Terbit: 14 April 2021 | Diperbarui: 16 April 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Kista nabothi adalah kista kecil yang terbentuk di permukaan serviks. Simak penjelasan lengkap mengenai gejala, penyebab, hingga penanganannya berikut ini.

Kista Nabothi: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Penanganan

Apa Itu Kista Nabothi?

Kista nabothi adalah tumor jinak yang berada di leher rahim atau serviks. Kista ini penuh dengan lendir yang berwarna bening, kuning muda, atau kuning. Seorang wanita bisa memiliki lebih dari satu kista dan mengembangkannya setelah melahirkan atau setelah menopause. Perlu Anda ketahui, kista ini bukanlah tanda kanker serviks.

Gejala Kista Nabothi

Kista memiliki ukuran mulai dari beberapa beberapa milimeter hingga 4 sentimeter. Selain itu, kista tidak menyebabkan rasa sakit, ketidaknyamanan, atau gejala lainnya. Hal tersebut membuat kista umumnya ditemukan saat melakukan pemeriksaan kehamilan atau masalah kesehatan lain.

Meski tidak menimbulkan gejala apa pun, namun, kista dengan ukuran yang besar dapat menyebabkan:

  • Nyeri panggul.
  • Perasaan penuh atau berat di vagina.
  • Periode haid tidak teratur.

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Konsultasi dengan dokter diperlukan jika Anda mengalami pendarahan di antara periode haid, keluarnya cairan yang tidak biasa, atau nyeri panggul. Gejala ini mungkin menunjukkan adanya infeksi atau kelainan lain yang memerlukan evaluasi lanjutan.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

Penyebab Kista Nabothi

Kista nabothi terbentuk ketika kelenjar penghasil lendir di serviks dilapisi dengan sel kulit dan tersumbat. Sel kulit menyumbat kelenjar sehingga menyebabkan lendir menumpuk. Hal ini menyebabkan terbentuknya kista di serviks yang terlihat seperti benjolan kecil berwarna putih.

Melahirkan dan trauma fisik pada serviks dapat menyebabkan hal ini. Selama persalinan, sel kulit berlebih dapat tumbuh di kelenjar dan menjebak lendir, sehingga menyebabkan kista terbentuk.

Sedangkan trauma fisik di sekitar serviks dapat menyebabkan jaringan berlebih berkembang di atas kelenjar selama proses penyembuhan dan menjebak lendir, keadaan yang juga dapat menyebabkan timbulnya kista. Kista yang disebabkan oleh trauma fisik sangat umum terjadi selama pemulihan dari servisitis kronis, peradangan pada jaringan serviks.

Baca Juga: Kista: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Faktor Risiko Kista Nabothi

Seseorang memiliki risiko lebih besar mengembangkan kista ini saat sedang hamil atau dalam usia subur. Dalam beberapa kasus, kista muncul pada usia 40 hingga 50-an.

Anda mungkin juga berisiko mengembangkan kista serupa jika Anda memiliki kondisi yang disebut adenoma malignum. Kondisi ini adalah jenis neoplasia yang memengaruhi produksi lendir di serviks, dan kista ini sering kali identik dengan kista nabothi.

Diagnosis Kista Nabothi

Seorang dokter mungkin mengidentifikasi kista selama pemeriksaan panggul atau kehamilan rutin. Jika dokter mengidentifikasi kista, ia dapat melakukan kolposkopi untuk melakukan pemeriksaan lebih dekat.

Pemeriksaan ini dapat menentukan apakah benjolan tersebut adalah kista nabothi atau jenis benjolan lain yang dapat terbentuk di serviks. Seorang dokter juga dapat melakukan USG vagina, MRI scan, atau CT scan untuk memeriksa kista.

Jika dokter menemukan kista, sampel jaringan dari kista akan diambil untuk diperiksa apakah benjolan tersebut bukan jenis lain. Kista jenis ini terkadang terlihat seperti adenoma malignum, yang merupakan jenis kanker serviks yang langka.

Jika seseorang memiliki adenoma malignum, beberapa gejala yang bisa terjadi seperti:

  • Kram yang menyakitkan saat menstruasi.
  • Menstruasi yang berkepanjangan atau lebih berat dari biasanya.
  • Pendarahan selama atau setelah berhubungan seks.
  • Keputihan berair.

Jika dokter mencurigai benjolan di serviks tidak jinak, prosedur operasi mungkin dibutuhkan.

Penanganan Kista Nabothi

Kista dengan ukuran yang kecil (2-10 milimeter) tidak membutuhkan perawatan khusus, karena dapat hilang tanpa penanganan. Sementara jika kista berukuran lebih dari 4 cm, Anda mungkin memerlukan prosedur pembedahan untuk mengangkatnya.

Seorang dokter mungkin menggunakan salah satu dari prosedur berikut untuk mengangkat kista tersebut:

  • Electrocautery, melibatkan penggunaan probe kecil dengan arus listrik untuk membakar kista.
  • Cryotherapy, melibatkan penggunaan nitrogen cair untuk membekukan kista.

Komplikasi Kista Nabothi

Dalam banyak kasus, keadaan ini adalah sesuatu yang tidak perlu dikhawatirkan karena banyak orang tidak memiliki gejala apa pun. Namun, kista yang besar dapat menyulitkan dokter untuk melakukan pemeriksaan serviks secara rutin. Bahaya kista nabothi yang lebih dari satu dapat menyebabkan leher rahim membesar.

Selain itu, pembesaran kista juga dapat menyebabkan prolaps genital, meskipun jarang dilaporkan. Prolaps genital terjadi ketika organ panggul, seperti rahim, turun lebih rendah dari biasanya. Hal ini akan menyebabkan ketidaknyamanan di area panggul.

Dalam kasus ini, seorang wanita mungkin memerlukan kistektomi untuk mengangkat kista, serta pengobatan untuk prolaps genital.

Prognosis Kista Nabothi

Jika Anda tidak memiliki gejala apa pun, kemungkinan besar dokter tidak akan merekomendasikan pengobatan atau pengangkatan. Lanjutkan mengunjungi ginekolog untuk pemeriksaan rutin guna memastikan bahwa kista tidak menyebabkan masalah.

Jika kista memiliki ukuran besar serta menyebabkan rasa sakit, ketidaknyamanan, atau keluarnya cairan, dokter akan menyarankan untuk merawat atau mengangkat kista. Prosedur pengangkatan kista biasanya memakan waktu kurang dari sehari dan akan pulih dari dalam hitungan hari.

Dalam kasus yang jarang terjadi di mana kista menunjukkan kondisi yang lebih serius, diagnosis dan perawatan lebih lanjut mungkin memerlukan waktu berbulan-bulan.

Pencegahan Kista Nabothi

Tidak ada cara yang diketahui dapat mencegah kista jenis ini. Benjolan ini sendiri tidak menimbulkan ancaman kesehatan jangka pendek atau jangka panjang. Selama kista tidak menghalangi kemampuan Anda untuk menjalani kehidupan normal, tidak menyebabkan rasa sakit, atau ketidaknyamanan pada serviks, Anda tidak perlu mengkhawatirkannya.

Pada akhirnya, setiap wanita yang memiliki kondisi ini harus melakukan pemeriksaan serviks secara teratur untuk memastikan bahwa kista tidak membesar. Jika kista bertambah besar, keadaan ini bisa menimbulkan gejala.

 

  1. Roth, Erica. 2018. Nabothian Cyst. https://www.healthline.com/health/nabothian-cyst#outlook. (Diakses pada 14 April 2021).
  2. Sissons, Beth. 2019. What to know about nabothian cysts. https://www.medicalnewstoday.com/articles/327061. (Diakses pada 14 April 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi