Terbit: 3 Desember 2019 | Diperbarui: 4 Desember 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Pada Mei 2016 lalu, anak berusia 5 tahun bernama Tijn Kolsteren dari Hapert, Belanda, mengalami gejala berupa demam tinggi dan mual-mual. Sayangnya, sesampainya di rumah sakit, dokter mendiagnosisnya dengan kanker ganas di otaknya. Meskipun sudah menjalani pengobatan, besar kemungkinan Tijn akan meninggal dunia.

Seluruh Warga Belanda Menangis Saat Anak Penderita Kanker Otak Ini Meninggal

Meski orang tuanya sedih mendengar kabar ini, Tijn memilih untuk teap menjadi anak yang ceria. Saat akan menjalani kemoterapi, Tijn bertanya pada dokter tentang apakah ada banyak anak yang mengalami nasib seperti dirinya. Sang dokter menjawab bahwa ada banyak anak lain yang juga mengalami kanker otak, namun tidak semua anak bisa berobat, apalagi anak dari keluarga miskin atau tinggal di negara yang tertinggal.

Sejak saat itu, Tijn berusaha untuk mencari cara untuk menggalang dana bagi anak-anak penderita kanker otak lainnya yang tidak mampu. Orang tuanya menangis haru tatkala tahu anaknya masih memikirkan nasib orang lain meski dirinya sendiri sedang menderita.

Tijn kemudian membawa cat kuku milik ibunya untuk dibawa ke sekolah. Disana, Ia berkata akan menggalang dana bagi anak penderita kanker otak yang tidak mampu dengan cara mengecat kuku teman-temannya dengan upah 1 Euro. Ide ini ternyata disambut positif oleh teman-temannya, bahkan, teman-teman dari kelas lain mulai ikut meminta Tijn mengecat kukunya.

Usaha penggalangan dana Tijn kemudian viral di Belanda. Banyak orang yang kemudian datang ke rumah Tijn untuk meminta dicat kukunya dan memberikan sumbangan. Tak hanya 1 atau 2 Euro, banyak orang termasuk selebritis dan Perdana Menteri Belanda yang bahkan menyumbang hingga ratusan atau ribuan Euro. Hingga bulan Mei 2017, Tijn berhasil mengumpulkan 9 juta Euro atau sekitar Rp 146 Miliar!

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

Pada tanggal 7 Juli 2017 atau hanya seminggu sebelum ulang tahunnya yang ke-7, Tijn menghembuskan nafasnya yang terakhir. Sesuai dengan pesannya, semua uang ini disumbangkan kepada anak-anak penderita kanker otak yang tidak mampu di seluruh dunia melalui Semmy Foundation.

Kematian Tijn membuat seluruh Belanda bersedih, namun usahanya yang luar biasa untuk melakukan penggalangan dana membuatnya dikenang sebagai anak yang memberikan harapan bagi anak-anak lain di seluruh dunia dan membuat orang tuanya sangat bangga.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi