Kista Ovarium – Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, & Pencegahannya

kista-ovarium-doktersehat

DokterSehat.Com– Penyakit kista ovarium adalah kantung berisi cairan yang terbentuk pada selaput tipis di dalam ovarium wanita. Kista ini biasanya berukuran seperti kacang dan bahkan berkuran seperti buah jeruk. Kantung cairan ini mengandung bahan cair, gas, atau semi-padat. Bagian luar atau kapsuler suatu kista disebut dinding kista. kista ovarium ini sangat sering terjadi pada wanita yang masih aktif haid dan dapat melahirkan anak.

Kista adalah penayakit berupa benjolan yang berisi cairan. Kista adalah sejenis tumor jinak yang lebih sering ditemukan pada wanita, meskipun ada pula pria yang bisa mengalami penyakit kista.

Ovarium adalah dua organ kecil yang terletak di kedua sisi rahim dalam tubuh wanita. Karena ovarium sangat erat kaitannya dengan rahim, maka banyak pula yang menyebutnya sebagai penyakit kista rahim sekalipun kista adalah benjolan di indung telur (ovarium).

Penyebab Kista Ovarium

Penyebab penyakit ini terdiri dari dua jenis, yang pertama adalah kista ovarium fungsional, merupakan jenis yang paling umum. Kista yang tidak berbahaya ini merupakan bagian dari siklus menstruasi normal wanita dan berumur pendek. Sedangkan kista patologis, adalah kista yang tumbuh di ovarium. Kista jenis ini mungkin tidak berbahaya atau bersifat kanker (ganas).

Penyebab kista ovarium berbeda untuk setiap jenisnya. Berikut ini masing-masing jenis yang menjadi penyebabnya:

1. Kista ovarium fungsional

Terdapat dua jenis kista ovarium fungsional, di antaranya:

  • Kista folikel

Kista folikel adalah jenis kista ovarium fungsional yang paling umum. Wanita memiliki dua ovarium. Telur bergerak dari ovarium ke dalam rahim, yang dapat dibuahi oleh sperma. Telur terbentuk di folikel, yang berisi cairan untuk melindungi telur yang tumbuh. Ketika telur dilepaskan, folikel pecah.

Folikel tidak mengeluarkan cairannya dan menyusut setelah melepaskan telur dalam beberapa kasus, atau tidak melepaskan telur. Folikel membengkak dengan cairan, menjadi kista ovarium folikel. Satu kista biasanya muncul tiba-tiba atau kapan saja, dan biasanya hilang dalam beberapa minggu.

  • Kista ovarium luteal

Kista ovarium fungsional ini jarang terjadi. Setelah telur dilepaskan, ia meninggalkan jaringan di belakang, yang dikenal sebagai corpus luteum. Kista ovarium luteal dapat berkembang ketika korpus luteum terisi darah. Kista jenis ini biasanya akan hilang dalam beberapa bulan. Namun, terkadang bisa pecah, menyebabkan rasa sakit secara tiba-tiba dan mengalami pendarahan internal.

2. Kista patologis

Sama dengan kista ovarium fungsional, kista patologis
juga terdapat dua dua jenis, di antaranya:

  • Kista dermoid

Kista dermoid (teratoma kistik) biasanya jinak, yang terbentuk dari sel-sel yang membuat telur. Kista ini perlu diangkat melalui pembedahan. Kista dermoid adalah jenis kista patologis yang paling sering terjadi pada wanita di bawah 30 tahun.

  • Kistadenoma

Kistadenoma adalah kista ovarium yang berkembang dari sel-sel yang menutupi di bagian luar ovarium. Beberapa akan diisi dengan zat lendir yang kental, sementara yang lain mengandung cairan encer.

Alih-alih tumbuh di dalam ovarium, kistadenoma biasanya melekat pada ovarium oleh tangkai. Berada di luar ovarium, kistadenoma bisa tumbuh cukup besar. Namun jarang kanker, tetapi harus diangkat melalui pembedahan. Kistadenoma lebih sering terjadi pada wanita berusia di atas 40 tahun.

Faktor risiko yang menyebabkan kista ovarium meningkat, meliputi:

  • Usia premenopause
  • Menarche awal (menars) – haid awal pada wanita
  • Trimester pertama kehamilan
  • Riwayat pribadi infertilitas atau sindrom ovarium polikistik
  • Peningkatan gonadotropin intrinsik atau ekstrinsik
  • Terapi tamoxifen
  • Riwayat endometriosis pribadi atau keluarga

Gejala Kista Ovarium

Penyakit kista adalah penyakit yang kadangkala dianggap remeh, lantaran kista mungkin tidak menghasilkan gejala apapun jika berukuran kecil. Apabila penyakit kista rahim atau kista ovarium ini membesar dan menggantikan atau menekan organ lain atau membatasi aliran cairan pada jaringan seperti hati, pankreas atau organ lain, maka ciri-ciri kistaovarium yang terkait dapat muncul, di antaranya:

  • Nyeri atau kembung di perut
  • Kesulitan kencing, atau sering buang air kecil
  • Sakit yang tak jelas di punggung bawah
  • Nyeri selama hubungan seksual
  • Nyeri dan perdarahan yang abnormal selama menstruasi atau di luar siklus menstruasi
  • Berat badan terus menurun
  • Mual atau muntah
  • Kehilangan nafsu makan, perut merasa penuh dengan cepat

Terkadang penyakit kista adalah penyakit yang dilematis. Sering kali, penyebab penyakit kista rahim atau kista ovarium tidak menimbulkan gejala apapun. Anda mungkin tidak menyadari memiliki kista ovarium hingga mengunjungi dokter untuk pemeriksaan panggul. Kista ovarium bisa menyebabkan masalah jika mereka memelintir (memutar/torsio), berdarah, atau pecah. Kanker (tumor ganas) ovarium sering menyebar sebelum terdeteksi.

Komplikasi kista ovarium

Kista ovarium biasanya tidak menimbulkan masalah, namun terkadang dapat menyebabkan komplikasi.

1. Torsi

Batang ovarium bisa menjadi bengkok jika kista tumbuh di atasnya. Kondisi ini dapat menghambat aliran  darah ke kista dan menyebabkan sakit parah di perut bagian bawah.

2. Kista pecah

Bila kista pecah, penderita kista ovarium akan mengalami sakit parah di perut bagian bawah. Jika kista terinfeksi, rasa sakit akan lebih buruk. Mungkin juga ada perdarahan. Gejala mungkin seperti apendisitis atau divertikulitis.

3. Kanker

Dalam kasus yang jarang terjadi, kista mungkin merupakan bentuk awal dari kanker ovarium.

Diagnosis Kista Ovarium

Dokter kandungan/ginekolog mungkin akan merasakan benjolan saat melakukan pemeriksaan panggul. Kebanyakan pertumbuhan ovarium adalah jinak. Tetapi sejumlah kecil dapat bersifat kanker. Itulah mengapa penting untuk memeriksakan panggul secara rutin. Khususnya wanita menopause harus mendapatkan pemeriksaan rutin karena mereka menghadapi risiko lebih tinggi terkena kanker ovarium.

Tes untuk mencari kista ovarium meliputi:

1. USG

Tes menggunakan gelombang ultrasonografi (USG), cara ini dilakukan untuk membuat gambar dari ovarium. Gambaran ini membantu dokter menentukan ukuran dan lokasi kista atau tumor.

2. Tes CT scan, MRI, & PET

Tes pencitraan seperti, computed tomography (CT) scan, magnetic resonance imaging (MRI), dan tomografi emisi positron (PET) adalah tes yang dapat memberikan penjelasan sangat rinci. Dokter dapat menggunakannya untuk menemukan tumor ovarium dan melihat apakah dan seberapa jauh tumor telah menyebar.

3. Tes darah

Selain itu, dokter mungkin akan melakukan tes darah untuk memeriksa beberapa kadar hormon. Ini dapat meliputi pemeriksaan luteinizing hormone (LH), follicle stimulating hormone (FSH), estradiol, dan testosteron.

4. Endoskopi

Endoskopi adalah alat yang dimasukkan ke dalam saluran pencernaan untuk melihat kondisi organ dalam tubuh. Ini adalah prosedur bedah yang digunakan untuk mengobati kista ovarium. Selama operasi ini, ahli bedah dapat menemukan kista atau tumor dan mungkin mengambil jaringan kecil untuk diperiksa di bawah mikroskop.

5. Tes CA-125

Jika menurut dokter pertumbuhan tumor ini adalah suatu kanker, dokter akan mengusulkan tes darah untuk mencari protein yang disebut CA-125. Tingkat protein ini cenderung lebih tinggi di beberapa wanita dengan kanker ovarium (namun bukan satu-satunya patokan). Tes ini terutama digunakan pada wanita di atas usia 35 tahun, yang berisiko sedikit lebih tinggi untuk mengalami kanker ovarium.

Jika diagnosisnya merupakan kanker ovarium, dokter akan menggunakan hasil tes diagnostik untuk menentukan apakah kanker telah menyebar di luar ovarium. Jika memang kanker, dokter juga akan menggunakan hasil untuk menentukan seberapa jauh ia telah menyebar. Prosedur diagnostik ini disebut penentuan stadium. Hal ini membantu dokter merencanakan perawatan.

Pengobatan Kista Ovarium & Perawatan Kista Ovarium

Kebanyakan kista ovarium akan sembuh sendiri. Jika Anda tidak memiliki gejala yang mengganggu, terutama jika Anda belum menopause, dokter mungkin menganjurkan untuk ‘menunggu namun tetap waspada’ dan tidak melakukan pengobatan kista ovarium atau perawatan kista ovarium  secara terburu-buru.

Dokter tidak akan melakukan pembedahan, terutama bila ukuran kista masih dirasa cukup kecil untuk diangkat. Tapi dokter akan memeriksa setiap satu sampai tiga bulan untuk melihat apakah telah ada perubahan dalam kista sebelum melakukan pengobatan kista ovarium atau perawatan kista ovarium tersebut.

Selain itu, penggunaan pil KB mungkin dapat mengurangi rasa sakit dari penyakit kista ovarium. Pil KB mencegah ovulasi yang mengurangi kemungkinan kista baru akan terbentuk.

Sedangkan, operasi merupakan pilihan jika kista tidak sembuh, tumbuh semakin besar, atau menyebabkan pasien menderita. Terdapat dua jenis operasi yang bisa dilakukan untuk pengobatan kista ovarium, diantaranya:

  • Laparoskopi menggunakan sayatan sangat kecil, instrumen seperti teleskop-dengan senter. Instrumen dimasukkan ke dalam perut untuk menghapus kista. Teknik ini dapat dilakukan untuk kista kecil.
  • Laparotomi melibatkan sayatan besar di perut. Dokter lebih memilih teknik ini untuk kista lebih besar dan tumor ovarium. Jika pertumbuhan adalah kanker, ahli bedah akan mengambil tumor sebanyak mungkin. Ini disebut debulking. Tergantung pada seberapa jauh kanker telah menyebar, dokter bedah juga dapat mengambil ovarium, rahim, saluran telur, omentum (jaringan lemak yang menutupi usus) dan kelenjar getah bening di dekatnya

Pengobatan lain untuk tumor ovarium kanker meliputi:

  • Obat yang diberikan melalui vena (IV), dengan mulut, atau langsung ke dalam perut ini dilakukan untuk membunuh sel-sel kanker. Karena mereka membunuh sel normal maupun yang kanker, kemoterapi memiliki efek samping, termasuk mual dan muntah, rambut rontok, kerusakan ginjal, dan peningkatan risiko infeksi. Efek samping ini akan pergi setelah pengobatan dilakukan.
  • Radiasi X-ray energi tinggi. Cara ini dilakukan untuk membasmi atau mengecilkan sel kanker. Radiasi baik dikirim dari luar tubuh, atau ditempatkan dalam tubuh dekat lokasi tumor. Perawatan ini juga dapat menyebabkan efek samping, termasuk kulit merah, mual, diare, dan kelelahan. Teknik radiasi tidak sering digunakan untuk kanker ovarium.

Operasi, kemoterapi, dan radiasi dapat diberikan secara individu atau bersama-sama. Umumnya, pegobatan kista ovarium dilakukan dengan mengeringkannya atau diangkat dengan operasi, perawatan medis biasanya terbatas untuk mengurangi gejala dari kondisi penyebab. Pada kebanyakan kasus, kista seringkali menghilang setelah beberapa bulan. Perawatan untuk kista tergantung pada penyebab kista dan apakah kista menyebabkan masalah pada tubuh.

Pencegahan Ovarium Kista

Kista ovarium tidak dapat dicegah. Namun, pemeriksaan ginekologi secara rutin dapat mendeteksi kista ovarium sejak dini. Kista ovarium jinak tidak menjadi kanker. Namun, gejala kanker ovarium seperti gejala kista ovarium. Karena itu, penting untuk memeriksakaan diri ke dokter dan menerima diagnosis yang benar. Beri tahu dokter jika mengalami gejala yang mengindikasikan adanya masalah, seperti:

  • Nyeri panggul yang sedang berlangsung
  • Perubahan dalam siklus menstruasi
  • Penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan
  • Kehilangan selera makan
  • Seperti mengalami perut kembung