Terbit: 9 Maret 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Kista epidermoid adalah benjolan kecil berisi cairan kuning berbau di bawah kulit yang bersifat nonkanker. Simak informasi selengkapnya mulai dari definisi, gejala, penyebab, pengobatan hingga pencegahan!

Kista Epidermoid: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll

Apa Itu Kista Epidermoid?

Kista epidermoid adalah benjolan kecil nonkanker yang muncul di bawah kulit. Benjolan ini bisa muncul di mana saja pada kulit, tetapi paling sering di wajah, leher, punggung, dan alat kelamin. Ini jarang terjadi pada anak-anak, tetapi sering terjadi pada orang dewasa.

Benjolan ini berukuran sebesar kelereng hingga bola golf, berwarna kuning kecokelatan, bisa digerakkan, dan benjolan berisi cairan kekuningan yang berbau tidak sedap. Kista ini tumbuh lambat dan tidak terasa sakit, tetapi dalam beberapa kasus menyebabkan rasa nyeri, iritasi, pecah, dan infeksi.

Tanda dan Gejala Kista Kista Epidermoid

Kista ini dapat muncul pada semua bagian tubuh, tetapi lebih sering muncul di wajah, leher, wajah, telinga, leher, dada, punggung, dan alat kelamin.

Berikut ini tanda dan gejala kista epidermoid:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

  • Benjolan bulat kecil di bawah kulit.
  • Komedo kecil berwarna hitam yang menutupi lubang tengah kista.
  • Kista berisi cairan kuning dan berbau yang terkadang keluar dari kista. Ini dapat menyebabkan iritasi dan pembengkakan.
  • Kemerahan, bengkak, dan nyeri, jika meradang atau terinfeksi.

Kapan Harus ke Dokter?

Biasanya benjolan kista tidak menimbulkan masalah atau membutuhkan pengobatan. Namun, segera ke dokter jika memiliki satu atau lebih gejala, meliputi:

  • Benjolan tumbuh dengan cepat.
  • Mengganggu penampilan
  • Pecah, terasa nyeri, atau infeksi.
  • Muncul terus-menerus.
  • Tumbuh pada jari tangan dan kaki.

Penyebab Kista Epidermoid

Permukaan kulit (epidermis) terdiri dari lapisan tipis sel pelindung yang terus menerus dihasilkan oleh tubuh. Biasanya kista ini terbentuk ketika sel-sel pelindung bergerak lebih dalam ke kulit dan berkembang, yang seharusnya mengelupas.

Terkadang penyebabnya adalah karena iritasi atau cedera pada kulit atau bagian paling dangkal dari folikel rambut.

Sel-sel epidermis akan membentuk dinding kista dan kemudian mengeluarkan protein keratin ke bagian dalam. Keratin adalah zat berwarna kuning kental yang terkadang keluar dari kista. Pertumbuhan sel yang tidak normal ini mungkin terjadi akibat kerusakan folikel rambut atau kelenjar minyak pada kulit.

Kebanyakan orang menyebut kista epidermoid sebagai kista sebasea (jarang terjadi), tetapi keduanya berbeda. Ini karena keduanya muncul dari kelenjar yang mengeluarkan bahan berminyak yang melumasi rambut dan kulit (kelenjar sebasea).

Baca Juga: Kista Dermoid: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Faktor Risiko Kista Epidermoid

Hampir setiap orang dapat memiliki satu atau lebih kista ini pada tubuhnya, tetapi ada beberapa faktor dapat meningkatkan risiko terkena, ini termasuk:

  • Pria dua kali lebih umum daripada wanita.
  • Kulit terluka.
  • Sudah melewati masa puber.
  • Memiliki kelainan genetik langka tertentu, termasuk:

           o   Sindrom nevus sel basal.

           o   Pachyonychia congenita tipe 2.

           o   Sindrom Gardner.

Diagnosis

Guna memastikan kista epidermoid, dokter biasanya akan membuat diagnosis dengan memeriksa kista, dan area sekitarnya, serta menanyakan riwayat kesehatan Anda. Dokter juga akan menanyakan detail tentang berapa lama benjolan muncul dan apakah berubah dari waktu ke waktu.

Dokter kemudian akan mengikis sel kulit pada area kista dan memeriksanya di bawah mikroskop, atau mengambil sampel kulit (biopsi) untuk melakukan analisis terperinci di laboratorium.

Tenaga medis biasanya dapat mendiagnosis hanya dengan pemeriksaan, tetapi terkadang memerlukan ultrasonografi (USG) atau rujukan ke dokter kulit untuk memastikan diagnosis tersebut.

Baca Juga: Kista Epididimis: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Komplikasi, dll

Pengobatan Kista Epidermoid

Kista ini tidak perlu diangkat jika berukuran kecil, tidak terasa sakit, dan tidak kemerahan, bengkak. Namun, dokter biasanya akan menganjurkan pengangkatan jika kista memiliki kondisi berikut:

  • Menyebabkan ketidaknyamanan.
  • Mengganggu penampilan.
  • Kista berada pada bagian tubuh yang memuatnya teriritasi, seperti bergesekan dengan pakaian.
  • Benjolan semakin membesar dengan cepat.
  • Sering meradang atau terinfeksi.

Berikut ini beberapa pengobatan untuk kista epidermoid:

  • Obat: Jika infeksi telah terjadi, Anda mungkin memerlukan obat antibiotik.
  • Injeksi. Perawatan ini dengan menyuntikkan obat  kista epidermoid ke dalam kista untuk membantu mengurangi pembengkakan dan peradangan.
  • Insisi dan drainase. Dengan cara ini, dokter akan membuat sayatan kecil pada kista dan secara lembut mengeluarkan cairan yang berwarna kuning. Ini adalah cara yang cukup cepat dan mudah, tetapi kista biasanya muncul kembali setelah perawatan ini.
  • Operasi kecil. Dokter dapat mengangkat seluruh kista dengan tindakan operasi. Operasi kista epidermoid ini aman dan efektif, dan biasanya mencegah kista muncul kembali. Jika kista meradang, dokter mungkin menunda operasi.

Komplikasi

Kista ini berpotensi mengalami komplikasi, meliputi:

  • Peradangan. Kista ini bisa menjadi lunak dan bengkak, meskipun tidak terinfeksi. Kista yang meradang akan sulit untuk dihilangkan. Dokter mungkin akan menunda mengeluarkan cairan  dalam kista sampai peradangan mereda.
  • Pecah. Kista yang pecah biasanya menyebabkan infeksi seperti bisul yang memerlukan perawatan segera. Pecahnya kista ke dalam dermis juga menyebabkan pembengkakan, kemerahan, selulitis terlokalisasi, peradangan kulit, dan nyeri tekan. Hal ini akibat trauma atau infeksi bakteri, biasanya oleh Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan streptococcus tipe A.
  • Infeksi. Benjolan kista bisa terinfeksi dan terasa nyeri (abses).
  • Kanker kulit. Meskipun sangat jarang terjadi, kista ini dapat menyebabkan kanker kulit.

Baca Juga: 13 Jenis Kista yang Harus Diwaspadai dan Cara Mengatasinya

Pencegahan

Belum ada cara yang untuk mencegah kista ini. Namun, Anda dapat mencegah kemungkinan infeksi dan jaringan parut dengan tidak memencet, memecahkan, menusuk kista dengan jarum, atau membukanya. Jika melakukannya, ini sering kali menyebabkan infeksi dan jaringan parut.

Anda juga dapat mengompres menggunakan kain hangat atau lembap untuk mengeringkan kista dan membantu proses penyembuhan.

Jika kista meradang atau terinfeksi parah, segera dapatkan perawatan medis.

 

  1. Anonim. 2019. Epidermoid Cyst. https://www.health.harvard.edu/a_to_z/epidermoid-cyst-a-to-z. (Diaskes pada 9 Maret 2021)
  2. Ames, Hana. 2021. What is an epidermoid cyst?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/epidermoid-cyst.  (Diaskes pada 9 Maret 2021)
  3. Brannon, Heather L. How to Spot and Treat Epidermoid Cysts. https://www.verywellhealth.com/epidermoid-cyst-1069206#treatment.  (Diakses pada 9 Maret 2021)
  4. Editorial team. 2021. Epidermoid cyst. https://medlineplus.gov/ency/article/000842.htm.  (Diaskes pada 9 Maret 2021)
  5. Mayo Clinic Staff. 2020. Epidermoid cysts. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/epidermoid-cysts/symptoms-causes/syc-20352701. (Diaskes pada 9 Maret 2021) 


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi