk ke dalam ginjal mengalami kenaikan gula darah, ada kemungkinan ginjal mengalami kerusakan parah sehingga darah tidak akan bisa disaring dan memicu kondisi kronis yang lebih besar.

Kalau seseorang sudah mengalami gagal ginjal, mereka harus rutin mencuci darahnya. Kalau hal ini tidak dilakukan, ada kemungkinan tubuh dipenuhi racun dan komplikasi yang akut terjadi.

  1. Bila Terjadi Luka Kerap Susah Sembuh

Tingkat keparahan penyakit diabetes khususnya jenis II berbeda-beda antar pasien. Kalau seseorang masih mampu mengendalikan gula darah di dalam tubuhnya dengan baik, ada kemungkinan, luka yang terjadi pada tubuh mudah sembuh. Bahkan tidak ada gangguan sama sekali seperti layaknya orang non diabetes.

Selanjutnya kalau kadar gula darah di dalam tubuh tidak stabil dan cenderung tinggi, luka akan susah disembuhkan. Bahkan, luka akan terus membusuk dan menjalar ke banyak organ di sekitarnya. Cara terbaik untuk mengatasi kondisi itu adalah dengan amputasi dan menghilangkan bagian yang dianggap berbahaya.

  1. Mengalami Kebutaan

Seorang penderita diabetes yang sudah terlalu kronis biasanya mengalami gangguan pada pembuluh darah seperti yang dijelaskan sebelumnya, Kerusakan itu tidak hanya terjadi pada pembuluh darah besar di organ yang sangat vital saja. Di mata pun pembuluh darah juga mengalami gangguan sehingga peluang kebutaan akan tinggi.

Pembuluh darah yang rusak di mata terjadi akibat gula di dalam darah yang tinggi. Kondisi ini memicu kondisi bernama glaukoma atau penurunan kemampuan penglihatan pada seseorang hingga berujung pada kebutaan akibat rusaknya pembuluh darah mata.

Hidup Sehat Meski Punya Diabetes

Banyak dari kita menganggap kalau diabetes adalah akhir dari segalanya. Padahal tidak demikian. Kalau bisa menjalani gaya hidup sehat, Anda bisa hidup dengan diabetes tanpa mengalami banyak masalah, simak beberapa tips berikut ini.

  • Mengatur apa saja yang masuk ke dalam mulut. Jangan asal mengonsumsi makanan karena bisa memicu banyak masalah. Seorang dengan kondisi diabetes sensitif sekali dengan sesuatu yang manis atau karbohidrat. Kalau Anda bisa mengaturnya, kemungkinan kambuh akan rendah. Perbanyak sayur dan lakukan diet yang tepat untuk penderita diabetes.
  • Selalu mengecek gula darah di dalam tubuh secara rutin. Pengecekan gula darah secara rutin akan menghindari terjadinya kenaikan berlebihan dan penurunan yang cukup cepat. Anda bisa mengecek gula darah secara rutin setiap harinya dengan alat yang sudah bisa dibeli di luaran sana. Kalau Anda tidak punya alat, lakukan pengecekan berkala seminggu sekali ke PKM.
  • Tetap melakukan olahraga secara rutin setiap harinya. Olahraga dilakukan untuk mengakomodasi gula darah yang berlebihan agar bisa digunakan sebagai energi.
  • Sebisa mungkin untuk tidak melakukan hal-hal berbahaya yang bisa membuat tubuh terluka. Kalau tubuh sampai terluka, kemungkinan besar sulit untuk disembuhkan.
  • Segera memeriksakan diri begitu muncul gangguan pada tubuh. Semakin cepat ditangani gangguan yang muncul, efeknya akan semakin rendah. Jangan hanya diam saja dan menganggap hal itu biasa.
  • Jangan memiliki gaya hidup pasif dan hanya bermalas-malasan saja.

Inilah lima jenis penyakit yang muncul akibat diabetes yang semakin kronis. Dengan menyimak beberapa hal di atas diharapkan Anda yang mengidap diabetes agar bisa menjaga diri dengan baik. Semoga ulasan di atas bermanfaat dan bisa menambah referensi kita semua.

 

 

Sumber:

  1. American Diabetes Association. Diabetes Complications. https://www.diabetes.org/diabetes/complications. (Diakses pada 09 November 2019)
  2. Medline Plus. Diabetes Complications. https://medlineplus.gov/diabetescomplications.html. (Diakses pada 09 November 2019)
  3. Watson, Stephanie. 2018. Everything You Need to Know About Diabetes. https://www.healthline.com/health/diabetes. (Diakses pada 09 November 2019)
  4. Murphy, Shane. 2019. 6 Complications of Type 2 Diabetes You Need to Know. https://www.healthline.com/health/type-2-diabetes/6-complications-diabetes#1. (Diakses pada 09 November 2019)