Terbit: 17 Oktober 2019
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Kinesio Tape adalah plester berwarna-warni yang biasa digunakan atlet untuk mengurangi risiko cedera. Ketahui apa itu kinesio tape, manfaat, cara kerja, cara menggunakan, dll.

Kinesio Tape: Manfaat, Cara Pakai, Cara Melepas, dll

Apa Itu Kinesio Tape?

Kinesio tape adalah plaster terapi yang digunakan untuk mengurangi cedera, mengatasi rasa sakit, risiko bengkak, serta menambah performa gerak di bagian tubuh seperti bahu, lutut, siku, punggung dan perut.

Jika Anda pernah melihat atlet badminton, bola, voli, atau pelari menggunakan plester warna-warni di bagian tubuh mereka, itu adalah kinesio tape atau plester kinesio. Plester kinesio bekerja pada sistem otot, peredaran darah, saraf, dan tentu saja persendian.

Plester kinesio dikembangkan oleh Dr. Kenzo Kase, yaitu seorang Kiropraktik asal Jepang yang ingin membuat plester untuk mengatasi berbagai kondisi otot dan sendi namun tidak membatasi gerakan seperti plester atletik tradisional yang tidak elastis.

Plester kinesio diperkenalkan pertama kali pada tahun 1970 dan mulai terkenal pada Summer Olympic 2008. Kinesio tape adalah plaster yang dipercaya sangat efektif mengurangi cedera dan masalah otot, namun keefektifan plester ini masih dipertanyakan sehingga penelitian medis masih dibutuhkan.

Manfaat Kinesio Tape untuk Kesehatan

Plester kinesio didesain dengan elastisitas yang sama dengan elastisitas kulit Anda sehingga plester ini tetap dapat mendukung pergerakan otot dan sendi Anda dengan luwes. Plester kinesio dibuat dari campuran kapas dan nilon yang tahan air, bahkan dapat bertahan tiga sampai lima hari.

Berikut ini adalah daftar manfaat kinesio tape, yaitu:

1. Mengatasi Cedera

Asosiasi Terapi Fisik Amerika mengungkapkan bahwa plester kinesio adalah plester yang paling efektif untuk mengatasi sebagian atau seluruh perawatan seseorang yang mengalami cedera, serta bersamaan dengan perawatan terapi manual.

Plester kinesio digunakan sebagai perawatan tambahan untuk mengurangi rasa sakit, keseleo, dan meredakan pembengkakan pada bagian tubuh yang cedera.

Baca Juga: 8 Langkah Mengobati Cedera Otot Secara Alami

2. Meningkatkan Performa Gerak

Para atlet menggunakan plester kinesio pada perlombaan olahraga khusus untuk mendukung performa mereka. Plester kinesio dipercaya dapat meningkatkan kerja otot sehingga mereka memiliki kinerja yang lebih maksimal.

Atlet lari maraton biasanya menggunakan plester kinesio di sepanjang otot glute agar mereka memiliki gerakan yang lebih fleksibel dan dapat berlari lebih cepat. Plester kinesio ditempelkan di otot-otot tertentu sesuai dengan target dan tujuan atlet.

3. Melatih Otot

Manfaat kinesio tape adalah untuk melatih otot-otot yang lemah atau otot-otot yang belum terlatih. Para terapis fisik bahkan mengungkapkan bahwa terdapat sensasi di kulit dan otot setelah menggunakan plester kinesio sehingga Anda dapat menyadari bagaimana otot bekerja saat Anda berdiri atau berjalan.

Pada sebuah studi di tahun 2017, pasien stroke juga menggunakan plester kinesio untuk membantu otot-otot mereka agar bisa berjalan.

4. Melatih Kinerja Sendi

Para atlet yang menggunakan plester kinesio membuktikan bahwa sendi dan otot mereka yang lelah terasa membaik dan bahkan kinerjanya meningkat saat menggunakan plester kinesio. Hal ini dikarenakan plester kinesio berfungsi untuk memberi dukungan ekstra pada sendi dan otot.

Anda juga dianjurkan untuk menggunakan plester kinesio untuk membantu kinerja sendi dan otot bila Anda memiliki kondisi patellofemoral stress syndrome, IT band friction syndrome, dan achilles tendonitis. 

5. Mengatasi Luka

Kinesio tape memang tidak dianjurkan digunakan pada luka terbuka, namun terdapat beberapa penelitian yang menyarankan untuk menggunakan plester kinesio ini untuk mengatasi bekas luka pasca operasi atau cedera. Bila Anda ingin menggunakan plester kinesio untuk tujuan apapun, sebaiknya konsultasi terlebih dahulu dengan terapis fisik Anda.

6. Mengatasi Pembengkakan

Manfaat kinesio tape selanjutnya adalah untuk mengatasi pembengkakan. Bahan plester kinesio yang elastis memberikan efek vakum pada kulit untuk melancarkan aliran darah pada bagian yang bengkak. Plester kinesio juga lebih nyaman digunakan karena Anda tetap bisa bergerak secara normal, tidak terbatas seperti saat Anda menggunakan plester medis atau plester atletik.

Terdapat banyak manfaat kinesio tape yang sering digunakan pada atlet untuk meningkatkan performa mereka, namun belum Ada uji klinis resmi tentang keunggulan plester kinesio ini. Beberapa pihak bahkan mengatakan bahwa plester kinesio tidak memberi efek apapun selain sugesti atau efek plasebo dari orang yang menggunakan plester kinesio ini.

Baca Juga: Kiat Menguatkan Betis untuk Calon Atlet Lari

Cara Menggunakan Kinesio Tape

Plester kinesio biasanya diaplikasikan dengan pola X, Y, I, atau pola lainnya namun Anda harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan terapis Anda sebelum menggunakan plester kinesio dengan benar dan sesuai dengan target otot Anda.

Berikut ini adalah cara menggunakan kinesio tape, yaitu:

  • Bersihkan bagian kulit yang akan ditempeli plester kinesio.
  • Sebaiknya cukur bulu-bulu lebat di kulit terlebih dahulu.
  • Buka plester kinesio Anda dan jangan sampai menyentuh bagian perekatnya.
  • Plester kinesio dapat elastis sampai 75%.
  • Aplikasikan plester kinesio pada kulit Anda sesuai dengan pola yang dibutuhkan.
  • Setelah selesai, pastikan plester kinesio sudah menempel dengan menggosoknya.
  • Tunggu minimal 20 menit sampai plester kinesio benar-benar merekat sebelum Anda melakukan aktivitas berat.

Anda dapat mengaplikasikan plester kinesio sendiri bila terapis Anda sudah mengajarkannya dengan benar. Penting juga untuk mengetahui target otot dan sendi Anda sesuai dengan tujuan perawatan Anda dengan plester kinesio ini.

Cara Melepas Kinesio Tape

Anda dapat menggunakan plester kinesio selama tiga sampai lima hari dan tidak masalah untuk dipakai saat mandi atau berenang. Bila Anda menggunakan kinesio tape sampai lima hari, biasanya plester kinesio akan mengendur dengan sendirinya.

Berikut ini adalah beberapa tips dan cara melepas kinesio tape agar tidak menyakiti kulit Anda, yaitu:

  • Aplikasikan minyak zaitun atau baby oil di bagian atas plester untuk dibuka.
  • Pelan-pelan buka plester kinesio, jangan ditarik keras.
  • Kompres kulit Anda sambil lepaskan sampai ke ujung plester.
  • Bila kulit Anda mengalami iritasi, sebaiknya jangan menggunakan plester kinesio lagi.
  • Anda mungkin harus mengaplikasikan baby oil lagi di bagian kulit tersebut.

Cara melepas kinesio tape sangat mudah, namun dalam beberapa kondisi kulit dapat terkena iritasi akibat penggunaan plester kinesio yang terlalu lama.

Baca Juga: Cedera Hamstring: Penyebab, Gejala, Penanganan

Peringatan Kinesio Tape

Berikut ini adalah peringatan dalam menggunakan kinesio tape, Anda tidak dianjurkan menggunakan plester kinesio bila Anda mengalami kondisi:

  • Luka terbuka
  • Trombosis vena dalam
  • Kanker aktif
  • Diabetes
  • Pengangkatan kelenjar getah bening
  • Alergi
  • Kulit rapuh

Kinesio tape adalah plester untuk mengatasi berbagai masalah sendi, otot, serta memuluskan pergerakan dan biasanya digunakan para atlet. Banyak manfaat kinesio tape namun beberapa penelitian uji klinis masih dibutuhkan untuk membuktikan manfaat plester kinesio tersebut.

Itulah penjelasan plester kinesio. Sebagian orang ada yang mempercayai khasiatnya untuk mengatasi cedera namun sebagian lainnya mengatakan plester ini hanya memberi sugesti untuk menyembuhkan nyeri otot dan cedera terkait.

 

  1. Goo, Jayson ATC, MA, CKTI. 2018. Kinesio Taping Method and Kinesio Tex Tape. https://www.medicinenet.com/kinesio_tape/article.htm#what_is_the_kinesio_taping_method. (Diakses pada 17 Oktober 2019).
  2. Mateo, Ashley. 2018. What Exactly Is KT Tape and How Does It Work?. https://www.runnersworld.com/health-injuries/a23791766/kt-tape/. (Diakses pada 17 Oktober 2019).
  3. Stanborough, Rebecca Joy MFA. 2019. What is Kinesiology Tape?. https://www.healthline.com/health/kinesiology-tape. (Diakses pada 17 Oktober 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi