Terbit: 17 Desember 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Koilonychia adalah bentuk kuku menyerupai sendok atau melengkung akibat kekurangan nutrisi, penyakit tertentu, atau faktor lingkungan. Ketahui apa itu koilonychia, gejala, penyebab, dan cara mengatasinya. 

Koilonychia: Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi, dll

Apa Itu Koilonychia? 

Koilonychia adalah kondisi kuku yang tipis, lunak, dan melengkung ke bawah atau cekung mirip sendok seperti bisa menampung tetesan air. Maka dari itu, koilonychia juga disebut dengan kuku sendok. 

Penyebab kuku sendok adalah kekurangan zat besi, kekurangan nutrisi, komplikasi anemia, faktor genetik, penyakit autoimun, eksposur lingkungan, atau kondisi lain. Penampilan kuku dapat menjadi indikator kesehatan, termasuk warna kuku, tekstur, dan bentuk kuku baik di jari tangan atau kaki. 

Gejala Koilonychia 

Anda bisa melihat gejalanya dari penampilan kuku Anda. Bila Anda mengalami penyakit tertentu yang juga memengaruhi kesehatan kuku, maka gejala kuku sendok dapat semakin terlihat. 

Berikut ini ciri-ciri kuku sendok: 

  • Gejala awal berupa kuku datar. 
  • Pelan-pelan kuku menjadi cekung 
  • Kuku memiliki tekstur yang tipis, lunak, dan mudah rapuh. 
  • Bagian luar kuku keluar dari bantalan kuku dan mudah retak. 

Penyebab kuku sendok yang paling umum adalah kekurangan zat besi atau anemia, sehingga gejala kuku sendok juga disertai dengan ciri-ciri anemia lainnya, terasuk: 

  • Lemah. 
  • Letih. 
  • Lesu. 
  • Pucat. 
  • Sesak napas. 

Kondisi kuku sendok bisa terjadi hanya pada satu kuku atau hanya beberapa kuku, bisa juga memengaruhi semua kuku. Kuku sendok bisa menjadi tanda dari gejala penyakit tertentu atau kondisi lain yang mendasarinya. 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter bila kondisi kuku sendok disertai dengan gejala anemia atau kondisi kesehatan lain yang mengkhawatirkan. Anda juga harus konsultasi ke dokter untuk aturan pola makan yang baik karena kebanyakan gejala kuku sendok terjadi akibat kekurangan nutrisi.

Baca Juga: Kuku Kuning: Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Pengobatan

Penyebab Koilonychia 

Sebagian besar gejala koilonychia terjadi akibat penyakit lain yang mendasarinya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kondisi tersebut, termasuk: 

  • Kekurangan Zat Besi

Zat besi membantu tubuh untuk memproduksi sel darah merah sehat yang kaya akan oksigen. Tanpa asupan oksigen yang cukup di seluruh sel-sel tubuh, Anda akan merasa lemah, letih, lesu, dan berpengaruh pada kesehatan kuku Anda.

  • Kekurangan Nutrisi 

Kekurangan asupan protein, vitamin C, dan folat juga dapat merusak penampilan kuku. Pasalnya, nutrisi tersebut dapat memperburuk gejala kekurangan zat besi yang sudah terjadi. 

  • Pengaruh Lingkungan 

Beberapa peneliti menyimpulkan bahwa orang-orang yang tinggal di dataran tinggi lebih rentan mengalami kerusakan kuku. Pasalnya, kandungan oksigen alam di tempat yang lebih tinggi ternyata lebih rendah dan memengaruhi asupan oksigen untuk tubuh seseorang.

  • Pola Makan

Orang-orang yang tinggal di dataran tinggi juga cenderung tidak mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi dengan cukup. Mereka pun rentang mengalami gejala kekurangan zat besi. 

  • Penggunaan Produk Tertentu 

Beberapa ilmuwan memperkirakan adanya hubungan antara produk yang mengandung petroleum (minyak bumi) sebagai penyebab koilonychia. Sebagai contoh, pekerja di salon kecantikan lebih sering menyentuh bahan petroleum dan lebih rentan mengalami kuku sendok. 

  • Masalah Autoimun 

Penderita penyakit autoimun dapat mengalami gejala kuku sendok seperti lupus eritematosus sistemik. Pasien psoriasis dan lichen planus mungkin juga mengalami gejala kuku sendok dan masalah kulit lainnya. 

  • Faktor Genetik 

Berikut ini beberapa penyakit genetik yang juga menyebabkan gejala koilonychia: 

  • Hemochromatosis: Tubuh menyerap zat besi terlalu banyak namun tidak berfungsi dengan baik dalam tubuh. 
  • Nail-Patella Syndrome: Penyakit genetik langka yang menyebabkan gangguan pada kulit, tulang pinggul, siku, dan tempurung lutut. 

Faktor Risiko Koilonychia 

Berikut ini beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang memiliki kuku sendok: 

  • Memiliki masalah kardiovaskular. 
  • Pasien penyakit Raynaud. 
  • Penderita penyakit celiac.
  • Pernah mengalami cedera, trauma, atau kecelakaan yang membuat kuku rusak. 
  • Orang yang lebih tua. 
  • Memiliki tekanan darah rendah. 
  • Vegetarian atau vegan yang tidak mendapat asupan zat besi yang cukup. 

Diagnosis Koilonychia 

Anda harus konsultasi ke dokter untuk menentukan apa penyebab koilonychia yang Anda alami. Dokter mungkin akan memeriksanya dengan beberapa tes, termasuk: 

  • Pemeriksaan gejala fisik. 
  • Memeriksa riwayat kesehatan. 
  • Tes darah untuk mengetahui apakah Anda kekurangan zat besi. 

Apabila tidak ada kondisi medis yang mendasarinya, maka gejala kuku sendok dikategorikan sebagai kerusakan kuku, faktor genetik, atau faktor lingkungan dan kebiasaan. 

Baca Juga: 15 Cara Merawat Kuku yang Alami agar Sehat dan Berkilau

Cara Mengatasi Koilonychia  

Cara mengatasi koilonychia tergantung pada penyebab atau kondisi medis yang mendasarinya. Dokter akan mengobati penyakit utama dan Anda akan melihat perubahan pada fisik Anda. 

Kebanyakan kasus kuku sendok juga diatasi dengan perubahan pola makan, terutama harus memenuhi kebutuhan zat besi setiap hari. Ketahui bagaimana cara mengatasi koilonychia, sebagai berikut: 

1. Konsumsi Makanan Kaya Zat Besi 

Berdasarkan Office of Dietary Supplements (ODS), berikut ini rekomendasi asupan zat besi harian: 

  • Laki-laki dewasa 8 mg zat besi. 
  • Wanita dewasa 18 mg zat besi. 

Penuhi kebutuhan zat besi dari sumber makanan sehari-hari, seperti: 

  • Tofu. 
  • Sayuran berdaun hijau. 
  • Hati sapi. 
  • Daging merah. 
  • Dark cokelat. 
  • Daging ayam atau unggas lainnya.
  • Kentang panggang. 
  • Buah kering seperti kismis dan aprikot. 
  • Kacang dan biji-bijian seperti buncis, lentil, kacang mete, dan kacang polong. 

Selain itu, konsumsi juga vitamin C yang cukup karena vitamin C dapat membantu penyerapan zat besi dengan lebih baik. Bila Anda seorang vegetarian, mohon konsumsi buah dan sayur yang kaya akan zat besi. Ketahui lebih banyak sumber makanan tinggi zat besi di sini. 

2. Menjaga Kesehatan Kuku 

Anda mungkin harus berhati-hati dengan kondisi kuku Anda. Berikut ini beberapa tips untuk menjaga kesehatan dan keindahan kuku: 

  • Jangan suka menggigiti kuku. 
  • Kuku harus tetap pendek. 
  • Gunakan sepatu atau kaos kaki yang pas, tidak menekan kuku. 
  • Pakai hand cream untuk melembapkan jari dan kuku. 
  • Gunakan sarung tangan bila perlu. 
  • Jangan menggunakan produk kuku sembarangan, sementara hindari petroleum. 
  • Gunakan produk kecantikan khusus kuku. 

Dengan perawatan yang benar, kuku akan tumbuh lebih baik dan indah dalam waktu 6 minggu (kuku tangan), sementara kuku kaki membutuhkan perbaikan dalam 12-18 minggu. 

Baca Juga: 9 Vitamin Kuku Alami agar Sehat dan Cantik 

Cara Mencegah Koilonychia

Cara mencegah koilonychia dengan menjaga keseimbangan nutrisi yang Anda dapat dari makanan, khususnya asupan zat besi. Anda juga tidak boleh menggunakan cat kuku sampai kuku kembali normal. Kemudian, apabila Anda memiliki penyakit anemia, konsultasi dengan dokter agar gejalanya tidak bertambah buruk pada tubuh Anda. 

Itulah pembahasan tentang apa itu koilonychia. Koilonychia adalah bentuk kuku yang terlihat cekung seperti sendok akibat kekurangan zat besi, nutrisi, atau penyakit lain yang mendasarinya.

 

  1. Hecht, Marjorie. Spoon Nails (Koilonychia). https://www.healthline.com/health/spoon-nails-koilonychia. (Diakses pada 17 Desember 2020). 
  2. Metropulos, Megan. Koilonychia: Why are my nails spoon shaped?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318761. (Diakses pada 17 Desember 2020). 


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi