Sepele, 5 Kesalahan saat Menggoreng yang Buat Minyak Jadi Banyak Terserap

DokterSehat.Com– Anda tentu sering mengolah bahan makanan dengan metode digoreng, bukan? Ya, menggoreng memang menjadi suatu metode masak yang cukup mudah dilakukan.

Tidak hanya itu, menggoreng makanan juga dapat memberikan rasa yang lebih nikmat pada masakan karena tercipta rasa yang gurih dari penggunaan minyak.

Sayangnya, meskipun mudah dan nikmat, minyak merupakan salah satu bahan makanan yang asupannya harus dibatasi.

Untuk itu, kita dianjurkan untuk menggunakan minyak paling banyak 5 porsi dalam sehari.

Akan tetapi, pembatasan minyak tersebut, bisa jadi tidak sesuai dengan porsi yang seharusnya ditakar, jika kita melakukan kesalahan ketika menggoreng.

memasak-doktersehat
Photo Credit: flickr/ Haldean Brown

Hal ini disebabkan adanya penyerapan minyak yang berlebihan ke dalam bahan makanan. Kondisi ini, selain tergantung pada jenis bahan makanan, juga dapat dipengaruhi oleh cara menggoreng yang kerap keliru.

Saat menggoreng bahan makanan, ada beberapa kesalahan yang kerap dianggap sepele, padahal sangat memengaruhi penyerapan minyak ke dalam bahan makanan.

Lantas, apa saja kesalahan saat menggoreng yang buat minyak terserap makin banyak?

Beberapa hal yang membuat minyak terserap lebih banyak pada bahan makanan tergantung pada penggunaan jenis bahan, jenis minyak yang digunakan, hingga pengolahan bahan makanan yang kurang tepat.

Untuk lebih jelasnya, yuk kita simak apa saja kesalahan yang sering terjadi saat menggoreng di bawah ini!

1. Terlalu lama menggoreng bahan makanan

Tidak hanya membuat bahan makanan menjadi terlalu matang, atau bahkan gosong. Menggoreng bahan makanan yang terlalu lama akan menyebabkan penyerapan minyak dalam bahan menjadi semakin banyak.

memasak-telur-doktersehat
Photo Credit: pexels. com

Hal ini yang akan menyebabkan minyak semakin banyak dalam bahan makanan dan risiko makanan gosong. Untuk itu, selalu pastikan Anda menggoreng bahan makanan dengan tingkat kematangan yang tepat, ya.

2. Menggoreng bahan makanan berulang

Ingin memanaskan bahan makanan yang sudah Anda goreng sebelumnya dengan cara menggorengnya kembali? Sebaiknya hal ini tidak Anda lakukan karena akan menyebabkan penyerapan minyak menjadi semakin banyak dalam bahan makanan.

doktersehat_microwave
Photo Source: Flickr/Lindsey Turner

Selama bahan makanan masih berada pada waktu makan yang aman, atau di luar danger zone, Anda bisa memanaskan makanan yang digoreng dengan memanggangnya.

3. Menggoreng menggunakan tepung

Menggoreng makanan menggunakan tepung akan membuat bahan makanan menjadi lebih banyak mengandung lemak. Bahkan, bukan tidak mungkin satu porsi bahan makanan yang digoreng menggunakan tepung, akan menggunakan minyak 2 porsi dalam satu kali saji.

Makanan-sebabkan-perut-buncit-puasa-doktersehat-1
Photo Credit: Flickr.com/Anokarina

Hal ini tentu akan menggangu asupan minyak yang sebelumnya telah kita atur atau takar porsi hariannya, karena porsi yang dikonsumsi tubuh ternyata justru lebih besar dari perkiraan.

4. Tidak menggunakan kertas penyerap minyak setelah meniriskan minyak

Setelah menggoreng, sangat umum untuk meniriskan bahan makanan sebelum menyajikannya. Kertas penyerap minyak tersebut cukup efektif untuk menyerap minyak pada bagian luar bahan makanan.

doktersehat-gorengan-menggunakan-koran
Photo Credit: Instagram/ jeng_ipin

Tidak menggunakan kertas penyerap minyak bisa jadi menyebabkan minyak yang sebenarnya bisa diserap oleh kertas, jadi tetap menempel pada bahan makanan.

Hal ini tentu juga menyebabkan asupan minyak dalam tubuh menjadi tinggi, bukan?

5. Menggunakan minyak berulang kali

Minyak yang digunakan berulang, merupakan salah satu penyebab penyerapan minyak dalam bahan makanan menjadi lebih banyak dan berbahaya.

Hal ini disebabkan minyak berulang yang digunakan cenderung semakin banyak mengandung lemak, jenis lemak jenuh yang bisa meningkatkan kadar lemak kolesterol dalam tubuh.

Meskipun tidak banyak membuat minyak jadi terserap berlebihan, namun kondisi ini harus diwaspadai mengingat kadar lemak berbahaya dalam tubuh jadi tidak bisa dikontrol.