Ketahui 5 Gejala Mengejutkan Penggumpalan Darah di Otak

doktersehat-parkinson-otak-brain-penyakit-meningitis

DokterSehat.Com– Otak merupakan salah satu bagian dari tubuh manusia yang penting dan tak boleh diabaikan. Jika terjadi sesuatu pada otak, maka bisa dipastikan akan mempengaruhi anggota tubuh lainnya, salah satunya adalah pembekuan darah di otak.

Trombosit di dalam darah membentuk gumpalan darah di otak untuk mencegah agar Anda tidak kekurangan darah, hal ini baik untuk tubuh ketika penggumpalan yang terjadi adalah jenis penggumpalan eksternal. Namun penggumpalan darah di kepala ini menjadi sangat berbahaya ketika terjadi penggumpalan internal.

Pembekuan darah di otak internal dapat terbentuk karena luka, sirkulasi darah yang buruk, masalah jantung, dan penuaan dini. Selain itu penggumpalan yang terjadi di otak juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan yang fatal.

Penyebab Pembekuan Darah di Otak

Ada berbagai penyebab gumpalan darah di otak yang perlu Anda ketahui sebelum mengambil asumsi terkait penyakit yang menyerang otak.

  • Cidera kepala. Apabila Anda pernah mengalami cidera serius hingga trauma pada bagian leher hingga kepala, tubuh akan secara otomatis menciptakan gumpalan darah untuk mencegah pendarahan. Hal ini bisa menyebabkan tekanan pada saraf otak. Beberapa penggumpalan darah di kepala terbentuk di luar otak yang kemudian masuk ke dalam.
  • Penyempitan pembuluh darah. Ketika pembuluh darah mengalami penyempitan atau pengejangan, resiko mengalami pembekuan darah di otak semakin tinggi. Darah beku di otak dapat memotong aliran darah dan mengakibatkan kerusakan serius pada sel.
  • Gumpalan darah di kepala akibat pembekuan di wilayah lain. Penggumpalan darah tidak hanya terjadi pada area otak saja melainkan bagian tubuh lain. Kabar buruknya, darah beku ini bisa berkelana hingga bagian kepala menghalangi aliran darah.
  • Peradangan. Penyakit pembuluh darah yang meradang dapat meningkatkan resiko darah beku di otak yang disebabkan oleh bakteri.

Gejala Gumpalan Darah di Otak

Berikut 5 tanda terjadinya penggumpalan darah di otak:

1. Sakit kepala parah akibat gumpalan darah di otak

Sakit kepala yang berkepanjangan merupakan gejala penting pembekuan darah di otak, namun sering diabaikan. Banyak orang cenderung menganggap sakit kepala sebagai sesuatu yang disebabkan oleh stres, masalah pada mata atau flu.

2. Penggumpalan darah di kepala menyebabkan ,asalah berbicara

Pembekuan darah di otak perlahan-lahan akan menghambat fungsi otak, termasuk memperlambat waktu yang digunakan otak untuk memproses respons berbicara.

3. Kejang Otak

Kejang memang dapat terjadi pada orang yang tidak mengalami pembekuan darah di otak, misalnya karena masalah otak lainnya atau trauma. Namun, jika Anda merasa tak memiliki penyakit tersebut dan mengalami kejang, bisa jadi itu merupakan tanda pembekuan darah di otak. Jangan tunda untuk segera berkonsultasi ke dokter untuk memastikan, sebab otak merupakan organ yang mengontrol semua fungsi lain dari tubuh Anda.

4. Koordinasi indera yang buruk

Secara perlahan, gumpalan cenderung akan menggeser posisi dan menghambat kerja otak. Setelah kehilangan bicara dan kejang, tanda berikutnya yang mungkin muncul adalah masalah dalam penglihatan, misalnya pandangan yang menjadi kabur. Selain itu, masalah dalam koordinasi indra juga akan muncul. Anda mungkin bisa mendengar tetapi tidak mampu berbicara.

5. Pembekuan darah di otak berakibat Kelumpuhan

Tanda paling parah dari pembekuan darah di otak adalah serangan lumpuh. Ini berarti otak telah berhenti berfungsi akibat bekuan darah tersebut. Lumpuh yang terjadi juga bervariasi, misalnya secara keseluruhan atau hanya pada salah satu sisi tubuh Anda.