9 Penyebab Ketiak Gatal dan Cara Mengatasinya

ketiak-gatal-doktersehat

DokterSehat.Com – Gatal adalah kondisi yang pasti pernah dialami oleh semua orang. Salah satu area tubuh yang kerap mengalami gatal adalah ketiak. Ketiak gatal bervariasi, dari yang ringan hingga cukup mengganggu. Namun gatal di ketiak umumnya akan hilang secara otomatis. Bagaimanapun juga hal ini tentu membuat Anda merasa tidak nyaman, bukan? Lantas,  apa penyebab ketiak gatal? Bagaimana cara mengatasi ketiak gatal?

Ketiak Gatal, Kok Bisa?

Ketiak adalah area tubuh yang tingkat kehangatan dan kelembapannya termasuk paling tinggi di antara area tubuh lainnya. Pada ketiak ini jugalah terdapat kelenjar-kelenjar seperti kelenjar keringat dan kelenjar getah bening. Pun, area ketiak ditumbuhi oleh folikel rambut. Hal ini membuat ketiak rentan untuk mengalami iritasi yang salah satu tandanya adalah gatal.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ketiak gatal biasanya hanya terasa selama beberapa saat dan bisa diobati dengan cara yang sederhana. Gatal di ketiak juga bisa disertai gejala lainnya seperti ruam. Jika ragu, Anda bisa berkonsultasi ke dokter kulit guna memastikan kondisi ini.

Penyebab Ketiak Gatal

Bukan tanpa alasan mengapa ketiak Anda gatal. Ada sejumlah faktor yang ditengarai menjadi penyebab gatal, umumnya berkaitan dengan masalah kulit. Namun ada juga yang mengatakan jika gatal di ketiak bisa menjadi pertanda penyakit kanker. Benarkah demikian?

Berikut adalah penyebab ketiak gatal yang penting untuk Anda ketahui.

1. Infeksi

Salah satu penyebab ketiak gatal yang paling umum adalah infeksi. Infeksi pada ketiak ‘dilakukan’ oleh bakteri atau jamur, dalam hal ini jamur Candida albicans.

Ketiak yang terinfeksi bakteri dan jamur tidak hanya menyebabkan gatal di ketiak, namun juga muncul ruam maupun kurap.

Ketiak gatal akibat infeksi umumnya berkaitan dengan gaya hidup. Anda yang kurang menjaga kebersihan tubuh termasuk area ketiak dengan baik sangat rentan untuk mengalami kondisi ini. Sejumlah kebiasaan lainnya seperti memakai pakaian yang terlalu ketat hingga berada di tempat panas dalam waktu yang cukup lama juga turut berperan dalam ‘membantu’ perkembangan bakteri dan jamur hingga berujung pada ketiak gatal.

Jadi, pastikan untuk selalu menjaga kebersihan ketiak Anda termasuk rutin mencukur bulu ketiak.

2. Cara Mencukur Bulu Ketiak yang Salah

Mencukur bulu ketiak memang menjadi salah satu langkah untuk menjaga kebersihan ketiak. Kendati demikian,  mencukur bulu ketiak juga harus dilakukan dengan cara yang benar karena jika tidak masalahnya akan tetap sama yaitu ketiak menjadi gatal.

Seperti apa cara mencukur bulu ketiak yang salah? Tidak menggunakan shaving gel atau krim khusus adalah salah satunya. Selain itu, mencukur bulu ketiak terlalu sering juga menjadi kesalahan lainnya yang jarang Anda sadari. Alih-alih ketiak terbebas dari gatal, yang terjadi justru ketiak mengalami iritasi sehingga menyebabkan gatal.

3. Penggunaan Deodoran

Deodoran adalah produk yang diciptakan untuk menjaga ketiak tetap kering sekaligus wangi.

Ironisnya, deodoran juga menjadi salah satu penyebab ketiak gatal. Kandungan bahan kimia pada deodoran disebut-sebut dapat menyebabkan iritasi kulit ketiak. Kondisi ini cenderung dialami oleh orang-orang yang memang memiliki kulit sensitif.

Oleh sebab itu, baiknya Anda perlu lebih cermat dalam membeli produk deodoran. Alangkah baiknya untuk meminta saran dokter perihal jenis deodoran yang sesuai dengan kulit Anda.

4. Intertrigo

Intertrigo adalah kondisi di mana terjadi iritasi akibat peradangan (inflamasi) pada sejumlah lipatan kulit, salah satunya ketiak.

Intertrigo disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti:

  • Cuaca panas
  • Ketiak sangat lembap
  • Sirkulasi udara di area ketiak sangat terbatas (biasanya karena memakai pakaian ketat)
  • Terjadi gesekan pada area ketiak

Intertrigo bisa menjadi penyebab ketiak gatal yang Anda alami. Selain gatal, ruam adalah gejala intertrigo lainnya. Gatal di ketiak akibat intertrigo ini acap kali sampai terasa perih sehingga perlu ditangani secepatnya agar tidak mengganggu.

5. Dermatitis

Dermatitis adalah penyakit kulit yang juga kerap menyerang area ketiak dan menjadi penyebab gatal di ketiak.

Dermatitis penyebab ketiak gatal terdiri dari 3 (tiga) jenis, yaitu:

  • Dermatitis Kontak

Dermatitis kontak terjadi akibat paparan kulit ketiak dengan sejumlah bahan kimia seperti parfum, lotion, dan deterjen yang mungkin masih menempel pada baju ketika dikenakan.

Dermatitis kontak akan menyebabkan gatal di ketiak yang pada perkembangannya bahkan membuat kulit ketiak mengalami iritasi yang ditandai dengan gejala ruam kemerahan, kulit pecah-pecah bahkan tampak melepuh.

  • Dermatitis Seboroik

Dermatitis seboroik adalah jenis dermatitis yang disebabkan oleh tingginya kadar minyak kulit di area ketiak.

Mengapa kadar minyak kulit pada ketiak bisa tinggi? Cuaca panas atau dingin, konsumsi obat-obatan, hingga stres disebut-sebut sebagai ‘biang keladinya’. Dermatitis seboroik lantas berujung pada munculnya rasa gatal di ketiak yang disertai gejala kulit bersisik.

  • Dermatitis Atopik (Eksim)

Dermatitis atopik atau eksim menjadi jenis dermatitis penyebab ketiak gatal yang paling umum. Kondisi ini terjadi akibat ketidakmampuan kulit dalam mencegah iritasi maupun infeksi yang disebabkan oleh bakteri.

Selain gatal, eksim menyebabkan kulit ketiak menjadi kering dan berwarna kemerahan (kadang disertai kantong cairan bening). Apabila digaruk, kulit ketiak rentan untuk terluka dan berdarah.

6. Hyperhidrosis

Penyebab ketiak gatal lainnya yang perlu Anda waspadai adalah hyperhidrosis. Hyperhidrosis adalah kondisi di mana terjadi masalah pada kelenjar keringat. Akibatnya, tubuh memproduksi keringat dalam jumlah yang berlebihan.

Banyaknya keringat yang dikeluarkan oleh tubuh lantas membuat area tubuh seperti ketiak menjadi lembap dan mudah gatal karena iritasi maupun infeksi.

7. Psoriasis

Gatal di ketiak juga bisa menjadi pertanda Anda mengalami yang namanya psoriasis. Psoriasis adalah gangguan autoimun yang ditandai dengan munculnya bercak kemerahan pada kulit.

Psoriasis terjadi ketika sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh malah berbalik menyerang, dalam hal ini menyerang jaringan kulit.

8. Miliaria Rubra

Miliaria Rubra adalah penyebab ketiak gatal yang terjadi ketika kelenjar keringat mengalami penyumbatan, biasanya karena kulit terpapar panas sehingga mengalami peradangan.

Kondisi ini lantas menyebabkan timbulnya bercak-bercak berwarna kemerahan pada area ketiak yang disertai rasa gatal dan perih. Miliaria rubra umum kita kenal dengan sebutan ‘biang keringat’.

9. Kanker

Celakanya, ketiak gatal juga menjadi salah satu pertanda awal dari penyakit berbahaya yakni kanker. Adalah limfoma dan kanker payudara, dua jenis kanker yang ditandai oleh gatal di ketiak tersebut.

Limfoma adalah kanker yang menyerang sel darah putih jenis limfosit, sedangkan kanker payudara sebagaimana kita ketahui adalah salah satu kanker yang kerap menjadi ‘momok’ bagi para wanita. Keduanya ternyata dapat dikenali dari kondisi gatal di ketiak sehingga Anda perlu mewaspadainya.

Apabila dalam waktu 7-10 hari ketiak gatal yang Anda alami tak kunjung sembuh, baiknya segera periksakan diri ke dokter guna memastikan kondisi.

Jangan buru-buru panik karena gatal di ketiak akibat kanker adalah hal yang kompleks sehingga tidak usah langsung berasumsi demikian sebelum memeriksakan diri.

Cara Mengatasi Ketiak Gatal

Cara mengatasi ketiak gatal tentu harus disesuaikan dengan penyebab ketiak gatal tersebut. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan guna mengatasi gatal di ketiak. Apa saja? Simak informasinya berikut ini.

1. Menjaga Kebersihan Ketiak

Gatal di ketiak lebih banyak disebabkan oleh infeksi bakteri dan jamur, yang mana keduanya bisa berkembang dengan baik apabila kulit ketiak tidak dijaga kebersihannya.

Oleh sebab itu, pastikan untuk selalu menjaga kebersihan ketiak Anda dengan cara membersihkannya setiap mandi dan cukur bulu ketiak secara rutin. Tentu saja, keduanya harus dilakukan secara benar agar tidak menjadi ‘bumerang’.

2. Salep Gatal

Cara mengatasi ketiak gatal selanjutnya adalah dengan mengoleskan salep gatal pada ketiak Anda. Beberapa contoh salep gatal seperti:

  • Hidrokortison
  • Salep antijamur
  • Calamine

Konsultasikan terlebih dahulu pada dokter atau apoteker sebelum Anda menerapkan cara mengatasi gatal di ketiak yang satu ini.

3. Tidak Menggaruk

Gatal di ketiak tentu membuat Anda merasa ‘gemas’ ingin menggaruknya. Tindakan ini sebenarnya keliru, terlebih jika ketiak gatal disebabkan oleh penyakit kulit seperti dermatitis atau miliaria rubra.

Alih-alih gatal hilang, yang terjadi justru rasa gatal akan semakin menjadi-jadi. Pada akhirnya, tidak hanya gatal yang Anda derita melainkan juga rasa perih akibat goresan yang disebabkan oleh garukan tersebut. 

Guna mengatasi ketiak gatal tanpa perlu menggaruk, Anda bisa memanfaatkan cara berikut:

  • Kompres ketiak dengan kain yang sudah diberi air dingin selama beberapa saat sampai gatal dirasa sudah hilang
  • Mandi air hangat
  • Mengoleskan salep gatal seperti yang sudah disebutkan pada poin sebelumnya

4. Menggunakan Pakaian yang Tepat

Pakaian yang Anda kenakan juga berperan dalam menimbulkan rasa gatal di ketiak.

Pakaian yang terlalu ketat, misalnya. Menggunakan pakaian seperti ini tidak hanya akan membuat ketiak semakin lembap, namun juga menyebabkan gesekan antara kulit ketiak dan pakaian, Oleh sebab itu, gunakan pakaian yang sedikit longgar dan bahannya dapat menyerap keringat saat beraktivitas untuk meminimalisir risiko.

Selain itu, pastikan juga pakaian dicuci dengan bersih agar tidak ada sisa deterjen maupun bakteri karena keduanya merupakan penyebab ketiak gatal yang paling umum.

5. Terapi Kanker

Pada kasus di mana ketiak gatal disebabkan oleh lymphoma dan kanker payudara, maka cara mengatasi ketiak gatal tentu saja dengan mengobati penyakit kanker itu sendiri yakni lewat sejumlah terapi kanker seperti kemoterapi dan radioterapi.

Itu sebabnya penting bagi Anda untuk memeriksakan diri ke dokter apabila gatal di ketiak tak kunjung hilang dalam jangka waktu 1 minggu.

6. Bahan Alami

Selain dengan salep medis, cara mengatasi ketiak gatal juga bisa dengan memanfaatkan sejumlah bahan alami, lho. Bahan-bahan alami yang dimaksud meliputi:

  • Minyak esensial
  • Minyak kelapa
  • Lemon

Akan tetapi, baiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan cara ini dikarenakan efektivitas bahan-bahan alami tersebut terhadap penyembuhan ketiak gatal belum sepenuhnya teruji secara klinis.

7. Periksakan Diri ke Dokter

Pada akhirnya, hanya dokterlah yang benar-benar mengerti harus bagaimana dengan masalah ketiak gatal yang menimpa Anda. Oleh sebab itu, jika cara-cara di atas tidak cukup efektif untuk mengatasi gatal di ketiak, jangan ragu untuk mengunjungi dokter spesialis kulit guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Itu dia informasi mengenai ketiak gatal yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

 

Informasi ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo

 

Sumber:

  1. Anonim. Picture of the Armpit: Human Anatomy. https://www.webmd.com/pain-management/picture-of-the-armpit#1 (Diakses pada 9 September 2019)
  2. Anonim. The Three Most Common Causes of Itchy Armpits. https://www.nivea.com.au/advice/deodorant/underarm-care/about/itchy-armpit-causes (Diakses pada 9 September 2019)
  3. Anonim. Seborrheic Dermatitis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/seborrheic-dermatitis/symptoms-causes/syc-20352710#targetText=Seborrheic%20(seb%2Do%2DREE,%2C%20ears%2C%20eyelids%20and%20chest. (Diakses pada 9 September 2019)
  4. Anonim. Atopic Dermatitis (Eczema). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/atopic-dermatitis-eczema/symptoms-causes/syc-20353273 (Diakses pada 9 September 2019)
  5. Anonim. Intertrigo. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/guide/intertrigo-symptoms-causes-treatment-risk_factors_#1 (Diakses pada 9 September 2019)
  6. Garret, M. 2019. Armpit Rash: Causes, Home Remedies and Prevention. https://www.skinexamine.com/armpit-rash/ (Diakses pada 9 September 2019)
  7. Lillis, C. 2019. Can itchy armpits be a sign of cancer?
    https://www.medicalnewstoday.com/articles/326053.php (Diakses pada 9 September 2019)