Terbit: 6 Agustus 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Kista pilonidal adalah pertumbuhan abnormal kulit yang menimbulkan benjolan. Kista biasanya berisi folikel rambut dan kulit, serta sering muncul dekat tulang ekor di bagian atas belahan bokong. Simak gejala, penyebab, hingga cara mengobatinya di bawah ini.

Kista Pilonidal: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa Itu Kista Pilonidal?

Kondisi ini biasanya terjadi ketika rambut bertumbuh ke arah kulit bukannya tumbuh ke luar. Jika kista terinfeksi, abses (benjolan berisi nanah) sering kali sangat menyakitkan. Kista biasanya tidak menyebabkan masalah atau membutuhkan perawatan kecuali terinfeksi. Kista dan kulit di sekitarnya dapat terinfeksi, kemudian membentuk abses yang menyakitkan.

Gejala Kista Pilonidal

Saat terinfeksi, kondisi ini menyebabkan benjolan muncul di area yang terkena. Selain benjolan, tanda dan gejala lain yang bisa muncul, antara lain:

  • Sakit di sekitar benjolan
  • Kemerahan pada kulit
  • Drainase nanah atau darah dari lubang di kulit, disertai bau busuk
  • Nyeri saat duduk atau berdiri
  • Pembengkakan kista
  • Rambut menonjol dari lesi
  • Anda mungkin juga mengalami demam ringan, tetapi ini jarang terjadi

Pada kasus yang lain, Anda mungkin tidak memiliki gejala yang terlihat pada awalnya selain lekukan kecil seperti lesung pipit di permukaan kulit. Namun, begitu lekukan terinfeksi, hal itu dapat dengan cepat akan berkembang menjadi kista atau abses.

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Jika Anda melihat tanda atau gejala kista pilonidal, segera temui dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

Penyebab Kista Pilonidal

Hingga kini penyebab pasti kondisi ini belum diketahui dengan pasti. Akan tetapi pada banyak kasus, kista disebabkan oleh rambut yang menembus kulit, gesekan, pakaian ketat, hingga duduk terlalu lama.

Pada kasus di mana rambut tumbuh tidak sebagaimana mestinya, tubuh merespons rambut sebagai zat asing kemudian menciptakan kista di sekitar rambut.

Faktor Risiko Pilonidal

Berikut adalah berbagai faktor tertentu yang membuat seseorang lebih rentan terkena kista pilonidal, antara lain:

  • Dibanding wanita, pria memiliki risiko yang lebih tinggi
  • Usia yang lebih muda (paling umum terjadi pada orang berusia 20-an)
  • Obesitas
  • Gaya hidup tidak aktif
  • Pekerjaan yang mengharuskan duduk untuk waktu yang lama
  • Rambut tumbuh berlebih
  • Rambut kaku atau kasar

Diagnosis Kista Pilonidal

Seorang dokter akan mendiagnosis kondisi ini dengan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan fisik. Kista ini akan terlihat seperti benjolan, bengkak, atau abses yang menimbulkan nyeri jika ditekan. Lokasinya yang berada di atas bokong membuatnya menjadi karakteristik utama dari kondisi ini.

Jika infeksi parah, tes darah mungkin dapat dilakukan. Sementara itu, tes pencitraan biasanya tidak diperlukan untuk membantu diagnosis.

Selain itu, dokter juga mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan. Hal-hal yang mungkin ditanyakan pada Anda adalah:

  • Kapan Anda pertama kali merasakan gejala kista pilonidal?
  • Apakah Anda pernah mengalami masalah ini sebelumnya?
  • Apakah kondisi ini disertai demam?
  • Obat atau suplemen apa saja yang Anda konsumsi?

Pengobatan Kista Pilonidal

Jika Anda tidak mengalami rasa sakit yang parah dan tidak ada tanda peradangan, kemungkinan dokter akan meresepkan antibiotik spektrum luas. Antibiotik spektrum luas adalah antibiotik yang mengobati berbagai macam bakteri.

Penting untuk diketahui bahwa antibiotik tidak bisa menyembuhkan, akan tetapi hanya membantu meredakan infeksi dan ketidaknyamanan.

Berikut adalah beberapa operasi kista pilonidal atau prosedur lain yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini, antara lain:

  • Insisi (Irisan Kecil ) dan Drainase

Metode ini dilakukan dengan memotong kista dan menguras isi kistanya. Dokter akan menghilangkan folikel rambut dan membiarkan lukanya terbuka kemudian menutupnya dengan kain kasa. Mengganti kain kasa harus sering dilakukan sampai kista sembuh.

  • Marsupialization

Dalam prosedur ini, dokter akan memotong dan mengeringkan kista, kemudian menghilangkan nanah dan rambut yang ada di dalamnya. Dokter akan menjahit ujung luka ke tepi luka untuk membuat kantong. Perlu diketahui, ini adalah operasi rawat jalan dengan anestesi lokal.

  • Insisi, Drainase, dan Penutupan Luka

Prosedur ini membuat kista dikeringkan, akan tetapi tidak dibiarkan terbuka. Dibanding prosedur sebelumnya, cara ini membuat Anda tidak perlu menggonta-ganti kain kasa karena dokter akan menutup luka sepenuhnya setelah operasi.

Setelah operasi, hal penting yang harus diketahui adalah mengikuti semua petunjuk dokter tentang perawatan di rumah, terutama jika Anda perlu menggunakan kain kasa. Berikut tips yang harus diperhatikan:

  • Tetap jaga kebersihan area tulang ekor dan bokong.
  • Periksa tanda-tanda infeksi baru, seperti kemerahan, nanah, atau nyeri.
  • Pemeriksaan rutin ke dokter perlu dilakukan untuk memantau proses penyembuhan.

Meski penyembuhan total mungkin dilakukan, tetapi ingat bahwa kista pilonidal dapat kambuh bahkan jika Anda telah menjalani pembedahan.

Hal-Hal yang Bisa Dilakukan untuk Meredakan Gejala Kista Pilonidal

Kemerahan, bengkak, dan nyeri mungkin tidak terlalu parah saat kista muncul pertama kali. Namun jika kondisi tersebut menimbulkan ketidaknyamanan, berikut adalah berbagai penanganan sederhana yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Cobalah berendam dengan air hangat untuk meredakan nyeri yang muncul.
  • Minum obat pereda nyeri yang dijual bebas, patuhi petunjuk dosisnya.
  • Jaga agar kista dan area di sekitarnya tetap bersih dan kering.

Komplikasi Kista Pilonidal

Jika kista yang terinfeksi kronis tidak diobati dengan benar, Anda mungkin berisiko lebih tinggi terkena salah satu jenis kanker kulit yang disebut karsinoma sel skuamosa (KSS). Kondisi ini membuat gangguan pada sel skuamosa—sel yang membentuk lapisan tengah dan luar kulit—sehingga menimbulkan bercak merah hingga luka bersisik.

Pencegahan Kista Pilonidal

Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk mencegah kondisi ini, antara lain:

  • Menjaga kebersihan tubuh dengan baik.
  • Turunkan berat badan jika diperlukan.
  • Hindari duduk terlalu lama.

Jika Anda pernah menderita kista pilonidal di masa lalu, Anda mungkin harus mencukur area tersebut secara teratur atau menggunakan produk penghilang rambut untuk mengurangi risiko kekambuhan.

 

  1. Anonim. Pilonidal cyst. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pilonidal-cyst/symptoms-causes/syc-20376329. (Diakses pada 6 Agustus 2020).
  2. Anonim. What Is a Pilonidal Cyst?. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/guide/pilondial-cyst. (Diakses pada 6 Agustus 2020).
  3. Underwood, Corinna. 2018. Pilonidal Sinus. https://www.healthline.com/health/pilonidal-cyst. (Diakses pada 6 Agustus 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi