5 Kesalahan Penggunaan Pelumas yang Harus Dihindari Pria

doktersehat kesalahan pakai pelumas

DokterSehat.Com – Pelumas atau lubrikan sangat diperlukan saat seks khususnya untuk pasangan yang mengalami masalah pada organ seksualnya atau ingin mendapatkan sensasi seks yang hebat. Cairan ini akan mengurangi terjadinya gesekan pada vagina sehingga kedua belah pihak tidak akan merasakan sakit yang berlebihan.

Oh ya, meski pelumas tambahan ini memiliki banyak sekali manfaat untuk seks, ada beberapa hal yang harus diperhatikan pria sebelum menggunakannya. Jangan lakukan lima kesalahan di bawah ini agar seks yang dijalankan tetap berjalan dengan lancar dan tidak memberikan dampak yang terlalu besar seperti penularan penyakit hingga infeksi.

  1. Menggunakan pelumas saat menginginkan kehamilan

Pelumas memang membantu pasangan saat berhubungan badan. Namun, beberapa pelumas mengandung zat sejenis spermisida. Zat ini akan membunuh sperma dengan mudah sehingga saat pria mengalami ejakulasi di dalam vagina, sperma yang dikeluarkan akan mati sehingga pembuahan tidak akan bisa terjadi.

Kalau Anda ingin mendapatkan kehamilan dengan cepat, gunakan pelumas yang aman dan tidak mengandung spermisida. Kalau bisa pilih yang berbahan dasar air yang tidak akan mengganggu pergerakan sperma hingga akhirnya bisa menjangkau sel telur di dalam rahim.

  1. Menggunakan pelumas minyak saat menggunakan kondom

Sedikit berkebalikan dengan Anda yang menginginkan kehamilan, pasangan yang tidak menginginkan kehamilan biasanya menggunakan kondom. Nah, saat menggunakan kondom ini jangan sekali-kali menggunakan pelumas yang menggunakan bahan baku minyak apa pun jenisnya.

Bahan minyak pada pelumas sangat berbahaya karena bisa membuat kondom berbahan lateks jadi tipis. Kalau penetrasi yang dilakukan intens, ada kemungkinan kondom jadi robek dan saat ejakulasi bisa bocor sehingga ada sebagian sperma yang masuk ke serviks.

Selain masalah kehamilan, cairan kelamin yang membawa penyakit juga bisa masuk ke penis atau ke vagina. Kondom jadi tidak berfungsi lagi sebagai alat untuk mencegah penyakit menular seksual.

  1. Menggunakan saliva untuk pelumas

Karena tidak memiliki cairan pelumas tambahan dan tidak ingin seks yang dilakukan menjadi sakit, beberapa pria menggunakan ludah atau saliva. Penggunaan saliva ini sebenarnya aman kalau pria sedang sehat dan tidak memiliki penyakit. Kalau pria memiliki herpes simplex, kemungkinan penularan penyakit akan terjadi.

Selan itu, saliva juga tidak sepenuhnya bersih karena makanan yang menempel di dalam bisa membuat pria mengeluarkan saliva yang kotor. Ada banyak bakteri yang terkandung di dalamnya sehingga kemungkinan besar bisa mengakibatkan infeksi di dalam vagina.

  1. Menggunakan body lotion untuk pelumas

Beberapa pria sering melakukan masturbasi dengan menggunakan body lotion. Cairan ini dipilih karena mudah didapatkan dan memberikan efek licin. Kalau pria menggunakan cairan ini untuk pelumas, ada kemungkinan menyebabkan infeksi di dalam vagina.

Body lotion kemungkinan besar mengandung pewangi dan zat lain yang tidak cocok dengan permukaan dalam vagina. Gesekan yang terjadi berkali-kali dengan body lotion bisa menyebabkan masalah yang cukup besar.

  1. Menggunakan produk mandi untuk pelumas

Selain menggunakan body lotion beberapa produk mandi seperti sabun atau sampo juga kerap dijadikan pelumas darurat khususnya saat pasangan bercinta di kamar mandi. Penggunaan cairan ini tentu sangat berbahaya karena ada kandungan zat kimia di sana.

Pelumas ini juga mengandung senyawa mentol yang memberikan efek dingin. Kalau digunakan pada penis bisa memberikan efek dingin terlalu besar sehingga bisa menyebabkan sensasi tidak nyaman selama beberapa jam. Pada wanita, sensasi ini semakin susah untuk dihilangkan.

Nah, agar pelumas yang digunakan tidak membuat masalah yang serius, hindari kesalahan-kesalahan di atas, ya.