Terbit: 10 Juli 2020 | Diperbarui: 26 Agustus 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Kolesteatoma adalah pertumbuhan kulit yang abnormal di bagian tengah telinga, tepatnya di belakang gendang telinga. Kolesteatoma juga sering berkembang sebagai kista yang kemudian bisa bertumbuh menjadi besar dan menghancurkan tulang-tulang halus dari telinga tengah. Simak gejala, penyebab, hingga cara mengatasinya di bawah ini.

Kolesteatoma: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa Itu Kolesteatoma?

Seperti penjelasan sebelumnya, kolesteatoma adalah pertumbuhan kulit yang abnormal di belakang gendang telinga. Kondisi ini menyebabkan benjolan dan seiring waktu penyakit ini bisa menyebabkan berbagai masalah. Kolesteatoma tidak bersifat kanker, akan tetapi jika Anda tidak mengobatinya, beberapa masalah yang bisa terjadi adalah gangguan pendengaran, keseimbangan, dan fungsi otot-otot wajah.

Gejala Kolesteatoma

Gejala yang berhubungan dengan kondisi ini biasanya terbilang ringan. Kondisi menjadi lebih parah saat kista tumbuh semakin membesar sehingga mulai menyebabkan masalah di telinga. Pada umumnya, gangguan ini hanya terjadi pada satu telinga. Tanda dan gejala yang bisa dikenali, antara lain:

  • Suara mendengung di salah satu atau kedua telinga
  • Pusing atau vertigo
  • Infeksi telinga
  • Sakit telinga
  • Perasaan penuh di salah satu telinga
  • Cairan yang berbau busuk keluar dari telinga
  • Masalah pendengaran di satu telinga
  • Kelemahan di salah satu sisi wajah

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Segera konsultasi dengan dokter jika Anda memiliki memiliki gejala-gejala seperti di atas, terutama jika muncul vertigo, kelumpuhan otot wajah, dan gangguan pendengaran. Penting untuk mengobati kolesteatoma sedini mungkin untuk mencegah terjadinya komplikasi.

Penyebab Kolesteatoma

Terdapat berbagai hal yang bisa menyebabkan kondisi ini. Berikut adalah beberapa alasan terjadinya kolesteatoma, antara lain:

  • Infeksi telinga berulang.
  • Lahir dengan tulang wajah yang kaku.
  • Cedera pada gendang telinga.
  • Tekanan negatif pada saluran eustachius (saluran yang menghubungkan telinga tengah ke belakang hidung dan tenggorokan) membuat gendang telinga tertarik ke dalam dan memungkinkan sel-sel kulit mati dan keratin menumpuk di telinga tengah.
  • Sel-sel kulit mati dan kotoran telinga bergerak ke telinga tengah melalui lubang di gendang telinga.

Faktor Risiko Kolesteatoma

Sebuah studi menunjukkan bahwa hanya 2-4% kolesteatoma pada anak-anak terjadi antara usia 4 sampai 6 tahun. Selain itu, seorang anak yang memiliki kondisi bibir sumbing memiliki risiko yang jauh lebih tinggi terkena kondisi ini daripada anak-anak lain.

Diagnosis Kolesteatoma

Diagnosis awal yang bisa dilakukan dokter adalah melihat riwayat medis secara lengkap dan melakukan pemeriksaan fisik menggunakan otoskop. Jika Anda dicurigai mengalami kolesteatoma, Anda mungkin akan dirujuk ke dokter Spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dokter Spesialis THT mungkin menyarankan beberapa tes lanjutan seperti CT scan, prosedur yang dilakukan untuk menentukan apakah ada kolesteatoma, lokasi, dan apakah mengalami pertumbuhan. Selain itu, dokter juga mungkin melakukan audiogram untuk memberikan informasi mengenai kondisi pendengaran.

Pengobatan Kolesteatoma

Jika kondisi ini hanya menimbulkan benjolan kecil, rutin melakukan pembersihan ke dokter mungkin perawatan yang memadai. Namun, sebagian besar orang dengan kolesteatoma harus menjalani operasi. Kondisi ini tidak hilang secara alami, cenderung terus tumbuh, dan menyebabkan komplikasi.

Oleh karena itu, pembedahan biasanya merupakan cara terbaik untuk mengangkat kolesteatoma dan mencegah komplikasi.

Sebelum prosedur operasi dilakukan, dokter akan menghilangkan infeksi terlebih dulu pada area yang terkena. Dokter mungkin meresepkan antibiotik untuk mengurangi peradangan infeksi di area yang terkena.

Operasi biasanya merupakan prosedur rawat jalan, yang berarti seseorang tidak perlu menginap di rumah sakit. Namun, orang dengan kolesteatoma yang sangat besar atau infeksi serius mungkin memerlukan rawat inap.

Selain menghilangkan pertumbuhan, operasi mungkin diperlukan untuk:

  • Memulihkan gendang telinga
  • Membangun kembali tulang pendengaran
  • Menghilangkan cacat tulang dari belakang telinga

Sebelum menjalani rekonstruksi tulang pendengaran, beberapa orang akan membutuhkan operasi kedua untuk menghilangkan semua kolesteatoma. Jika perlu, seorang ahli bedah dapat menjadwalkan operasi kedua 6-12 bulan setelah operasi yang pertama.

Pembedahan hampir selalu diperlukan untuk mengangkat massa jinak sebelum komplikasi terjadi. Tindak lanjut menjadi penting setelah operasi karena kondisi ini dapat tumbuh kembali setelah bertahun-tahun.

Komplikasi Kolesteatoma

Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, kolesteatoma akan tumbuh lebih besar dan menyebabkan komplikasi. Sel-sel kulit mati yang menumpuk di telinga menjadi lingkungan yang ideal bagi bakteri dan jamur untuk berkembang. Hal ini berarti kista dapat terinfeksi menyebabkan peradangan dan drainase telinga yang berkelanjutan.

Seiring waktu, kolesteatoma juga dapat menghancurkan tulang di sekitarnya. Kondisi ini dapat merusak gendang telinga, tulang-tulang di dalam telinga, tulang-tulang di dekat otak, dan saraf-saraf wajah. Gangguan pendengaran permanen dapat terjadi jika tulang-tulang di dalam telinga rusak.

Komplikasi potensial lainnya termasuk:

  • Infeksi kronis pada telinga
  • Pembengkakan telinga bagian dalam
  • Kelumpuhan otot-otot wajah
  • Meningitis, infeksi otak yang mengancam jiwa
  • Abses otak atau kumpulan nanah di otak

Komplikasi kolesteatoma adalah sesuatu jarang terjadi jika ahli bedah mengangkat kista pada tahap awal. Namun, jika kista sangat besar, masalah-masalah seperti gangguan pendengaran dan gangguan keseimbangan mungkin tetap ada setelah operasi.

Pencegahan Kolesteatoma

Jika kondisi ini terjadi karena faktor keturunan, tidak ada cara yang bisa dilakukan untuk mencegahnya. Namun, jika orang tua menyadari kondisi ini sedari awal, diagnosis dan perawatan harus segera dilakukan.

Jika penyakit ini terjadi bukan karena faktor keturunan, mengobati infeksi pada telinga dengan tepat adalah langkah yang terbaik. Akan tetapi jika kondisi ini masih berkembang, beberapa dokter menyarankan untuk menempatkan tabung timpanostomi untuk mencegah perkembangan. Tabung ini memungkinkan drainase cairan dan mengurangi risiko tekanan negatif pada saluran eustachius.

 

  1. Anonim. Benign Ear Cyst (Cholesteatoma). https://www.webmd.com/cold-and-flu/ear-infection/benign-ear-cyst#1. (Diakses pada 10 Juli 2020).
  2. Dresden, Danielle. 2020. What is a cholesteatoma? Definition, types, and causes. https://www.medicalnewstoday.com/articles/cholesteatoma. (Diakses pada 10 Juli 2020).
  3. The Healthline Editorial Team. 2018. Cholesteatoma: Causes, Symptoms, and Diagnosis. https://www.healthline.com/health/cholesteatoma#prevention. (Diakses pada 10 Juli 2020).
  4. Willacy, Hayley. Cholesteatoma. https://patient.info/doctor/cholesteatoma-pro. (Diakses pada 10 Juli 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi