Sering Dilakukan, 4 Hal Sepele yang Ternyata Buat Mi Instan Tidak Sehat

mie_goreng_instan_doktersehat_3
Photo Source: Flickr/Valentin Janiaut

DokterSehat.Com– Kapan terakhir kali Anda mengonsumsi mi instan? Makanan yang satu ini memang merupakan salah satu jenis makanan yang cukup banyak digemari, ya.

Meskipun banyak yang menyebutkan bahwa mi instan merupakan makanan berpengawet yang kurang baik bagi kesehatan, nyatanya mi instan tetap menjadi pilihan banyak orang utamanya saat memerlukan pilihan makanan yang praktis dan tetap nikmat.

Mi instan yang memang unggul karena pembuatannya yang praktis, memiliki rasa yang enak, dan cocok dipadukan dengan semua jenis bahan makanan.

Sayangnya, ada cukup banyak kesalahan yang dianggap sepele yang sebenarnya bisa membuat sajian mi instan menjadi tidak sehat, lho.

Penasaran apa saja kesalahan sepele yang membuat mi instan menjadi tidak sehat? Yuk, sama-sama kita simak penjelasannya di bawah ini!

Kesalahan saat membuat mi instan yang menyebabkannya tidak sehat

Mi instan merupakan bahan makanan yang banyak mengandung karbohidrat. Beberapa kesalahan yang kerap terjadi diakibatkan mi instan sering disajikan sebagai menu tunggal atau kurang seimbang gizinya.

Ditambah lagi dengan penambahan bahan makanan atau zat yang harusnya dibatasi konsumsinya, misalnya natrium, lemak, minyak dan garam.

Untuk lebih jelasnya, berikut 4 kesalahan sepele saat membuat mi instan yang membuatnya tidak sehat:

1. Tidak mengatur porsi mi instan sebagai pengganti makanan pokok yang tepat

Seperti yang telah disebutkan, mi instan merupakan bahan makanan yang banyak mengandung karbohidrat. Hal ini tentu saja membuat mi instan harus dikonsumsi dalam porsi yang sesuai dengan kebutuhan karbohidrat harian.

Berlebihan dalam mengonsumsi mi instan kerap terjadi, karena umumnya mi instan dianggap sebagai pengganti makanan pokok dalam porsi yang sama.

Padahal, kandungan karbohidrat pada mi instan umumnya lebih tinggi dibandingkan dengan 1 porsi, atau 100 gram nasi. Dalam 1 bungkus mi instan kandungan energinya sama dengan 1,5 centong nasi.

2. Menggunakan semua porsi bumbu kemasan siap saji

Coba perhatikan apakah Anda selalu menggunakan semua porsi bumbu kemasan yang sudah disediakan dalam mi instan? Jika iya, maka mulai kini mulailah mengurangi hal tersebut, mengapa?

Bumbu kemasan yang ada pada mi instan memiliki kandungan natrium yang sudah memenuhi lebih dari setengah kebutuhan natrium harian orang dewasa. Hal ini tentu rentan membuat asupan natrium harian menjaid belebihan.

Untuk itu, secara bertahap kurangi penggunaan bumbu kemasan pada mi instan, gunakan separuhnya saja, atau jika sudah terbiasa, mulai ganti dengan bumbu alami seperti bawang atau lada.

3. Memilih lauk yang digoreng

Mi instan dengan telur, ayam, atau tempe goreng, memang nikmat. Sayangnya hal ini justru kurang dianjurkan, karena bisa membuat sajian menu mi instan banyak mengandung lemak.

Apalagi, jika porsi dan penggunaan bumbu mi instan tidak dikontrol, maka tentu simpanan lemak dalam tubuh juga bisa meningkat.

Untuk itu, hindari memilih lauk yang disajikan dengan metode goreng saat mengonsumsi mi instan.

Pilih lauk dengan metode masak yang lebih sehat namun tetap praktis, misalnya telur ceplok air atau telur rebus.

4. Menu mi instan tidak bergizi seimbang

Kesalahan sepele yang terakhir adalah mengganggap bahwa sajian mi instan dengan telur saja adalah sajian yang lengkap.

Menu mi instan sebaiknya disajikan dengan komposisi makanan yang seimbang, yaitu makanan berkarbohidrat, protein hewani, nabati, serta sayur.

Photo Credit: Flickr.com/Stacy Spensley

Anda bisa memilih menu mi instan dengan telur atau ayam rebus, dilengkapi dengan sayur berdaun hijau, mentimun, dan tambahan taburan kacang atau biji-bijian agar menu mi instan Anda super sehat.