Terbit: 4 September 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Kolposkopi adalah prosedur untuk memeriksa kesehatan vagina, vulva, dan serviks. Ketahui apa itu pemeriksaan kolposkopi, manfaat, prosedur, biaya, dll.

Kolposkopi: Fungsi, Prosedur, Biaya, dll

Apa Itu Kolposkopi?

Kolposkopi adalah prosedur sederhana untuk memeriksa kesehatan serviks, vulva, dan vagina wanita untuk mengetahui bila ada gejala penyakit pada organ intim. Prosedur ini hampir serupa dengan pemeriksaan Pap smear dan biasanya memang dilakukan setelah hasil pemeriksaan Pap smear menunjukan adanya sel abnormal.

Dokter akan menggunakan kaca pembesar khusus bernama kolposkop untuk memeriksa keadaan vulva lalu mengambil sampel jaringan untuk diuji di laboratorium. Prosedur ini hanya membutuhkan waktu sekitar 5-10 menit.

Manfaat Kolposkopi

Manfaat pemeriksaan kolposkopi adalah untuk melengkapi hasil pemeriksaan Pap smear, yaitu prosedur untuk menguji kanker serviks pada wanita. Pemeriksaan kolposkopi juga digunakan dalam diagnosis:

  • Kutil kelamin.
  • Kanker vagina.
  • Kanker vulva.
  • Peradangan pada serviks (servisitis).
  • Perubahan sel prakanker pada jaringan serviks.
  • Perubahan sel prakanker pada jaringan vagina.
  • Perubahan sel prakanker pada vulva.

Dokter akan menganjurkan Anda untuk melakukan pemeriksaan kolposkopi apabila dokter mencurigai adanya masalah pada kesehatan serviks wanita (saluran antara mulut rahim dan vagina).

Siapa yang Harus Melakukan Kolposkopi?

Kanker serviks adalah kanker pada sel leher rahim akibat paparan virus human papillomavirus (HPV). Kanker serviks juga merupakan infeksi menular seksual. Diagnosis kanker serviks dilakukan dengan pemeriksaan Pap smear. Bila ditemukan adanya kelainan pada sel serviks, maka dokter akan merekomendasikan pemeriksaan kolposkopi.

Pemeriksaan ini juga dibutuhkan oleh wanita dengan riwayat medis sebagai berikut:

  • Adanya kondisi tidak normal pada jaringan serviks setelah pemeriksaan panggul.
  • Positif terpapar infeksi human papillomavirus (HPV).
  • Mengalami pendarahan pada vagina yang tidak dapat dijelaskan.

Pemeriksaan ini dapat membantu Anda untuk mendeteksi tanda-tanda kanker serviks lebih awal sehingga memudahkan pengobatan selanjutnya.

Kapan Harus Melakukan Kolposkopi?

Anda harus memesan jadwal pemeriksaan di penyedia layanan kesehatan tersebut. Anda dapat melakukan pemeriksaan serviks ini kapan saja namun sebaiknya di luar masa menstruasi.

Umumnya, pemeriksaan ini segera dilakukan setelah mendapat hasil pemeriksaan Pap smear. Waktu terbaik untuk melakukan pemeriksaan adalah saat Anda merasa fit, sedang tidak menggunakan obat pengencer darah, dan atau pendarahan hebat saat menstruasi.

Prosedur Kolposkopi

Keseluruhan pemeriksaan dilakukan dengan cepat, hanya membutuhkan waktu sekitar 20-15 menit saja. Berikut ini prosedur kolposkopi:

Persiapan Kolposkopi

Umumnya, wanita akan merasakan cemas sebelum melakukan pemeriksaan serviks ini. Anda dapat mengontrolnya dengan beberapa cara, seperti:

  • Tanyakan pada dokter semua informasi tentang pemeriksaan ini agar Anda tidak cemas lagi.
  • Tanyakan semua hal-hal yang membuat Anda khawatir terkait pemeriksaan serviks ini.
  • Anda mungkin butuh pendampingan dari orang yang Anda sayangi.
  • Beberapa hari sebelum melakukan pemeriksaan ini, sangat disarankan untuk meditasi.
  • Tanyakan semua risiko dan komplikasi dari prosedur ini.
  • Beritahu dokter bila Anda boleh mendengarkan musik selama prosedur untuk mengurangi kecemasan.

Sebelum melakukan pemeriksaan serviks ini, dokter akan memberitahu Anda semua ketentuannya. Anda tidak boleh melakukan hubungan seksual beberapa hari sebelum pemeriksaan karena itu akan memengaruhi jaringan serviks.

Selain itu, beritahu dokter bila Anda:

  • Sedang mengalami menstruasi hebat.
  • Sedang menggunakan obat pengencer darah.
  • Sedang menggunakan obat antinyeri.
  • Sedang mengalami pendarahan.
  • Sedang menjalani biopsi atau pengangkatan jaringan lain.
  • Sedah hamil muda.

Dokter akan memeriksa kondisi Anda dan mungkin menjadwalkan pemeriksaan ulang saat kondisi Anda sesuai dengan persyaratan pemeriksaan yang berlaku.

Selama Proses Kolposkopi

Dokter akan menggunakan alat pembuka vagina (spekulum) selama pemeriksaan. Dokter akan menggunakan kapas yang sudah dioleskan dengan cairan seperti cuka untuk melihat apakah ada sel-sel yang abnormal. Proses ini mungkin membuat vagina terasa agak sedikit terbakar.

Kemudian, dokter menggunakan alat kolposkopi untuk memeriksa serviks, vagina, dan vulva. Proses ini dilakukan selama 10-15 menit. Dokter mungkin akan menyarankan biopsi (pengambilan sampel jaringan) serviks atau vagina bila ada sel-sel atau jaringan abnormal.

Baca Juga: Kanker Serviks: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, dan Pencegahan

Pasca Kolposkopi

Pemeriksaan kolposkopi tanpa biopsi tidak menyebabkan rasa sakit setelahnya. Anda mungkin hanya akan mengalami bercak ringan selama dua hari. Apabila Anda juga melakukan biopsi serviks atau vagina, maka Anda akan mengalami:

  • Nyeri vagina
  • Cairan berwarna gelap
  • Pendarahan ringan

Setelah biopsi, Anda dapat menggunakan pembalut untuk menampung pendarahan ringan. Serta, sebaiknya tidak melakukan hubungan seksual selama seminggu setelah pemeriksaan ini.

Dokter akan memberi dan menjelaskan hasil pemeriksaan serviks Anda. Bila ditemukan adanya perubahan sel prakanker serviks, vagina, atau vulva, maka dokter akan memberikan opsi perawatan selanjutnya. Bila kondisinya baik-baik saja, maka dokter akan memberi saran pola hidup dan pola makan sehat untuk menjaga kesehatan serviks dan organ intim.

Risiko Komplikasi Kolposkopi

Pemeriksaan kolposkopi dan Pap smear adalah pemeriksaan rutin untuk mendeteksi adanya sel abnormal pada serviks. Pasalnya, sel-sel abnormal mungkin kembali lagi walaupun dokter sudah pernah mengangkatnya.

Risiko komplikasi jarang terjadi. Pemeriksaan ini juga hampir selalu akurat dalam mendeteksi kanker serviks. Walaupun demikian, tanda-tanda infeksi pasca pemeriksaan ini mungkin terjadi, seperti:

  • Kedinginan.
  • Keputihan berat.
  • Nyeri hebat di perut bagian bawah.
  • Pendarahan vagina hingga 7 hari.
  • Demam tinggi.

Segera hubungi dokter bila Anda mengalami kemungkinan infeksi tersebut setelah pemeriksaan serviks atau biopsi.

Biaya Kolposkopi

Biaya kolposkopi pada setiap penyedia jasa layanan kesehatan berbeda-beda tergantung pada dokter, jadwal, dan fasilitasnya. Estimasi biaya sekitar Rp500.000 hingga Rp800.000. Harap konsultasikan dengan rumah sakit tersebut.

Itulah pembahasan lengkap tentang pemeriksaan kolposkopi untuk mendeteksi tanda kanker serviks, vagina, vulva, kutil kelamin, atau perubahan sel prakanker. Konsultasi lagi pada penyedia layanan kesehatan Anda bila Anda ingin melakukan pemeriksaan ini.

 

  1. MayoClinic. 2020. Colposcopy. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/colposcopy/about/pac-20385036#:~:text. (Diakses pada 4 September 2020).
  2. WebMD. 2020. What’s a Colposcopy? webmd.com/cancer/cervical-cancer/do-i-need-colposcopy-and-cervical-biopsy#1. (Diakses pada 4 September 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi