Sering Kesemutan Tanda Penyakit Diabetes? Simak Penjelasannya!

kesemutan-pada-diabetes

DokterSehat.Com– Kesemutan adalah kondisi seperti ditusuk jarum di telapak kaki dan tangan. Kesemutan atau paresthesia adalah kondisi yang terkadang bisa jinak dan sementara. Kesemutan biasanya terjadi karena tekanan pada saraf ketika lengan dijadikan alas kepala saat tertidur. Atau bisa juga karena tekanan pada saraf ketika terlalu lama berdiri atau menyilangkan kaki terlalu lama. Dalam kedua kasus, kesemutan yang biasanya menimbulkan rasa sakit ringan biasanya dapat diatasi dengan menghilangkan tekanan yang menyebabkannya.

Kesemutan adalah kondisi yang seringkali dianggap sebagai hal yang sepele. Padahal, bisa jadi kesemutan menandakan masalah kesehatan yang lebih serius seperti gangguan saraf atau bahkan pertanda adanya gangguan pada pembuluh darah. Lantas, kesemutan dengan gejala seperti apa yang patut untuk diwaspadai?

Kesemutan Gejala Penyakit Diabetes?

Sering merasakan kesemutan di tangan, kaki, atau keduanya bisa parah, episodik atau kronis. Kesemutan juga bisa menyertai gejala lainnya, seperti rasa sakit, gatal, mati rasa, dan pengecilan otot. Dalam kasus seperti itu, kesemutan mungkin merupakan tanda kerusakan saraf, yang dapat diakibatkan oleh penyebab yang beragam seperti cedera traumatis atau cedera stres berulang, infeksi bakteri atau virus, paparan racun, dan penyakit sistemik seperti kesemutan pada diabetes.

Kesemutan pada penderita diabetes, biasanya mendahului dan merupakan bagian dari komplikasi diabetes, yang disebut neuropati perifer. Neuropati perifer diyakini akibat kadar gula darah yang tinggi secara kronis. Tingginya kadar gula darah dapat bertindak sebagai racun pada sel-sel saraf, yang merusak dari waktu ke waktu.

Neuropati perifer memengaruhi saraf yang jauh dari otak dan sumsum tulang belakang, yang seringkali terjadi di tangan dan kaki. Ada lebih dari 100 jenis neuropati perifer. Seiring waktu, neuropati perifer dapat memburuk, mengakibatkan mobilitas yang menurun dan bahkan cacat.

Bagaimana Cara Menghilangkan Kesemutan Penderita Diabetes?

Ada cukup banyak yang dapat Anda lakukan untuk meredakan ketidaknyamanan (dan mungkin rasa sakit) yang ditimbulkan oleh kesemutan di tangan dan kaki. Berikut tips yang bisa Anda lakukan secara mandiri:

1. Menjalani tes

Cara menghilangkan kesemutan penderita diabetes yang pertama, karena mungkin ada penyebab lain dari kesemutan, penderita kesemutan bisa melakukan tes sendiri terhadap yang paling umum, seperti hipotiroidisme dengan tes darah sederhana. Juga dapat memastikan bahwa menjalani tes untuk kekurangan Vitamin B12.

Gunakanlah Vitamin B12 sebagai suplemen, tetapi mungkin lebih efisien untuk mengonsumsi vitamin B kompleks karena memastikan bahwa Anda memiliki cukup vitamin B juga dapat membantu dengan tingkat energi dan kesehatan secara keseluruhan. Bicaralah dengan dokter tentang apakah obat yang diminum dapat menyebabkan sensasi.

2. Menjaga kadar gula darah dalam darah

Cara menghilangkan kesemutan penderita diabetes yang kedua, memastikan bahwa nilai gula darah selalu sesuai dengan target. Seperti disebutkan, diyakini bahwa kerusakan saraf pada diabetes disebabkan, setidaknya sebagian, akibat efek toksik dari konsentrasi gula yang tinggi pada sel-sel saraf. Menjaga kadar gula darah tetap dalam target adalah salah satu pendekatan yang tentu saja dapat membawa manfaat lain juga. Kesemutan dapat membaik seiring waktu — biasanya dalam beberapa bulan.

3. Olahraga

Cara menghilangkan kesemutan penderita diabetes dengan terus bergerak! Olahraga dapat meningkatkan sensitivitas insulin atau kemampuan sel-sel merespons insulin dan seberapa baik sel-sel dapat mengeluarkan gula dari darah. Menjaga tingkat aktivitas fisik juga akan meningkatkan sirkulasi ke tangan dan kaki, bagian-bagian tubuh yang paling sering terkena kesemutan pada diabetes.

4. Menambah asupan antioksidan

Menambahkan antioksidan dalam diet sehari-hari merupakan cara menghilangkan kesemutan penderita diabetes, Anda dapat meningkatkan asupan antioksidan dengan mengonsumsi berry, anggur, kacang-kacangan (kenari, kacang almond, kacang Brazil, kacang tanah, dan kacang mede), sayuran hijau gelap, kentang, wortel, labu dan teh hijau. Ini semua adalah makanan yang akan Anda temukan dalam diet seperti diet antiinflamasi atau diet Mediterania, yang sering direkomendasikan untuk penderita diabetes.

6. Pijat tangan dan kaki

Tingkatkanlah sirkulasi di tangan dan kaki dengan memijat kaki dan tangan diri sendiri. Hindari menggunakan lotion di antara jari-jari kaki untuk mengurangi risiko pelembap yang berlebihan (dan infeksi jamur). Cara menghilangkan kesemutan penderita diabetes juga dapat menggunakan alat circulating foot baths untuk meningkatkan sirkulasi di kaki Anda.

7. Gunakan krim

Anda bisa menggunakan krim topikal — Capsaicin — di tangan dan kaki. Capsaicin yang ditemukan di sebagian besar toko obat, mengandung zat yang berasal dari cabai rawit — ini menghabiskan sesuatu yang dikenal sebagai zat P (neuropeptida) yang merupakan pembawa bahan kimia untuk sinyal rasa sakit. Jika zat P habis oleh capsaicin, sinyal rasa sakit tidak bisa melewati lagi.

Pastikan mencuci tangan dengan seksama setelah mengoleskan krim Capsaicin, — ingat, itu berasal dari tanaman cabai rawit dan Anda bisa perih bila terkena mata atau bagian tubuh lainnya!

Ada dua konsentrasi capsaicin yang tersedia — 0,25% dan 0,75% – cobalah yang konsentrasi pertama, meskipun Anda mungkin memerlukan resep untuk tingkat capsaicin yang lebih tinggi, yang digunakan sebagai patch.

8. Akupuntur

Cara menghilangkan kesemutan penderita diabetes selanjutnya adalah dengan mempertimbangkan akupunktur untuk mengobati sensasi kesemutan pada penderita diabetes. Ada sejumlah penelitian yang menunjukkan bahwa akupunktur dapat meningkatkan fungsi saraf dan membantu meringankan gejala kesemutan.

Jika sudah melakukan pengobatan mandiri untuk kesemutan, namun masih merasakan kesemutan, selalu konsultasikan dengan dokter untuk mendapat penangan yang tepat.

Penyebab Kesemutan pada Tangan dan Kaki

Diabetes adalah salah satu penyebab paling umum dari neuropati perifer, terhitung sekitar 30% dari kasus. Dalam neuropati diabetes, kesemutan dan gejala lainnya sering kali pertama berkembang di kedua kaki dan naik ke kaki, diikuti oleh kesemutan dan gejala lain yang memengaruhi kedua tangan dan naik ke lengan. Sekitar dua pertiga dari penderita diabetes memiliki bentuk kerusakan saraf ringan hingga parah. Dalam banyak kasus, kesemutan pada diabetes adalah gejala pertama.

Pada 30% kasus neuropati perifer lainnya, penyebabnya tidak diketahui atau “idiopatik.” Sementara 40% kasus sisanya memiliki berbagai penyebab seperti:

1. Nerve Entrapment syndromes

Entrapment syndromes termasuk carpal tunnel syndrome, kelumpuhan saraf ulnaris, kelumpuhan saraf peroneum, dan kelumpuhan saraf radial.

2. Penyakit sistemik

Ini termasuk gangguan ginjal, penyakit hati, kerusakan pembuluh darah dan penyakit darah, amiloidosis, gangguan jaringan ikat dan peradangan kronis, ketidakseimbangan hormon (termasuk hipotiroidisme), dan kanker & tumor jinak yang menyerang saraf.

3. Kekurangan vitamin

Vitamin E, B1, B6, B12, dan niasin sangat penting untuk fungsi saraf yang sehat. Kekurangan B12 dapat menyebabkan anemia pernisiosa, penyebab penting neuropati perifer. Namun terlalu banyak B6 juga dapat menyebabkan kesemutan di tangan dan kaki.

4. Pecandu alkohol

Alkoholic lebih cenderung mengalami tiamin atau defisiensi vitamin penting lainnya karena kebiasaan diet yang buruk menjadi penyebab umum neuropati perifer. Alkoholic itu sendiri dapat menyebabkan kerusakan saraf, suatu kondisi yang oleh beberapa peneliti disebut neuropati alkoholik.

5. Racun

Racun termasuk logam berat seperti timah, arsenik, merkuri, dan talium, dan beberapa bahan kimia industri dan lingkungan. Mereka juga termasuk obat-obatan tertentu – terutama obat kemoterapi yang digunakan untuk kanker paru-paru – tetapi juga beberapa obat antivirus dan antibiotik.

6. Infeksi

Ini termasuk penyakit Lyme, herpes zoster (varicella-zoster), cytomegalovirus, Epstein-Barr, herpes simplex, dan HIV / AIDS.

7. Penyakit autoimun

Penyakit autoimun termasuk polineuropati demielinisasi inflamasi kronis, sindrom Guillain-Barre, lupus, dan rheumatoid arthritis.

8. Gangguan bawaan

Termasuk kelompok yang mungkin memiliki gejala sensorik dan motorik, jenis yang paling umum dikenal sebagai penyakit Charcot-Marie-Tooth (SMT).

9. Cedera

Kondisi ini seringkali terkait dengan trauma, saraf dapat terkompresi, terpecah atau rusak, yang mengakibatkan nyeri saraf. Contohnya termasuk kompresi saraf yang disebabkan oleh herniated disk atau tulang yang mengalami dislokasi.

Tidak hanya tanda kesemutan pada penderita diabetes, gejala lainnya juga harus diwaspadai. Selalu konsultasikan dengan dokter jika merasakan gejala yang bertahan lama.