Terbit: 12 Agustus 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Salah satu masalah kesehatan yang banyak diderita oleh masyarakat Indonesia adalah kolesterol tinggi. Yang menjadi masalah adalah, penyakit ini bisa berlanjut menjadi penyakit jantung atau stroke yang sangat mematikan.

Penderita Kolesterol Tinggi Tidak Boleh Makan Kuning Telur?

Demi mencegah datangnya masalah kesehatan yang mematikan ini, banyak penderita kolesterol tinggi yang menghindari beberapa jenis makanan tertentu. Salah satunya adalah kuning telur. Sebenarnya, apakah kuning telur memang sebaiknya dihindari oleh penderita kolesterol tinggi?

Dilansir dari Men’s Health, kuning telur ternyata tidak perlu dihindari oleh penderita kolesterol tinggi. Hanya saja, konsumsi kuning telur yang sangat nikmat ini tetap saja tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. Alih-alih kuning telur, penderita kolesterol tinggi justru harus berhenti mengonsumsi makanan yang kaya akan lemak trans seperti gorengan.

Pakar kesehatan Patricia Vassalo M.D. dari Northwestern Memorial Hospital menyebutkan bahwa demi meningkatkan kadar kolesterol baik dan menurunkan kolesterol jahat, ada baiknya kita berhenti mengonsumsi lemak trans dan memperbanyak asupan asam lemak omega 3 dan serat dari sayur dan buah. Patricia juga menyebutkan bahwa telur, khususnya kuning telur tidak perlu dihindari.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Surrey University menghasilkan fakta bahwa telur adalah sumber protein yang sangat baik bagi kesehatan tubuh. Selain itu, di dalam kuning telur terdapat kandungan seperti fosfor, seng, vitamin B, kolin, dan berbagai antioksidan. Rutin mengonsumsi telur setiap hari bisa membantu kita menurunkan peradangan, lebih baik dalam membangun otot, dan mencerdaskan otak.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

Melihat adanya fakta ini, penderita kolesterol tinggi tak perlu lagi khawatir untuk mengonsumsi kuning telur. Hanya saja, jika Anda ragu, cobalah untuk berkonsultasi kepada dokter agar bisa lebih tenang saat mengonsumsi makanan.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi