DokterSehat.Com– Makanan cepat saji atau junk food memang memiliki rasa yang sangat enak. Hanya saja, jika dicermati kita seperti ketagihan dan terus ingin mengonsumsinya. Padahal, terlalu sering mengonsumsinya bisa meningkatkan risiko terkena berbagai masalah kesehatan.

junk-food-burger-doktersehat

Berbagai Hal yang Membuat Kita Bisa Ketagihan Makanan Cepat Saji

Tak hanya burger, kentang goreng, atau pizza, mie instan, gorengan, hingga keripik yang sering kita jadikan camilan sebenarnya juga tergolong junk food atau makanan cepat saji.

Berikut adalah beberapa hal yang membuat kita cenderung suka mengonsumsi makanan cepat saji.

  1. Dipengaruhi oleh Kebiasaan Tidur yang Buruk

Salah satu faktor yang membuat banyak orang senang makan makanan cepat saji adalah karena menerapkan pola tidur yang buruk. Hal ini diungkap oleh pakar kesehatan Molly Kimball yang berasal dari New Orleans, Amerika Serikat.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam situs eLife pada Oktober 2019, disebutkan bahwa kurang tidur akan membuat nafsu makan menjadi kacau. Hal ini juga membuat kita memiliki keinginan berlebih untuk mengonsumsi makanan dengan kandungan kalori dan lemak yang tinggi. Kita juga cenderung lebih mudah tergoda dengan aroma makanan.

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk mendapatkan waktu tidur setidaknya 7-9 jam setiap malam demi mengendalikan nafsu makan dan keinginan untuk mengonsumsi makanan cepat saji. Jika kita kurang tidur, berusahalah untuk tidur siang setidaknya 30 menit demi membantu menendalikan nafsu makan.

  1. Mengalami Stres

Pakar kesehatan menyebut keinginan untuk mengonsumsi makanan cepat saji atau makanan lainnya dengan rasa yang enak namun rendah nutrisi akan semakin meningkat saat kita sedang stres. Hal ini disebabkan oleh tubuh yang mengalami peningkatan kadar hormon kortisol dengan signifikan. Hormon ini mempengaruhi kadar gula darah dan akhirnya membuat kita ingin mengonsumsi makanan tinggi lemak atau makanan manis.

Mengonsumsi makanan cepat saji yang memiliki rasa yang gurih dan aroma yang menggoda bisa menjadi pengganti yang sepadan bagi otak yang tidak nyaman dengan stres. Hal ini berarti, jika kita sering terkena stres, maka kemungkinan untuk ingin makan makanan cepat saji akan meningkat dengan signifikan.

  1. Diet yang Tidak Tepat

Jika kita ingin menurunkan berat badan namun dengan menerapkan program diet yang tidak tepat, bisa jadi kita justru lebih mudah tertarik mengonsumsi makanan cepat saji atau makanan tidak sehat lainnya. Biasaya hal ini lebih sering terjadi pada mereka yang melewatkan waktu makan atau memilih untuk makan dengan porsi yang sangat sedikit dari biasanya.

Bukannya membantu menurunkan berat badan, hal ini justru akan membuat kadar gula darah anjlok dan akhirnya membuat tubuh mengeluarkan sinyal mencari makanan dengan kadar lemak atau kalori tinggi demi mengembalikan kadar gula darah. Hal inilah yang kemudian berimbas pada keinginan untuk mengonsumsi junk food.

  1. Kekurangan Nutrisi

Pola makan yang buruk seperti jarang mengonsumsi makanan berserat layaknya buah dan sayur akan membuat kita tidak bisa mempertahankan rasa kenyang dalam waktu yang lama. Hal ini akan berimbas pada tubuh yang lebih mudah lapar atau tertarik mengonsumsi makanan cepat saji dan camilan tidak sehat layaknya keripik.

  1. Mengalami Masalah Pencernaan

Jika di dalam perut terjadi ketidakseimbangan bakteri, maka hal ini akan membuat kita lebih mudah lapar dan tertarik mengonsumsi makanan tidak sehat seperti makanan cepat saji. Kita bisa memperbaiki hal ini dengan mengonsumsi makanan yang bisa meningkatkan bakteri baik layaknya yohurt, kefir, kimchi, dan kombucha.

 

Sumber:

  1. Osnato, Jaime. 2019. 7 Surprising Reasons You’re Hankering for Junk Food — and How to Quash the Cravings. livestrong.com/article/13722340-junk-food-cravings/. (Diakses pada 18 Oktober 2019).