Terbit: 3 Desember 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Kista dermoid yaitu benjolan kecil nonkanker yang biasanya muncul saat lahir. Benjolan ini biasanya terjadi di wajah, dalam tengkorak, punggung bawah, dan ovarium. Simak penjelasan lengkap mengenai gejala, penyebab, hingga cara mengatasinya.

Kista Dermoid: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa Itu Kista Dermoid?

Kista dermoid adalah tumor jinak yang terbentuk selama dalam kandungan. Kista ini mengandung folikel rambut, jaringan kulit, dan kelenjar yang menghasilkan keringat serta minyak kulit. Meski bisa tumbuh di bagian tubuh manapun, kista umumnya tidak berbahaya, namun keadaan ini membutuhkan operasi untuk menghilangkannya.

Perlu diketahui juga, lokasi kista menentukan jenisnya. Jenis yang lebih umum adalah kista periorbital, ovarium, dan tulang belakang.

Gejala Kista Dermoid

Pada umumnya, keadaan ini tidak memiliki gejala yang khas. Dalam beberapa kasus, gejala berkembang hanya setelah kista terinfeksi atau tumbuh secara signifikan. Pada kasus kista dermoid periorbital, kista yang terinfeksi bisa menjadi sangat merah dan bengkak. Jika kista pecah, infeksi dapat menyebar dan area sekitar mata bisa menjadi sangat meradang.

Sedangkan pada jenis kista ovarium, Anda mungkin merasakan nyeri pada area panggul dekat sisi kista. Nyeri mungkin lebih terasa saat periode menstruasi.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

Pada jenis yang lain yaitu kista tulang belakang, gejala biasanya dimulai setelah kista tumbuh besar menekan sumsum tulang belakang atau saraf tulang belakang. Ukuran dan lokasi kista menentukan saraf mana pada tubuh yang terpengaruh. Gejala yang muncul seperti kelemahan dan kesemutan pada lengan dan kaki, kesulitan berjalan, serta inkontinensia urine.

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Biasanya, menghilangkan kista bukanlah prosedur darurat. Akan tetapi jika kista pecah, meradang, menyebabkan nyeri, atau demam, Anda harus segera mendapatkan penanganan medis.

Penyebab Kista Dermoid

Meski pertumbuhan kista pada janin yang sedang berkembang dapat terlihat, namun alasan mengapa beberapa embrio memiliki kista tidak diketahui pasti alasannya. Berikut adalah penyebab kista berdasarkan jenisnya, antara lain:

  • Penyebab Kista Dermoid Periorbital

Kista jenis ini terbentuk saat lapisan kulit tidak tumbuh bersama dengan baik. Hal ini memungkinkan sel-sel kulit dan bahan lainnya berkumpul di kantung dekat permukaan kulit. Karena kelenjar yang berada di dalam kista terus mengeluarkan cairan, maka kista juga terus berkembang.

  • Penyebab Kista Ovarium

Kista ovarium atau kista dermoid yang tumbuh di organ lain juga terbentuk selama perkembangan embrio. Ini termasuk sel kulit dan jaringan serta kelenjar lain yang seharusnya berada di lapisan kulit bayi, bukan di sekitar organ dalam.

  • Penyebab Kista Tulang Belakang

Penyebab umum kista jenis ini adalah suatu kondisi yang disebut spinal dysraphism atau disrafisme tulang belakang. Ini terjadi pada awal perkembangan embrio, ketika bagian dari tabung saraf tidak menutup sepenuhnya. Tabung saraf adalah kumpulan sel yang akan menjadi otak dan sumsum tulang belakang. Pembukaan di saraf ini memungkinkan terbentuknya kista yang akan menjadi tulang belakang bayi.

Diagnosis Kista Dermoid

Mendiagnosis kista dermoid periorbital atau kista serupa yang ada dekat permukaan leher atau dada biasanya dapat dilakukan dengan pemeriksaan fisik. Selain itu, dokter mungkin menggunakan satu atau dua tes pencitraan, terutama jika terdapat kekhawatiran bahwa kista berada dekat area sensitif, seperti mata atau arteri karotis di leher.

Tes pencitraan ini dapat membantu dokter melihat dengan tepat di mana letak kista dan apakah kerusakan pada area sensitif berisiko tinggi. Tes pencitraan yang mungkin digunakan dokter adalah CT scan atau MRI scan.

Dokter akan menggunakan kedua metode tersebut untuk mendiagnosis kista tulang belakang. Sangat penting bagi dokter untuk mengetahui seberapa dekat kista itu dengan saraf yang berpotensi membahayakan selama operasi.

Tes pencitraan lain yang mungkin digunakan dokter untuk mengidentifikasi jenis kista ini disebut USG panggul. Selain itu, dokter juga mungkin menggunakan USG transvaginal.

Baca Juga: 13 Jenis Kista yang Harus Diwaspadai dan Cara Mengatasinya

Pengobatan Kista Dermoid

Terlepas dari lokasinya, satu-satunya pilihan pengobatan untuk keadaan ini adalah dengan operasi. Terdapat beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum operasi, terutama jika hal ini terjadi pada anak-anak, antara lain:

  • Riwayat kesehatan.
  • Gejala.
  • Risiko atau adanya infeksi.
  • Toleransi untuk operasi dan obat-obatan yang diperlukan pascaoperasi.
  • Keparahan kista.
  • Preferensi orang tua.

Jika Anda memutuskan tindakan operasi, berikut beberapa hal yang akan terjadi sebelum, selama, dan setelah prosedur:

  • Sebelum operasi. Ikuti petunjuk yang diberikan dokter sebelum operasi. Dokter akan memberi tahu Anda kapan harus berhenti makan atau minum obat sebelum operasi.
  • Selama operasi. Sayatan kecil sering kali dapat dibuat dekat alis atau garis rambut untuk membantu menyembunyikan bekas luka. Kista diangkat dengan hati-hati melalui sayatan. Seluruh prosedur memakan waktu sekitar 30 menit. Sementara untuk kista jenis lain prosedurnya jauh lebih rumit.
  • Setelah operasi. Beberapa operasi kista dilakukan sebagai prosedur rawat jalan, artinya Anda bisa pulang pada hari yang sama. Sementara ada juga operasi yang memerlukan rawat inap untuk melihat ada tidaknya komplikasi. Pemulihan setelah operasi bisa memakan waktu setidaknya dua atau tiga minggu, tergantung lokasi kista.

Komplikasi Kista Dermoid

Meski hal ini bukanlah keadaan yang berbahaya, namun saat kista berada di sekitar wajah dan leher, hal itu dapat menyebabkan pembengkakan di bawah kulit. Salah satu masalah utama dengan kista adalah dapat pecah dan menyebabkan infeksi jaringan di sekitarnya.

Kista tulang belakang yang tidak diobati dapat tumbuh cukup besar untuk melukai sumsum tulang belakang atau saraf.

Sementara kista ovarium biasanya bersifat nonkanker sehingga dapat tumbuh cukup besar. Hal ini dapat memengaruhi posisi ovarium. Kista juga dapat menyebabkan ovarium memutar (torsion). Keadaan ini dapat mengganggu aliran darah ke ovarium, sehingga dapat memengaruhi kemampuan Anda untuk hamil.

Pencegahan Kista Dermoid

Sebagian besar kista muncul saat lahir, sehingga tidak ada cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegahnya. Selain itu, Anda juga tidak mungkin mengembangkannya di kemudian hari.

 

  1. Anonim. Dermoid Cyst. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/sdermoid-cyst#1. (Diakses pada 3 Desember 2020).
  2. Roland, James. 2018. What You Should Know About Dermoid Cysts. https://www.healthline.com/health/dermoid-cyst. (Diakses pada 3 Desember 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi