Terbit: 7 Juli 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Kista Bartholin adalah pembengkakan yang terdapat di kelenjar Bartholin, kelenjar yang memiliki fungsi mengeluarkan cairan yang membantu melumasi vagina. Meski kondisi ini sering kali tidak menyakitkan, akan tetapi jika kista terinfeksi, hal tersebut bisa mengembangkangkan kumpulan nanah. Simak gejala, penyebab kista bartholin, hingga cara mengatasinya di bawah ini.

Kista Bartholin: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa Itu Kista Bartholin?

Kista Bartholin adalah pembengkakan berisi cairan di salah satu kelenjar Bartholin. Kelenjar Bartholin terletak di kedua sisi bibir vagina. Kelenjar ini mengeluarkan cairan yang membantu melindungi jaringan vagina selama hubungan seksual.

Kista ini biasanya berkembang pada wanita usia produktif dan sebelum menopause. Selain itu, bentuk kista Bartholin juga tidak mudah dilihat dengan mata telanjang.

Gejala Kista Bartholin

Jika Anda memiliki kista Bartholin kecil yang tidak terinfeksi, sering kali Anda tidak menyadari keberadaannya. Namun jika kista tumbuh, Anda mungkin akan merasakan benjolan di dekat lubang vagina

Sementara itu, infeksi pada kista dapat terjadi dalam hitungan hari. Jika kista terinfeksi, Anda mungkin mengalami:

  • Benjolan lembut dan nyeri di dekat lubang vagina
  • Ketidaknyamanan saat berjalan atau duduk
  • Nyeri saat berhubungan intim
  • Muncul demam

Kista Bartholin adalah kondisi yang biasanya terjadi hanya pada satu sisi lubang vagina.

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda memiliki benjolan yang menyakitkan dan tidak membaik setelah melakukan sejumlah perawatan rumahan. Jika benjolan baru muncul saat usia Anda di atas 40 tahun, benjolan ini mungkin merupakan masalah yang lebih serius seperti kanker.

Penyebab Kista Bartholin

Para ahli belum menemukan penyebab pasti kenapa terjadi sumbatan di kelenjar Bartholin. Namun, sejumlah pakar menduga bahwa saluran di kelenjar ini menjadi terhambat mungkin disebabkan oleh infeksi atau cedera

Kista yang terinfeksi dapat membentuk abses. Bakteri yang dapat menyebabkan infeksi termasuk Escherichia coli (E. coli). Dalam kasus yang jarang terjadi, kondisi ini mungkin disebabkan oleh infeksi menular seksual (IMS) seperti gonore atau klamidia.

Faktor Risiko Kista Bartholin

Meskipun wanita dari segala usia dapat mengembangkan kista, kondisi ini lebih umum terjadi pada wanita usia subur, terutama usia 20 sampai 29 tahun. Seorang wanita lebih mungkin memiliki kondisi ini ketika:

  • Muda dan aktif secara seksual
  • Belum hamil
  • Baru saja mengalami satu kehamilan

Diagnosis Kista Bartholin

Dokter biasanya dapat mendiagnosis kista Bartholin setelah mengevaluasi riwayat medis dan melakukan pemeriksaan panggul. Jika Anda memiliki kista yang terinfeksi, dokter mungkin perlu mengambil sampel cairan vagina untuk menentukan apakah ada penyakit menular seksual.

Jika Anda berusia lebih dari 40 tahun atau pascamenopause, dokter mungkin akan melakukan biopsi untuk memeriksa sel-sel kanker. Apabila kanker menjadi penyebabnya, Anda mungkin akan dirujuk ke dokter spesialis onkologi ginekologi.

Pengobatan Kista Bartholin

Sering kali kista Bartholin tidak memerlukan perawatan, terutama jika kista tidak menyebabkan tanda atau gejala. Perawatan dibutuhkan tergantung pada ukuran kista, tingkat ketidaknyamanan, dan apakah kista terinfeksi.

Beberapa opsi perawatan yang mungkin direkomendasikan, di antaranya:

  • Sitz Bath

Sitz bath adalah terapi air hangat yang dapat membantu meringankan rasa sakit akibat pembengkakan atau iritasi pada perineum, area kulit antara liang vagina dengan anus (dubur). Metode ini juga dapat membantu kista kecil yang terinfeksi supaya pecah dan mengalir dengan sendirinya.

  • Surgical Drainage

Anda mungkin perlu operasi untuk mengeringkan kista yang terinfeksi atau sangat besar. Prosedur ini dapat dilakukan dengan menggunakan anestesi lokal atau sedasi.

Dokter akan membuat sayatan kecil di dalam kista, membiarkannya mengalir, dan kemudian menempatkan tabung karet kecil (kateter) di sayatan. Kateter tetap terpasang hingga enam minggu untuk menjaga sayatan tetap terbuka dan memungkinkan drainase lancar.

  • Antibiotik

Obat kista Bartholin yang mungkin diresepkan adalah antibiotik. Dokter bisa menyarankan antibiotik jika kista terinfeksi atau jika diagnosis menunjukkan bahwa Anda memiliki infeksi menular seksual. Namun, jika abses terkuras dengan baik, Anda mungkin tidak perlu antibiotik.

  • Marsupialisasi

Jika kista berulang atau mengganggu aktivitas sehari-hari, prosedur marsupialisasi dapat membantu. Dokter akan menjahit setiap sisi sayatan drainase untuk membuat lubang permanen yang panjangnya kurang dari 6 milimeter.

Sementara itu, pada kasus kista yang tidak efektif setelah melakukan beberapa perawatan di atas, dokter Anda dapat merekomendasikan operasi untuk mengangkat kelenjar Bartholin. Pengangkatan kelenjar secara operasi membawa risiko lebih besar seperti pendarahan atau komplikasi.

Komplikasi Kista Bartholin

Kista bisa terinfeksi dan menyebabkan abses. Abses adalah sekumpulan nanah yang terkumpul di satu titik pada bagian tubuh tertentu.

Abses jenis ini merupakan konsentrasi nanah pada kelenjar Bartholin yang ada di bibir vagina. Kista terbentuk saat kelenjar ini tersumbat dan nanah muncul sebagai akibat dari kista yang mengalami infeksi.

Jika kondisi ini tidak mendapatkan penanganan yang tepat, infeksi dapat menyebar ke organ lain di tubuh Anda. Infeksi dapat memasuki aliran darah, suatu kondisi yang disebut septikemia. Kondisi ini berbahaya karena infeksi dapat dibawa ke seluruh tubuh.

Pencegahan Kista Bartholin

Pada dasarnya tidak ada cara untuk mencegah kondisi ini. Namun, dengan menerapkan praktik seks yang lebih aman—seperti menggunakan kondom—dan menjaga kebersihan organ genital dapat membantu mencegah infeksi kista hingga pembentukan abses.

Selain itu, kista Bartholin juga dapat merespon kompres hangat dalam beberapa hari. Ketika abses terbentuk yang membutuhkan sayatan, penyembuhan mungkin memakan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu, tergantung pada ukuran abses.

Kista dan abses berulang yang diobati dengan prosedur bedah mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Namun, prosedur ini sangat efektif mencegah infeksi datang kembali. Silakan periksa ke dokter Spesialis Kandungan bila Anda mengalami gejala tersebut di atas.

 

  1. Anonim. Bartholin’s cyst. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bartholin-cyst/symptoms-causes/syc-20369976. (Diakses pada 7 Juli 2020).
  2. Anonim. What Is a Bartholin’s Gland Cyst?. https://www.webmd.com/women/guide/bartholins-gland-cyst#1. (Diakses pada 7 Juli 2020).
  3. Anonim. Bartholin’s Gland Cyst. https://www.health.harvard.edu/a_to_z/bartholins-gland-cyst-a-to-z. (Diakses pada 7 Juli 2020).
  4. Brazier, Yvette. 2017. What is a Bartholin’s cyst?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/185022. (Diakses pada 7 Juli 2020).
  5. DePietro, MaryAnn. 2017. Bartholin’s cyst. https://www.healthline.com/health/bartholins-gland-cyst#treatment. (Diakses pada 7 Juli 2020).
  6. Wint, Carmella. Matthew Solan. Kathryn Watson. 2018. Bartholin’s Abscess. https://www.healthline.com/health/bartholins-abscess#prevention. (Diakses pada 7 Juli 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi