Terbit: 16 Agustus 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Pelumas adalah hal paling penting saat seks kalau wanita mengalami gangguan pada vagina. Dengan menggunakan pelumas, cairan pelumas asli yang tidak muncul bisa diganti sehingga seks yang dilakukan bisa lancar. Wanita tidak akan merasakan sakit yang besar saat penis melakukan penetrasi.

Kesalahan Pria Saat Menggunakan Cairan Pelumas

Meski pelumas cukup membantu pasangan saat bercinta, ada kalanya pria sering melakukan kesalahan. Akibat kesalahan ini risiko yang berkaitan dengan kecelakaan seks jadi cukup besar. Berikut beberapa kesalahan pria yang sering terjadi saat mereka menggunakan cairan pelumas tambahan.

  1. Tidak mencoba dahulu di tangan

Sebelum menggunakan cairan ada baiknya pria mencobanya di tangannya terlebih dahulu untuk melihat efeknya. Selanjutnya cairan juga dicobakan pada tangan pasangan. Dengan melakukan ini pria bisa tahu apakah cairan pelumas yang digunakan akan aman dan tidak menyebabkan alergi yang besar pada wanita dan dirinya.

Kalau sampai cairan pelumas menyebabkan alergi, pria dan wanita akan merasakan gatal, nyeri, atau efek lain seperti susah napas. Sebelum membeli, lebih baik teliti bahan penyusunnya atau coba langsung testernya sehingga tidak menyesal di kemudian hari. Belilah pelumas dengan bahan dasar air yang lebih aman untuk semua jenis kulit.

  1. Cairan pelumas merusak kondom

Cairan pelumas memiliki bahan penyusun yang bermacam-macam. Ada cairan yang terbuat dari bahan air dan minyak. Cairan dengan bahan air paling aman meski sering habis. Cairan ini tidak mudah merusak kondom sehingga aman digunakan kapan saja. Risiko menyebabkan kehamilan tidak akan ada.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

Pelumas selanjutnya memiliki bahan minyak. Bahan ini cukup berbahaya untuk pria karena bisa merusak kondom dengan bahan lateks dengan mudah. Kalau kondom sampai robek, kemungkinan terjadi pembuahan bisa terjadi kalau sperma tumpah di dalam. Selain itu, penyebaran penyakit menular seksual tetap ada.

  1. Cairan pelumas merusak sperma

Kalau pasangan sedang mengusahakan memiliki momongan, lebih baik menggunakan kondom biasa. Kalau kondom sampai menggunakan bahan yang mengandung spermisida, ada kemungkinan sperma yang keluar pasca ejakulasi. Jadi, meski pria dan wanita sama-sama subur, kemungkinan terjadi pembuahan akan kecil.

Sebelum membeli pelumas, teliti terlebih dahulu tentang ada atau tidaknya tambahan spermisida di dalamnya. Kalau tidak ada, Anda bisa menggunakannya untuk menambah kenikmatan bercinta. Cairan pelumas tidak akan mengganggu pergerakan sperma ke serviks, rahim, hingga tuba falopi.

  1. Menggunakan pelumas darurat yang salah

Ada kalanya kita kehabisan pelumas padahal sedang membutuhkannya. Kalau sudah seperti ini Anda bisa menggunakan pelumas darurat yang aman seperti minyak kelapa murni (VCO) atau minyak zaitun. Minyak ini akan memberikan nutrisi pada kulit dan rasa licinnya lebih tahan lama.

Cairan pelumas darurat yang Anda gunakan tidak boleh body lotion atau mungkin cairan sabun. Dua bahan ini bisa menyebabkan penis mengalami iritasi pun vagina mengalami hal yang sama. Setelah melakukan seks pun cairan darurat ini juga agak susah dibersihkan dari vagina.

  1. Menggunakan cairan dengan efek suhu

Beberapa pelumas yang ada di pasaran memiliki dua efek suhu. Pertama ada yang memberikan rasa hangat dan yang kedua rasa dingin. Kalau pasangan tidak tahan dengan efek suhu yang diberikan oleh pelumas, lebih baik gunakan yang biasa saja asal efek licinnya cukup besar.

Cairan pelumas juga menentukan kesehatan organ dalam dari wanita. Jadi, selalu berhati-hatilah kalau ingin menggunakan cairan pelumas agar tetap sehat dan seks yang dirasakan hebat.

Semoga kesalahan di atas tidak kita ulangi lagi sehingga seks yang dilakukan bisa berjalan lancar.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi