Bisa Bikin Gemuk, Ini 3 Kesalahan Sepele Saat Sarapan dengan Bubur

Kesalahan-sarapan-bubur-doktersehat-1

DokterSehat.Com– Apa menu sarapan Anda pagi ini? Menu sarapan memang selalu khas dengan berbagai ragamnya yang berbeda di setiap daerah. Anda bisa memilih menu sarapan yang khas di banyak daerah di Indonesia, atau menu sarapan ala barat yang juga tak kalah nikmatnya.

Nah, salah satu menu sarapan yang cukup populer di banyak daerah adalah bubur.

Bubur yang disajikan hangat dengan berbagai toping yang gizinya lengkap, menjadi menu sarapan yang praktis dan sangat cocok dikonsumsi pada pagi hari.

Sayangnya, jika dikonsumsi dengan asal, mengonsumsi bubur juga bisa memberikan beberapa dampak yang negatif pada tubuh, lho.

Komposisi gizi yang ada pada bubur

Photo Credit: Flickr.com/ Ron Dollete

Bubur umumnya dipilih sebagai pengganti makanan pokok saat pagi hari. Teksturnya yang lembut dan cenderung berair membuat bubur sangat cocok dipadukan dengan banyak golongan makanan, mulai dari lauk hewani, nabati, sayuran, bawang, bumbu rempah dan saus serta kecap.

Hal ini tentu sangat baik dipilih sebagai menu makanan saat sarapan, karena dengan pemilihan bahan makanan tambahan yang tepat, maka asupan gizi yang lengkap bisa dengan mudah terpenuhi.

Sama-sama merupakan makanan pokok, konsumsi bubur yang memiliki kandungan air lebih tinggi dari makanan pokok lainnya, tentu membuat kandungan karbohidrat dan gizi pada bubur tidak sebanyak nasi atau roti, dalam berat yang sama.

Kondisi ini membuat beberapa kesalahan kerap terjadi saat mengonsumsi bubur saat sarapan.

Lantas apa saja kesalahan sepele saat mengonsumsi bubur untuk sarapan?

Berikut beberapa kesalahan yang kerap dilakukan saat mengonsumsi bubur saat sarapan:

1. Mengonsumsi bubur dalam ukuran yang sama dengan nasi

Apakah Anda mengonsumsi bubur dalam jumlah atau takaran yang sama persis dengan nasi? Jika iya, maka bisa jadi hal ini justru bisa memengaruhi berat badan Anda, lho. Mengapa?

Kandungan gizi yang ada pada bubur hanya mampu memenuhi kurang lebih ΒΌ kandungan nasi.

Untuk itu, jika Anda menyamakan ukuran bubur dengan nasi, maka bisa jadi asupan gizi, utamanya karbohidrat yang biasanya bisa terpenuhi dari nasi atau mi, bisa jadi malah tidak terpenuhi.

Hal ini biasanya kerap terjadi dan membuat orang menjadi cepat lapar beberapa jam setelah sarapan bubur. Kondisi ini bisa memicu rasa lapar berlebihan dan akan membuat Anda jadi mengonsumsi camilan yang hanya tinggi kalori, gula dan lemak saja, karena nafsu makan sedang tinggi.

Untuk itu, hindari membuat bubur terlalu encer, jika mungkin, sajikan bubur dengan konsistensi yang cukup padat, mirip nasi tim.

2. Tidak menambahkan sayuran dalam jumlah cukup

Photo Credit: Flickr.com/ Bryon Lippincot

Bubur dengan ayam dan kacang, tentu super nikmat, ya. Kombinasi tersebut memang merupakan kombinasi yang paling sering dijumpai, sayangnya, penggunan sayur pada bubur saat sarapan, cenderug kurang.

Padahal, sayur merupakan salah satu zat gizi yang penting untuk memenuhi kebutuhan gizi, serat, dan vitamin, awal hari.

Untuk itu, tambahkan sayur lebih banyak pada bubur, Anda bisa memilih sayuran yang cocok dengan bubur, misalnya daun bawang, seledri, atau jamur, sebanyak 1-2 porsi, yang setara dengan 6-8 sendok makan.

3. Terlalu banyak menambahkan bumbu atau saus kemasan

Hindari mengonsumsi terlalu banyak bumbu, saus, atau kecap kemasan pada bubur Anda saat sarapan.

Hal ini bisa meningkatkan asupan garam dan natrium yang bisa memengaruhi tekanan darah tubuh. Batasi pula penggunaan bubur instan dalam kemasan yang kandunga natriumnya juga tinggi.

Usahakan selalu memilih bubur yang dibuat dari bahan makanan segar, dan tambahkan kaldu dan bumbu dari bahan alami, serta saus atau bumbu dari bahan yang alami pula, misalnya saus tomat buatan sendiri, atau memilih kecap yang rendah natrium dan gula.