Terbit: 18 Agustus 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Ketoasidosis diabetik adalah komplikasi diabetes akibat tubuh memiliki keton terlalu banyak. Selengkapnya ketahui informasi lengkap dari definisi, gejala, penyebab, pengobatan, dan lainnya di bawah ini!

Ketoasidosis Diabetik: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll

Apa Itu Ketoasidosis Diabetik?

Ketoasidosis diabetik adalah komplikasi serius dari diabetes ketika tubuh memproduksi asam darah (keton) yang sangat tinggi.

Ketoasidosis berbeda dengan ketosis (kondisi yang tidak berbahaya). Ketosis terjadi akibat kekurangan karbohidrat (diet ketogenik atau puasa), sedangkan ketoasidosis hanya terjadi jika tidak memiliki cukup insulin di tubuh untuk memproses kadar glukosa yang tinggi dalam darah.

Penyakit ini lebih jarang terjadi pada penderita diabetes tipe 2 karena kadar insulin biasanya tidak turun terlalu rendah. Ketoasidosis mungkin merupakan tanda pertama diabetes tipe 1 karena penderita penyakit ini tidak dapat membuat insulin sendiri.

Tanda dan Gejala Ketoasidosis Diabetik

Tanda dan gejala biasanya berkembang dengan cepat atau terkadang dalam waktu 24 jam. Bagi sebagian orang, tanda dan gejalanya mungkin indikasi pertama menderita diabetes.

Berikut ini sejumlah tanda dan gejala ketoasidosis diabetik:

  • Haus yang berlebihan.
  • Mual dan muntah.
  • Sakit perut.
  • Sering buang air kecil.
  • Tubuh terasa lemas atau kelelahan.
  • Sesak napas.
  • Napas beraroma buah.
  • Kebingungan atau linglung.

Ciri-ciri ketoasidosis diabetik yang lebih spesifik, dapat dideteksi melalui alat tes darah dan urine di rumah, termasuk kadar gula darah tinggi (hiperglikemia) dan kadar keton tinggi dalam urine.

Kapan Waktu Tepat yang Harus ke Dokter?

Jika merasa sakit, stres, atau baru saja mengalami penyakit atau cedera, sebaiknya rajin memeriksakan kadar gula darah ke dokter atau periksa secara mandiri menggunakan alat tes keton urine yang dijual bebas.

Segera hubungi dokter jika mengalami kondisi berikut:

  • Muntah dan tidak dapat mentolerir makanan atau cairan.
  • Kadar gula darah lebih tinggi dan tidak merespons perawatan di rumah.
  • Kadar keton urine sedang atau tinggi.

Cari perawatan darurat jika mengalami:

  • Kadar gula darah secara konsisten lebih tinggi dari 300 miligram per desiliter (mg/dL), atau 16,7 milimol per liter (mmol/L).
  • Memiliki keton dalam urine.
  • Memiliki beberapa tanda dan gejala ketoasidosis diabetik, termasuk rasa haus yang berlebihan, sering buang air kecil, mual dan muntah, sakit perut, sesak napas, napas beraroma buah, dan kebingungan.

Penyebab Ketoasidosis Diabetik

Penyakit ini terjadi ketika kadar gula darah sangat tinggi dan kadar insulin rendah. Tubuh pada dasarnya membutuhkan insulin untuk menggunakan glukosa yang tersedia di dalam darah. Dalam ketoasidosis diabetik, glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel, sehingga menumpuk dan mengakibatkan kadar gula darah tinggi.

Tubuh merespons dengan mulai memecah lemak menjadi bahan bakar yang bisa digunakan dan tidak membutuhkan insulin. Bahan bakar ini disebut keton. Ketika tubuh memproduksi keton terlalu banyak, darah menjadi asam, sehingga disebut ketoasidosis diabetik.

Penyebab ketoasidosis yang paling umum, di antaranya:

  • Penyakit atau infeksi. Infeksi atau penyakit tertentu dapat menyebabkan tubuh memproduksi hormon tertentu yang lebih tinggi, seperti hormon adrenalin atau kortisol. Namun, hormon ini melawan efek insulin, yang terkadang memicu kelebihan keton dalam tubuh. Penyakit penyebab yang paling umum adalah pneumonia dan infeksi saluran kemih (ISK).
  • Masalah pada terapi insulin. Perawatan insulin yang terlewatkan atau terapi insulin yang tidak memadai seperti penyumbatan di pompa insulin, dapat menyebabkan kekurangan insulin dalam tubuh. Kondisi ini memicu ketoasidosis diabetik.

Baca Juga: Diabetes Tipe 1: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatan

Faktor Risiko Ketoasidosis Diabetik

Terdapat sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko tinggi mengalami ketoasidosis diabetik, di antaranya:

  • Memiliki diabetes tipe 1.
  • Berusia di bawah 19 tahun.
  • Memiliki riwayat trauma, baik emosional maupun fisik.
  • Memiliki riwayat serangan jantung atau stroke.
  • Sering melewatkan dosis insulin.
  • Stres.
  • Mengalami demam tinggi.
  • Merokok
  • Kecanduan obat-obatan atau alkohol.

Diagnosis Ketoasidosis Diabetik

Jika pasien diduga mengalami gejala penyakit ini, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan berbagai tes darah. Dalam beberapa kasus, tes tambahan mungkin diperlukan untuk membantu menentukan penyebab ketoasidosis diabetik.

1. Tes Darah

Prosedur tes darah yang dilakukan dokter untuk mendiagnosis penyakit ini untuk mengukur kadar gula darah, keton, dan keasaman darah:

  • Kadar gula darah. Jika tubuh tidak memiliki insulin yang cukup untuk memungkinkan gula masuk ke dalam sel, kadar gula darah akan naik (hiperglikemia). Ketika tubuh memecah lemak dan protein untuk energi, kadar gula darah akan terus meningkat.
  • Tingkat keton. Ketika tubuh memecah lemak dan protein untuk energi, keton memasuki aliran darah.
  • Keasaman darah. Jika memiliki keton yang berlebih dalam darah, darah akan menjadi asam (asidosis). Kondisi ini dapat mengubah fungsi normal organ di seluruh tubuh.

2. Tes Tambahan Lainnya

Dokter mungkin akan melakukan tes tambahan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan yang mendasari, yang mungkin memicu kelebihan keton dan untuk memeriksa kemungkinan komplikasi. Tes tambahan ini, termasuk tes elektrolit darah, urinalisis, rontgen dada, dan elektrokardiogram (EKG).

Pengobatan Ketoasidosis Diabetik

Perawatan biasanya dengan pendekatan untuk membuat kadar gula darah dan insulin normal. Jika didiagnosis memiliki penyakit ini tetapi belum didiagnosis memiliki diabetes, dokter akan menyarankan perawatan diabetes untuk mencegah ketoasidosis berulang. Jika disebabkan oleh infeksi atau penyakit, dokter dapat mengobatinya dengan antibiotik.

Berikut ini beberapa cara mengobati ketoasidosis diabetik:

1. Penggantian Cairan

Ketika dalam perawatan di rumah sakit, dokter kemungkinan besar akan memberikan cairan. Jika memungkinkan dokter dapat memberikannya secara oral, tetapi mungkin harus menerima cairan melalui infus. Penggantian cairan ini membantu mengatasi dehidrasi yang menyebabkan kadar gula darah lebih tinggi.

2. Terapi Insulin

Insulin mungkin diberikan kepada pasien secara intravena sampai kadar gula darah turun di bawah 240 mg/dL. Saat kadar gula darah di kisaran yang dapat diterima, dokter dan pasien akan bekerja sama dalam membantu menghindari kekambuhan ketoasidosis diabetik di kemudian hari.

3. Penggantian Elektrolit

Jika kadar insulin terlalu rendah, kadar elektrolit tubuh juga menjadi sangat rendah. Elektrolit adalah mineral bermuatan listrik untuk membantu tubuh, termasuk jantung dan saraf, untuk berfungsi dengan baik. Penggantian elektrolit biasanya dilakukan melalui infus.

Komplikasi Ketoasidosis Diabetik

Ketoasidosis diabetik yang tidak diobati dapat menyebabkan hilang kesadaran dan akhirnya bisa berakibat fatal. Namun, komplikasi yang paling umum terkait dengan pengobatan seperti pemberian cairan, elektrolit (natrium, kalium, dan klorida), dan insulin.

Berikut ini beberapa komplikasi ketoasidosis diabetik dari pengobatan:

  • Gula darah rendah (hipoglikemia). Insulin memungkinkan gula masuk ke dalam sel, yang menyebabkan kadar gula darah turun. Kadar gula darah turun terlalu cepat dapat mengembangkan gula darah rendah.
  • Kalium rendah (hipokalemia). Cairan dan insulin untuk mengobati kelebihan keton dapat menyebabkan kadar kalium turun terlalu rendah. Kadar potasium yang rendah dapat mengganggu aktivitas otot, saraf, dan jantung.
  • Pembengkakan di otak (edema serebral). Menyesuaikan kadar gula darah yang terlalu cepat menyebabkan pembengkakan di otak. Komplikasi ini lebih sering terjadi pada anak-anak, terutama yang baru didiagnosis diabetes.

Pencegahan Ketoasidosis Diabetik

Cara mencegah penyakit ini memiliki banyak langkah yang bisa dilakukan. Salah satu yang paling penting adalah mengelola diabetes dengan tepat, berikut caranya:

  • Minum obat diabetes sesuai petunjuk.
  • Makan sehat dan tetap terhidrasi dengan cairan.
  • Tes gula darah secara rutin. Cara ini akan membantu mengontrol kadar gula darah, dan jika melihat ada masalah, segera berkonsultasi dengan dokter.

Meskipun tidak sepenuhnya menghindari penyakit atau infeksi, Anda dapat melakukan langkah-langkah untuk membantu mengingat dalam menggunakan insulin dan untuk membantu mencegah dan merencanakan kondisi darurat ketoasidosis diabetik:

  • Pasang alarm jika harus menggunakan insulin pada waktu yang sama setiap hari.
  • Isi ulang alat suntik atau alat suntik di pagi hari. Ini dapat membantu memudahkan melihat apakah melewatkan atau lupas satu dosis.
  • Berkonsultasi dengan dokter tentang menyesuaikan kadar dosis insulin berdasarkan tingkat aktivitas, penyakit, atau faktor lain seperti apa yang Anda makan.
  • Tes urine untuk mengetahui kadar keton selama stres atau penyakit. Cara ini untuk membantu mengetahui kadar keton ringan hingga sedang sebelum mengganggu kesehatan.
  • Dapatkan perawatan medis jika kadar gula darah lebih tinggi dari biasanya atau adanya keton. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah keparahan.

 

  1. Anonim. 2018. What You Should Know About Diabetic Ketoacidosis. https://www.webmd.com/diabetes/ketoacidosis. (Diakses pada 18 Agustus 2020)
  2. Mayo Clinic Staff. 2019. Diabetic ketoacidosis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetic-ketoacidosis/symptoms-causes/syc-20371551. (Diakses pada 18 Agustus 2020)
  3. Wint, Carmella dan Marijane L. 2020. What You Should Know About Diabetic Ketoacidosis. https://www.healthline.com/health/type-2-diabetes/ketoacidosis. (Diakses pada 18 Agustus 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi