Ketombe – Penyebab, Gejala, & Cara Menghilangkan Ketombe

ketombe-doktersehat
Photo Credit: flickr.com/Light Therapy

DokterSehat.Com– Ketombe adalah kondisi kulit kepala yang menyebabkan munculnya serpihan putih dari kulit, disertai dengan rasa gatal. Penyebab pastinya tidak diketahui, tetapi berbagai faktor meningkatkan risikonya. Ini tidak berhubungan dengan kebersihan yang buruk, tetapi mungkin lebih terlihat jika seseorang tidak mencuci atau menyisir rambut. Ketombe bisa memalukan dan sulit diobati, namum ada berbagai macam solusi yang bisa dilakukan di rumah. Baca lebih lanjut tentang penyebab, cara menghilangkan ketombe hingga pencegahannya.

Penyebab Ketombe

Ketombe adalah serpihan putih yang dapat disebabkan oleh bentuk kondisi kulit yang disebut eksim, yang menyebabkan penumpukan sel-sel di kulit kepala. Ketombe juga dapat disebabkan oleh berbagai kondisi berikut:

1. Dermatitis seboroik

Penderita dermatitis seboroik akan mengalami iritasi, kulit berminyak, dan cenderung memiliki ketombe. Dermatitis seboroik memengaruhi banyak area kulit, termasuk punggung telinga, tulang dada, alis, dan sisi hidung. Kulit akan menjadi merah, berminyak, dan ditutupi dengan sisik putih atau kuning yang bersisik.

Dermatitis seboroik terkait erat dengan Malassezia, jamur yang biasanya hidup di kulit kepala dan memakan minyak yang dikeluarkan oleh folikel rambut.

Kondisi tersebut biasanya tidak menyebabkan masalah, tetapi pada beberapa orang menjadi terlalu aktif, menyebabkan kulit kepala iritasi dan menghasilkan sel-sel kulit ekstra. Ketika sel-sel kulit ekstra ini mati dan rontok, kemudian bercampur dengan minyak dari rambut dan kulit kepala, yang pada akhirnya menjadi penyebab ketombe.

2. Jarang menyisir rambut

Menyisir atau merapikan rambut secara teratur dapat mengurangi risiko munculnya ketombe, karena membantu shedding atau peluruhan kulit mati di kepala. Maka dari itu usahakan untuk menyisir rambut setelah mandi.

3. Kulit kering

Penderita kulit kering lebih cenderung memiliki ketombe. Ketika udara musim dingin dan suhu kamar yang terlalu panas adalah penyebab kulit gatal dan mengelupas. Ketombe yang berasal dari kulit kering cenderung timbul serpihan yang lebih kecil dan tidak berminyak.

4. Produk sampo dan perawatan kulit

Produk perawatan rambut tertentu mungkin menjadi penyebab ketombe di kulit kepala, yang ditandai dengan gejala kulit kemerahan, gatal dan bersisik.

Sering menggunakan sampo juga dapat menyebabkan ketombe, karena dapat mengiritasi kulit kepala. Sementara beberapa orang mengatakan tidak cukup keramas dapat menyebabkan penumpukan minyak dan sel-sel kulit mati.

5. Kondisi kulit tertentu

Penderita psoriasis, eksim, dan beberapa gangguan kulit lainnya cenderung lebih sering mengalami ketombe. Tinea capitis, infeksi jamur juga dikenal sebagai kulit kepala kurap, yang menjadi penyebab ketombe.

6. Kondisi medis

Orang dewasa dengan penyakit Parkinson dan beberapa penyakit neurologis lainnya lebih rentan terhadap ketombe dan dermatitis seboroik.

Satu penelitian menemukan bahwa antara 30 dan 83 persen penderita HIV memiliki dermatitis seboroik, dibandingkan dengan 3 hingga 5 persen pada populasi umum. Pasien yang pulih dari serangan jantung atau stroke dan mereka yang memiliki sistem kekebalan yang lemah mungkin lebih rentan terhadap ketombe.

7. Kekurangan nutrisi

Tidak cukup mengonsumsi makanan yang mengandung zinc, vitamin B, dan beberapa jenis lemak dapat meningkatkan risiko ketombe.

8. Ragi

Orang yang sensitif terhadap ragi atau jamur memiliki kemungkinan ketombe sedikit lebih tinggi, sehingga ragi dapat menjadi penyebab katombe. Ketombe biasanya lebih buruk selama musim dingin dan lebih baik ketika cuaca lebih hangat. Ini mungkin karena sinar ultraviolet-A (UVA) dari matahari yang menangkal ragi.

Folikel rambut dan kelenjar minyak membuat minyak yang disebut sebum, mungkin menjadi tempat berkembang biak bagi ragi atau jamur. Jamur ini memang biasa hidup pada kulit, tapi terlalu banyak jamur dapat menyebabkan ketombe.

9. Kulit kepala sensitif

Sensitivitas kulit kepala terhadap produk perawatan rambut (dermatitis kontak). Terkadang kepekaan terhadap bahan-bahan tertentu terhadap produk perawatan rambut atau pewarna rambut dapat menyebabkan kulit kepala merah, bersisik, dan gatal.

10. Usia

Kemunculan ketombe lebih mungkin terjadi sejak usia remaja hingga usia paruh baya, meskipun bisa seumur hidup. Ketombe lebih sering terjadi pada pria daripada wanita, mungkin karena alasan yang berkaitan dengan hormon.

Gejala Ketombe

Gejala umum dari ketombe dapat Anda kenali dengan mudah, berikut ini gejala ketombe yang mungkin muncul pada kepala:

  1. Kulit mati seperti serpihan berwarna putih
  2. Kulit berminyak
  3. Tampak serpihan putih pada rambut dan bahu
  4. Kulit kepala cenderung gatal
  5. Kulit kepala mengelupas

Kulit kepala Anda mungkin mengalami dua kondisi, yaitu kulit kepala kering yang berlebihan atau justru terlalu berminyak.

Kemungkinan Anda bisa mendapatkan ketombe pada bagian tubuh selain kulit kepala, seperti:

  1. Dahi
  2. Alis
  3. Bulu mata
  4. Telinga

Sementara kulit yang terkelupas di dada atau di mana saja, bisa menjadi tanda dari ketombe, yang merupakan bentuk ringan dari dermatitis seboroik. Jika kulit tubuh berminyak, juga bisa menjadi gejala.

Jika mengalami beberapa gejala yang cukup parah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter tentang bagaimana perawatan yang tepat untuk Anda.

Cara Menghilangkan Ketombe

Perawatan untuk mengilangkan ketombe di rumah dapat membantu mencegah dan menyingkirkan gejala ketombe, caranya sebagai betikut:

1. Gunakan sampo antiketombe

Cara menghilangkan ketombe yang pertama adalah memilih sampo yang tepat untuk kulit kepala Anda. Berbagai produk sampo tersedia di pasaran mengandung bahan-bahan berbeda. Untuk itu cobalah beberapa sampo akan membantu Anda mengetahui jenis sampo antiketombe yang paling efektif untuk Anda. Coba langkah berikut.

  • Keramas setiap hari untuk mencegah penumpukan sel kulit mati pada kulit kepala Anda.
  • Jika sampo antiketombe membantu menghentikan ketombe untuk sementara tetapi masalah ketombe kembali, cobalah sampo antiketombe yang berbeda.

2. Gosok kulit kepala

Ketika mencuci rambut Anda, gosok dengan sampo hingga berbusa, bilas, kemudian berikan sampo lagi untuk kedua kalinya dan kembali gosok kulit kepala Anda. Cara ini akan membantu mengangkat sel-sel kulit mati berlebih. Agar tidak melukai kulit kepala, gosoklah dengan lembut.

Setelah menggunakan sampo kedua kalinya, biarkan sampo selama 5 menit. Cara ini akan memberikan waktu sampo antiketombe untuk bekerja lebih baik.

3. Bilas sampai bersih

Cara menghilangkan ketombe pada tahap ini akan membantu menyingkirkan semua sel kulit mati yang telah terlepas dari kulit kepala saat keramas.

Sampo berbahan khusus dari toko obat dapat mengobati ketombe, di antaranya:

  1. Ketokonazol, obat ketombe ini dapat menghilangkan serpihan putih yang disebabkan oleh jamur
  2. Asam salisilat menghilangkan kulit yang terkelupas, tetapi juga bisa mengeringkan kulit kepala dan terkadang bisa membuat kulit kepala lebih gatal
  3. Selenium sulfida, obat ketombe yang satu ini dapat memperlambat penumpukan sel-sel kulit mati dan jamur
  4. Tar memperlambat penumpukan sel kulit mati, tetapi mungkin menghitamkan rambut pirang, abu-abu, atau rambut yang diwarnai
  5. Zinc pyrithione dapat menyerang jamur yang dapat menyebabkan ketombe.

Sementara beberapa penelitian mendukung terapi ketombe, meskipun belum diketahui secara pasti tentang kebenarannya. Berikut ini adalah obat ketombe yang alami:

  1. Lidah buaya. Menggunakan lidah buaya pada kulit kepala akan membantu mengurangi gatal dan penumpukan kulit mati di kepala
  2. Sampo tea tree oil. Menggunakan tea tree oil 5 persen akan mengurangi ketombe dan sensasi rasa gatal
  3. Sampo serai. Mencuci rambut dengan sampo serai 2 persen mampu melawan jamur penyebab ketombe.

Komplikasi Ketombe

Jarang ada komplikasi ketombe, dan biasanya tidak perlu berkonsultasi dengan dokter. Namun, terkadang ketombe bisa menjadi pertanda kondisi medis yang lebih serius.

Segera cari bantuan medis jika mengalami gejala berkut:

  • Ada tanda-tanda infeksi, seperti kemerahan atau bengkak
  • Ketombe sangat parah, atau bertahan lama setelah perawatan di rumah
  • Ada tanda-tanda eksim, psoriasis, atau kulit kepala sangat gatal

Meski komplikasi jarang terjadi pada ketombe, tetapi bisa diakibatkan oleh salah satu perawatan. Jika sampo atau perawatan kulit kepala menyebabkan iritasi, Anda harus berhenti menggunakannya dan meminta apoteker untuk menyarankan perawatan yang lain.

Individu dengan sistem kekebalan yang lemah, misalnya karena HIV atau AIDS, harus berkonsutasi dengan dokter tentang ketombe.

Pencegahan Ketombe

Maskipun tidak berketombe, Anda mungkin perlu melakukan pencegahan. Berikut ini beberapa tips untuk mencegah ketombe dan kulit kepala kering:

1. Sering mencuci rambut

Sering-seringlah mencuci rambut dengan menggunakan sampo anti ketombe. Pastikan membilasnya hingga benar-benar bersih dari sisa sampo.

2. Hindari produk yang mengandung bahan kimia

Hindarilah produk rambut yang menggunakan bahan kimia keras, seperti pemutih dan alkohol. Bahan-bahan tersebut bisa membuat kulit kepala kering. Hindari pula produk yang menyebabkan kulit mati menumpuk di kepala.

3. Berjemur di bawah sinar matahari

Berjemurlah di bawah sinar matahari setiap pagi selama beberapa menit. beberapa fakta menyatakan bahwa paparan sinar ultraviolet dapat membantu mengendalikan ketombe.

Namun, jangan terlalu lama berjemur ya, karena paparan sinar matahari terlalu banyak dapat meningkatkan risiko kanker kulit!

4. Hindari stres

Kendalikanlah stres Anda dengan beberapa cara seperti meditasi, yoga, latihan pernapasan dalam, dan teknik relaksasi lainnya.

Jika sudah mencoba cara menghilangkan ketombe di atas, namun ketombe tak kunjung hilang, segera konsultasikan dengan dokter spesialis kulit.

Sumber:

https://www.medicalnewstoday.com/articles/152844.php diakses 24 Juli 2019.

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dandruff/symptoms-causes/syc-20353850 diakses 24 Juli 2019.

https://www.healthline.com/health/skin-disorders/dandruff-vs-dry-scalp#prevention diakses 24 Juli 2019.