Terbit: 6 Mei 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Adrian Setiaji

Kerokan adalah pengobatan tradisional yang biasa dilakukan untuk mengatasi keluhan gejala masuk angin, seperti meriang, pusing, dan pegal di leher dan persendian. Jika dilihat secara medis, apakah terapi ini bagus untuk tubuh? Simak selengkapnya di bawah ini!

8 Manfaat Kerokan dan Bahayanya bagi Tubuh

Bahaya Kerokan bagi Kesehatan

Kerokan adalah pengobatan alternatif yang sering digunakan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Terapi ini juga populer di China, yang disebut gua sha. Sebagai pengobatan tradisional, terapi ini aman. Namun tidak bisa dipungkiri terapi ini berisiko menimbulkan beberapa efek samping yang berbahaya untuk tubuh.

Berikut ini adalah sejumlah bahaya yang ditimbulkan kerokan bagi tubuh:

1. Memar dan Bengkak

Bahaya kerokan yang pertama adalah menyebabkan pembuluh darah kecil di dekat permukaan kulit yang disebut kapiler pecah. Kondisi ini menimbulkan memar merah (terkadang ungu) dan pembengkakan.

Memar biasanya akan sembuh setelah beberapa hari atau seminggu. Anda dapat menggunakan obat penghilang rasa sakit, seperti ibuprofen, untuk membantu mengatasi rasa sakit dan mengurangi pembengkakan.

2. Berisiko Perdarahan

Selain memar dan pembengkakan, menggosok kulit dengan koin membuat pembuluh darah kecil atau kapiler pecah. Kondisi ini juga berisiko menimbulkan pendarahan ringan.

Bahaya kerokan ini dapat terjadi jika tekanan yang dilakukan ketika mengerok kulit terlalu kuat. Bagi beberapa orang, pengobatan alternatif ini juga menimbulkan lekukan sementara pada kulit.

3. Berisiko Menularkan Penyakit

Jika terjadi perdarahan, kemungkinan dampak kerokan dapat menularkan penyakit yang ditularkan melalui darah. Jadi sangat penting bagi seorang terapis untuk membersihkan koin sebelum atau setelah dipakai.

Mengerok punggung misalnya, membuat pori-pori kulit terbuka lebar. Kondisi ini juga membuat angin yang membawa bakteri atau virus akan mudah masuk ke dalam tubuh. Oleh karena itu, lakukan dengan hati-hati dan menjaga kebersihan ketika mengerok.

4. Berisiko Infeksi

Kulit tidak boleh rusak akibat gesekan dari kerokan. Meskipun kulit yang rusak tidak umum dari terapi ini, ada kemungkinan kondisi ini dapat terjadi dan menimbulkan risiko infeksi.

Sekali lagi, penting bagi para terapis atau orang yang mengerok untuk mensterilkan koin atau alat sejenisnya ketika digunakan pada seseorang. Pastikan juga untuk membersihkannya kembali setelah digunakan untuk mencegah bahaya kerokan.

5. Pembengkakan Otot

Jika tekanan yang sangat berlebihan pada otot ketika dikerok, kemungkinan bisa merobek membran yang menutupinya. Meskipun jarang, tingkat trauma jaringan ini dapat menyebabkan pembengkakan otot dan rhabdomyolysis, suatu kondisi yang jarang namun dapat mengancam jiwa di mana otot melepaskan protein yang dapat menyerang ginjal.

Jika Anda mengalami gejala rhabdomyolysis, termasuk rasa sakit setelah perawatan yang memburuk, demam, pusing, tekanan, kehangatan atau peningkatan kemerahan di area yang dikerok, segera dapatkan pertolongan medis.

6. Kulit Sensitif

Memar, pembengkakan, atau infeksi pada area yang dikerok kemungkinan dapat menyebabkan kulit akan terasa sangat rentan atau sensitif. Kondisi ini setidaknya akan berlangsung selama beberapa hari. Guna menghindari bahaya kerokan, hindari tekanan yang kuat ketika mengerok.

Manfaat Kerokan untuk Kesehatan

Meski menimbulkan sejumlah bahaya kerokan, namun ada banyak manfaatnya untuk kesehatan tubuh. Berikut ini manfaatnya:

1. Melancarkan Peredaran Darah

Menurut pandangan medis, kemungkinan teknik kerokan berguna untuk memperlancar aliran darah. Teknik menekan yang searah dari atas ke bawah memungkinkan oksigenasi dapat berjalan lancar, suhu tubuh kembali seimbang dan terbuangnya racun-racun di tubuh. Kondisi ini pada akhirnya meredakan rasa sakit dan badan terasa lebih enak.

Meskipun manfaat kerokan memperlancar aliran darah, namun tidak semua orang bisa melakukan terapi ini, seperti pada penderita diabetes. Ini karena kondisi kepekaan kulit pada sebagian orang sangat sensitif, sehingga ditakutkan menimbulkan luka dan infeksi.

2. Mengatasi Nyeri Punggung Bawah

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan situs National Center for Biotechnology Information (NCBI), khasiat kerokan efektif mengatasi nyeri punggung bawah kronis.

Manfaat tersebut telah dibuktikan melalui penelitian terhadap 5o pasien. Sebagian pasien yang menderita nyeri punggung bawah kronis diberikan terapi kerokan, sementara sebagian pasien lainnya sebagai daftar tunggu. Hasilnya, kelompok pasien yang dikerok melaporkan mengalami penurunan intensitas nyeri dibandingkan kelompok daftar tunggu.

Meski begitu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan manfaat kerokan untuk meredakan nyeri punggung bawah kronis.

3. Meredakan Peradangan

Kerokan telah digunakan sebagai pengobatan tradisional untuk membantu meredakan peradangan pada tubuh. Ini mungkin menjadi alasan utama mengapa orang ingin dikerok.

Peradangan berkurang berkat gesekan dari kerokan yang melancarkan peredaran darah. Peningkatan aliran darah dan aplikasi langsung ke area yang mengalami peradangan dapat membantu meringankan ketidaknyamanan.

4. Mencegah Stres Oksidatif

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Kwong dan rekan-rekannya di tahun 2009, menunjukkan bahwa manfaat kerokan dapat meningkatkan regulasi HO-1. HO-1 adalah enzim yang bekerja sebagai antioksidan karena berfungsi mengkatalase heme yang menghasilkan biliverdin dan bilirubin. Ini dapat melindungi sel terhadap stres oksidatif setelah dikerok.

Stres oksidatif adalah ketidakseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan dalam tubuh. Radikal bebas adalah molekul yang berbahaya dan memicu penyakit. Sedangkan antioksidan adalah molekul yang dapat melawan radikal bebas. Jumlah yang tidak seimbang memungkinkan keduanya mudah bereaksi dengan molekul lain.

Ketika jumlah radikal bebas lebih banyak dari antioksidan, radikal bebas dapat merusak jaringan lemak, DNA, dan protein dalam tubuh. Protein, lipid, dan DNA membentuk sebagian besar tubuh, sehingga kerusakan dapat menyebabkan sejumlah penyakit dari waktu ke waktu.

5. Mengatasi Nyeri Leher

Manfaat kerokan juga terbukti efektif untuk mengatasi sakit leher kronis. Ini telah teruji melalui penelitian yang dilansir Healthline, dengan meriset sebanyak 48 peserta penelitian yang dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok diberi terapi kerokan dan yang lainnya menggunakan bantal pemanas termal untuk mengobati sakit leher.

Setelah satu minggu penelitian, hasilnya menunjukan bahwa peserta yang mendapatkan terapi kerokan mengalami lebih sedikit rasa sakit dibandingkan dengan kelompok yang tidak mendapatkan terapi.

6. Mengatasi Pembengkakan Payudara

Pembengkakan payudara adalah kondisi yang dialami oleh kebanyakan ibu menyusui karena payudara dipenuhi dengan ASI. Pembengkakan biasanya terjadi pada minggu-minggu pertama menyusui atau jika ibu jauh dari bayinya karena alasan tertentu, seperti bekerja. Payudara bengkak menyakitkan, sehingga sulit bagi bayi untuk menyusu.

Masih menurut penelitian yang dilansir Healthline, terapi kerokan dapat mengurangi pembengkakan payudara.  Awalnya ibu menyusui diberi terapi ini dari hari kedua setelah melahirkan sampai meninggalkan rumah sakit.

Tidak berhenti di situ, rumah sakit menindaklanjutinya di minggu-minggu setelah melahirkan dan menemukan bahwa banyak mengalami lebih sedikit pembengkakan, kepenuhan payudara, dan ketidaknyamanan. Tentu kondisi ini membuat ibu lebih mudah untuk menyusui bayinya.

7. Meredakan Migrain

Jika penggunaan obat-obatan yang dijual bebas tidak merespon sakit kepala sebela atau migrain, terapi kerokan dapat membantu meredakan.

Dalam satu penelitian, wanita berusia 72 tahun yang menderita sakit kepala kronis mendapatkan terapi ini selama 14 hari. Hasilnya, migrain yang diderita selama hidupnya membaik. Ini menunjukkan bahwa manfaat kerokan efektif untuk sakit kepala. Namun, masih dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk memastikan khasiatnya.

8. Mengatasi Sindrom Perimenopause

Manfaat kerokan juga dapat mengurangi gejala perimenopause pada wanita. Perimenopause adalah waktu yang menunjukkan di mana tubuh sedang melakukan transisi alami mendekati menopause. Gejala perimenopause meliputi:

  • Hot flashes
  • Insomnia
  • Menstruasi tidak teratur
  • Nyeri otot
  • Mudah berkeringat
  • Mudah lelah
  • Mudah gelisah
  • Vagina kering

Baca Juga: 10 Manfaat Pijat Refleksi untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Siapa yang Tidak Boleh Mendapatkan Kerokan?

Kerokan tidak cocok untuk semua orang. Orang yang seharusnya tidak memiliki gua sha termasuk mereka:

  • Memiliki kondisi medis yang memengaruhi kulit atau pembuluh darah.
  • Mudah berdarah.
  • Minum obat pengencer darah.
  • Memiliki trombosis vena dalam.
  • Memiliki infeksi, tumor, atau luka yang belum sembuh sepenuhnya.
  • Memiliki implan, seperti alat pacu jantung atau defibrilator internal.

 

  1. Santoso, Djoko. 2011. Kerokan Boleh, Asal. https://fk.unair.ac.id/archives/2011/02/28/kerokan-boleh-asal.html. (Diakses pada 6 Mei 2020)
  2. Higuera, Valencia. 2017. Understanding Gua Sha: Benefits and Side Effects. https://www.healthline.com/health/gua-sha. (Diakses pada 6 Mei 2020)
  3. Saha FJ et al. 2019. Gua Sha therapy for chronic low back pain: A randomized controlled trial. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/30712747. (Diakses pada 6 Mei 2020)
  4. Tanjung, Fariz F. 2014. The Effects of Scrapping Treatment Techiniques For Body Health. https://www.unila.ac.id/. (Diakses pada 6 Mei 2010)
  5. Johnson, Amanda. 2018. What Is Gua Sha? Benefits & Side Effects. https://www.massagetablespro.com/blogs/news-massage-tables/what-is-gua-sha-benefits-side-effects-2. (Diakses pada 6 Mei 2020)
  6. Price, Annie. 2019. Gua Sha Therapy: Is It a Safe Anti-Aging Beauty Practice?. https://draxe.com/health/gua-sha/. (Diakses pada 6 Mei 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi