Kista Ganglion: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatan

kista-ganglion-doktersehat

DokterSehat.Com – Kista ganglion adalah tumor atau belnjolan non-kanker yang tumbuh di tendon atau sendi pergelangan tangan atau tangan. Selain muncul di tangan, kista gangliong juga dapat muncul di kaki dan pergelangan kaki. Umumnya kista ganglion berbentuk bulat atau lonjong dan berisikan cairan menyerupai jeli.

Ukuran benjolan kista ganglion yang muncul bisa seukuran dengan kacang polong atau bisa juga menjadi besar dengan ukuran sekitar 2,5 cm. Keberadaan kista ganglion dapat mengganggu gerakan tangan atau kaki tempat munculnya kista ini. Kondisi ini juga bisa menimbulkan rasa sakit jika kista menekan saraf yang ada di dekatnya.

Gejala Kista Ganglion

Kista ganglion dapat menimbulkan gejala seperti munculnya benjolan dan rasa nyeri pada sendi. Gejala kista ganglion dapat dikenali dengan beberapa ciri seperti berikut ini:

1. Lokasi benjolan

Kista ganglion ditandai dengan munculnya benjolan. Lokasi di mana paling banyak kista ganglion berkembang adalah di sepanjang tendon atau sendi pada tangan dan pergelangan tangan. Seperti yang disebutkan sebelumnya juga bahwa kista ganglion juga dapat muncul di kaki dan pergelangan kaki. Meskipun jarang, tapi kista ini juga dapat muncul di bagian sendi lainnya, seperti lutut.

2. Bentuk dan ukuran benjolan

Kista ganglion memiliki bentuk bulat atau oval. Ukuran diameternya dapat mencapai 2,5 cm, tapi terkadang juga sangat kecil hingga sehingga tidak disaradari keberadaannya. Ukuran kista ganglion terkadang fluktuatif atau dapat naik turun, namun yang paling sering adalah ukurannya akan membesar. Ukuran kista ganglion yang membesar bisa diakibatkan oleh penggunaan sendi yang berulang-ulang.

3. Rasa nyeri

Kista ganglion tidak selalu menimbulkan rasa nyari. Umumnya rasa nyeri akan timul jika kista menekan saraf. Nyeri atau tidaknya kista tidak berhubungan dengan ukurannya. Meskipun ukuran kista kecil dan hanya terlihat seperti benjolan samar, jika menekan sadar, maka tetap akan menimbulkan rasa nyeri, kesemutan, lemah otot, hingga mati rasa.

Jika mendapati benjolan atau rasa nyeri pada tangan, pergelangan tangan, kaki, atau pergelangan kaki, segera konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui apakah penyabab benjolan atau rasa sakit tersebut adalah kista ganglion

Penyebab Kista Ganglion

Hingga saat ini belum ditemukan penyebab pasti dari berkembangnya kista ganglion. Seuah teori menrangkan bahwa kemungkinan kista ini muncul akibat jaringan yang mengelilingi sendi atau tendon mengalami kebocoran. Pasalnya di dalam ksta ditemukan cairan yang mirip dengan cairan pelumas kental yang ditemukan di sendi dan di sekitar tendon.

Penyabab kista ganglion memang tidak dapat diketahui dengan pasti, namun terdapat beberapa faktor yang memang dapat meningkatkan risiko munculnya jenis kista ini.

Faktor risiko kista ganglion

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kista ganglion adalah seperti berikut ini:

  • Jenis kelamin dan usia. Kista ganglion paling sering terjadi pada wanita, terutama yang berusia antara 20 hingga 40 tahun.
  • Cedera sendi atau tendon. Jika pernah mengalami cedera sendi atau tendon, maka terdapat kemungkinan kista ganglion berkembang di kemudian hari. Cedera yang terjadi bisa diakibatkan oleh karena akativitas sendi berlebihan.
  • Seseorang yang menderita radang sendi pada sendi jari yang dekat denga kuku, memiliki risiko paling tinggi terkena kista ganglion pada area dekat sendi tersebut.

Diagnosis Kista Ganglion

Diagnosis kista ganglion umumnya dapat dilakukan hanya dengan pemeriksaan fisik saja. Dokter melihat kista ganglion bersadarkan bentuk dan lokasinya, Benjolan juga akan diperiksa apakah terasa lunak ketika mendapatkan tekanan. Jika diagnosis belum dapat dipastikan dari pemeriksaan fisik, maka akan dilakukan beberapa prosedur seperti berikut ini:

  • Rontgen

    Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan benjolan tersebut bukan merupakan radang sendi serius atau bahkan tumor tulang.

  • USG

    Pemeriksaan USG dilakukan untuk melihat ke dalam benjolan dan memastikan apakah benjolan tersebut merupakan kista atau bukan.

  • MRI

    Tes MRI umumnya dilakukan jika kista ganglion memiliki bentuk yang kecil dan sulit untuk dideteksi, namun menimbulkan rasa sakit seperti gejala kista ganglion.

Pengobatan Kista Ganglion

Setelah memastikan diagnosis kista ganglion, selanjutnya adalah memilih tindakan untuk mengatasi kista tersebut. Jika kista tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak menggangu pergerakan sendi, maka biasanya tidak akan diambil tindakan dan dokter hanya akan mengawasi perkembangan dari kista tersebut.

Namun jika kista ganglion menyebabkan rasa sakit dan mengganggu pergerakan sendi, maka berikut adalah beberapa tindakan yang direkomendasikan:

1. Imobilisasi

Pengobatan kista ganglion yang pertama adalah dengan imobilisasi, yaitu cara untuk melumpuhkan area yang terkena kista sementara waktu menggunakan penjepit atau belat. Cara ini dilakukan karena aktivitas sendi berlebihan dianggap dapat membuat kista semakin membesar.

Setelah pemasangan alat tersebut, kista akan mengecil dan tidak lagi menekan saraf. Namun penggunaan penjepit atau belat untuk jangka panjang tidak disarankan karena dapat melemahkan otot di sekitarnya.

2. Aspirasi

Pengobatan kista ganglion yang kedua adalah dengan prosedur aspirasi. Prosedur ini menggunakan jarum untuk mengambil cairan dari kista. Cara ini cukup efektif untuk menghilangkan benjolan, tapi memiliki risiko kista dapat muncul kembali.

3. Operasi

Kista ganglion juga dapat diobati dengan prosedur operasi. Cara ini bisanya menjadi pilihan terakhir jika dua cara non-bedah di atas tidak dapat mengatasi kista. Dokter akan mengangkat kista beserta tangkai yang menempel pada sendi atau tendon.

Salah satu risiko dari prosedur operasi adalah saraf, pembuluh darah, dan tendon dapat terlukan. Namun risiko ini pada dasarnya jarang terjadi. Sema seperti kedua prosedur sebelumnya, operasi juga tidak dapat menjamin kista ganglion tidak akan kembali muncul.