Penderita Diabetes, Waspada Komplikasi Mematikan Ini

tes-diabetes-doktersehat
Photo Source: Flickr/v1ctor

DokterSehat.Com– Diabetes adalah penyakit yang disebabkan oleh tubuh yang sudah tidak lagi mampu memproduksi kadar hormon insulin dengan cukup, sehingga kehilangan kemampuan untuk mengendalikan kadar gula darah. Penderita diabetes pun akan rentan mengalami kerusakan pada berbagai sistem dan organ dalam. Masalahnya adalah kerusakan ini bisa berpotensi memicu komplikasi diabetes yang mematikan

Sebagai contoh, pakar kesehatan Gillian Booth, MD, MSc yang berasal dari St. Michael Hospital, Toronto, Kanada menyebut penderita diabetes harus mewaspadai komplikasi pada organ livernya. Mereka ternyata lebih berisiko untuk terkena sirosis hati, gagal hati, hingga kebutuhan untuk transplantasi liver dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki diabetes.

Salah satu dampak dari resistensi insulin yang dialami oleh penderita diabetes adalah perlemakan hati, kondisi yang biasanya dialami oleh mereka yang mengalami obesitas atau hobi mengonsumsi minuman beralkohol. Berdasarkan alasan inilah Booth menyarankan penderita diabetes untuk selalu mengecek kondisi livernya secara rutin demi memastikan bahwa organ yang berfungsi sebagai penetralisir racun ini tetap berfungsi sebagaimana mestinya.

Komplikasi diabetes lain adalah masalah pada organ ginjal. Tingginya kadar gula darah bisa merusak pembuluh darah, temasuk pembuluh darah kecil yang ada di ginjal. Jika sampai hal ini terjadi, fungsi ginjal berupa menyaring darah pun dan mengendalikan kadar cairan tubuh tidak akan bekerja dengan maksimal.

Akibat gangguan fungsi ginjal ini, penderita diabetes lebih rentan mengalami pembengkakan pada kaki, memiliki urine yang kaya akan protein, hingga kehilangan kemampuan mengendalikan buang air kecil. Berdasarkan sebuah penelitian, dihasilkan fakta bahwa 30 persen dari penderita diabetes tipe 1 dan 10 hingga 40 persen dari total penderita diabetes tipe 2 memiliki risiko lebih besar untuk terkena gagal ginjal.

Penderita diabetes juga cenderung lebih rentan terkena penyakit jantung dan stroke dibandingkan dengan mereka yang tidak mengidap diabetes. Tingginya kadar gula darah ternyata bisa memicu peningkatan tumpukan lemak pada bagian dalam pembuluh darah yang akhirnya menyebabkan aterosklerosis atau pengerasan pembuluh darah dan penyumbatan yang akhirnya berdampak pada munculnya kedua penyakit mematikan tersebut.