Terbit: 12 Februari 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Jika kita membicarakan tentang kolesterol tinggi, biasanya yang akan terlintas dalam pikiran adalah kebiasaan mengonsumsi makanan yang tinggi lemak. Hanya saja, ada yang menyebut masalah kesehatan yang bisa menyebabkan datangnya serangan jantung atau stroke ini juga terkait dengan faktor keturunan. Apakah hal ini benar adanya?

jantung-kolesterol-doktersehat

Pengaruh faktor keturunan bagi penyakit kolesterol tinggi

Kolesterol bisa kita bagi menjadi dua, yakni kolesterol jahat atau LDL dan kolesterol baik atau HDL. Meskipun masalah kolesterol biasanya terkait dengan kedua jenis kolesterol ini, pakar kesehatan menyebut masalah kolesterol tinggi biasanya terkait dengan peningkatan jumlah kolesterol jahat di dalam darah.

Memang, peningkatan kadar kolesterol seringkali disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi makanan tidak sehat, namun ada beberapa hal lain yang juga bisa mempengaruhinya seperti berat badan yang berlebihan, kebiasaan malas berolahraga, atau bahkan karena faktor usia. Selain itu, faktor keturunan atau genetik ternyata juga berperan besar bagi risiko terkena masalah kesehatan ini.

Hal ini berarti, jika kita memiliki riwayat keluarga yang memiliki masalah kolesterol tinggi seperti ayah, ibu, atau kakek dan nenek, maka kita harus benar-benar menjaga gaya hidup sehat karena bisa jadi kita juga akan mengalami masalah kesehatan yang sama.

Pakar kesehatan menyebut satu dari sekitar 1.500 gen yang bisa memicu kolesterol ternyata bisa menurun dari orang tua ke anak. Alhasil, anak dari orang tua dengan masalah kesehatan ini memiliki risiko terkena kolesterol tinggi lebih besar 50 persen.

Menurut situs WebMD, sebagian besar kasus kolesterol tinggi yang disebabkan oleh faktor keturunan ternyata terkait dengan kinerja salah satu reseptor di dalam organ hati, yakni reseptor LDL. Sebagai informasi, hati adalah organ dalam tubuh yang memproduksi kolesterol, sementara reseptor ini justru berperan dalam membersihkan darah dari keberadaan kolesterol jahat.

Sayangnya, bagi mereka yang memiliki faktor keturunan keluarga yang menderita kolesterol tinggi, reseptor ini tidak bekerja dengan maksimal dan akhirnya membuat kadar kolesterol jahat terus berada dalam kondisi yang tinggi di dalam tubuh.

Meskipun begitu, bukan berarti mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan masalah kolesterol tinggi pasti akan terkena penyakit ini. Asalkan menjaga gaya hidup sehat, masih ada kemungkinan untuk tidak mengalami masalah kesehatan ini.

Cara mencegah kolesterol tinggi

Meskipun kita berasal dari keluarga tanpa riwayat masalah kolesterol tinggi, pakar kesehatan menyarankan kita untuk tetap menerapkan gaya hidup yang sehat demi mencegah datangnya masalah kesehatan ini. Hal ini disebabkan oleh adanya kemungkinan kolesterol tinggi berimbas pada masalah kesehatan yang lebih serius layaknya penyakit jantung atau stroke.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya.

  1. Menjaga pola makan

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk menurunkan asupan makanan yang tinggi kandungan lemak dan kolesterol layaknya daging merah, daging olahan, makanan cepat saji, dan lain-lain. Selain itu, kita juga sebaiknya memperbanyak asupan makanan berserat yang bisa membantu menurunkan penyerapan kolesterol seperti sayur dan buah-buahan. Kita juga bisa mengganti daging merah dengan daging ikan yang lebih sehat serta sebaiknya mulai menghindari minuman beralkohol.

  1. Menurunkan berat badan

Semakin tinggi berat badan, semakin tinggi pula risiko terkena kolesterol tinggi. Karena alasan inilah pakar kesehatan menyarankan kita untuk menurunkan berat badan hingga menjadi ideal demi mencegah kedatangan penyakit ini.

  1. Rajin berolahraga

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk berolahraga minimal 30 atau 60 menit setiap hari demi menurunkan kadar kolesterol. Olahraga yang dilakukan bisa berupa berenang, berlari, atau bersepeda.

  1. Menghindari rokok

Rokok mampu meningkatkan kadar kolesterol sekaligus menurunkan kesehatan jantung dan pembuluh darah. Melihat risiko ini, tentu ada baiknya kita menghindari rokok demi menjaga kesehatan tubuh, khususnya agar terhindar dari risiko kolesterol.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi