7 Kesalahan Wanita yang Menyebabkan Vagina Infeksi dan Cedera

doktersehat kesalahan wanita pada vagina

DokterSehat.Com – Dibandingkan dengan organ yang lain, vagina cenderung lebih sensitif. Selain itu, strukturnya yang terbuka membuat wanita mudah sekali mengalami infeksi atau gangguan lain yang cukup berbahaya. Vagina juga mudah mengalami cedera kalau wanita melakukan kesalahan khususnya saat berhubungan badan.

Agar vagina yang Anda miliki tetap sehat dan tidak dalam kondisi bahaya sehingga terjadi cedera, infeksi, hingga perdarahan, kenali dan jauhi kesalahan-kesalahan di bawah ini.

  1. Melakukan seks terlalu keras

Seks seharusnya dilakukan untuk memberikan kenikmatan pada wanita dan pasangannya. Namun, seks bisa saja berakhir dengan cedera pada vagina kalau dilakukan dengan kuat dan tidak terkontrol. Liang dari vagina bisa mengalami nyeri hingga mengalami perdarahan yang cukup berbahaya.

Saat bercinta dengan pasangan, lakukan dengan perlahan. Meski nafsu sedang menggebu tetap perhatikan ritme penetrasi agar seks tidak berujung dengan petaka.

  1. Memakai celana terlalu ketat

Jangan memakai celana yang terlalu ketat entah itu celana dalam atau celana jeans. Gunakan celana yang lebih longgar agar area vagina tidak terlalu lembap. Kalau sampai area ini terlalu lembap, bakteri akan mudah sekali berkembang dan akhirnya menyebabkan masakah seperti iritasi hingga keputihan abnormal.

  1. Melakukan masturbasi yang salah

Masturbasi bukanlah hal yang salah pada wanita. Mereka bisa melakukan masturbasi kalau untuk mendapatkan kepuasan seksual. Wanita boleh menggunakan alat apa saja termasuk tangannya sendiri atau alat bantu seks seperti dildo atau vibrator.

Meski masturbasi tidak membahayakan jika dilakukan dengan tidak berlebihan, wanita disarankan untuk tetap hati-hati. Pertama, jari tangan harus tidak memiliki kuku panjang dan bersih. Kalau sampai kukunya kotor bisa menyebarkan penyakit dengan mudah dan melukai dinding vagina.

Sementara itu kalau ingin menggunakan alat bantu seks, pastikan alatnya bersih dan tidak berbahaya. Setelah menggunakannya segera bersihkan dan simpan dalam kondisi kering agar permukaannya tidak dijadikan rumah bakteri.

  1. Menggunakan pewangi

Aroma dari vagina memang khas dan kadang jadi tidak sedap seperti amis atau agak busuk kalau terjadi keputihan. Kondisi ini tentu membuat wanita tidak percaya diri khususnya saat mereka ingin berhubungan badan dengan pasangan.

Untuk mengatasi kondisi ini wanita kerap memberi pewangi di sekitar vagina dengan menyemprotkannya. Aroma wangi ini mungkin mengurangi bau tidak sedap, tapi bisa membunuh flora normal yang ada di vagina dan infeksi bisa berjalan dengan lebih masif.

  1. Melakukan douching

Douching adalah aktivitas membersihkan vagina yang dilakukan dengan memasukkan cairan atau semi-pada ke dalam vagina. Cairan ini terbuat dari beberapa ramuan tradisional yang dianggap bisa mengurangi bau yang mengganggu.

Aktivitas douching sebenarnya sangat berbahaya. Cairan bisa menghilangkan bakteri baik yang ada di dalam vagina, Selain itu, kemungkinan terjadi infeksi juga sangat besar.

  1. Melakukan waxing

Beberapa wanita tidak nyaman dengan rambut kemaluan yang terlalu tebal. Akhirnya mereka memutuskan untuk melakukan waxing dengan mencabut semua bulunya sampai habis tanpa memikirkan risiko apa saja yang akan ditanggung.

Waxing akan menyebabkan iritasi pada kulit. Rasa sakit juga akan muncul selama beberapa hari di ara pubis sehingga aktivitas seksual Anda bisa saja terganggu.

  1. Melakukan tindik dan memasang anting

Kulit di sekitar vagina sensitif dan sering sekali mengalami infeksi. Kalau Anda melakukan tindik di bagian yang salah, kerusakan organ yang cukup parah bisa saja terjadi. Selain itu, tindik juga bisa menyebabkan infeksi kalau dilakukan dengan cara yang salah.

Semoga ulasan di atas bermanfaat dan membuat kita tidak melakukan hal-hal berbahaya pada vagina.