Di Indonesia, suhu udara yang hangat bisa dirasakan kapan saja. Bahkan, saat malam hari saat suhu udara seharusnya menurun, tetap saja kita akan merasa gerah dan membutuhkan pendingin udara atau kipas angin agar bisa tidur dengan nyenyak. Hanya saja, terkadang kita akan tetap berkeringat meski sudah memakai peralatan elektronik tersebut. Apakah hal ini menandakan bahaya?

tidur-keringat-doktersehat

Kaitan Antara Berkeringat Saat Tidur dengan Risiko Kanker

Meski terlihat sebagai sesuatu yang tidak berkaitan, pakar kesehatan menyebut ada kemungkinan tubuh yang terus mengeluarkan keringat dalam jumlah banyak saat tidur sebagai tanda dari kanker. Biasanya, hal ini terjadi meski kita sudah berusaha untuk mengatur suhu kamar agar lebih sejuk.

Pakar kesehatan menyebut keringat yang muncul bisa sangat banyak dan membasahi bantal, sprei, kasur, atau bahkan baju yang kita pakai saat tidur. Tak hanya menyebabkan sensasi tidak nyaman, kita juga akan kerepotan karena harus sering mencuci berbagai peralatan kamar tidur tersebut. Satu hal yang pasti, gejala ini tidak bisa disepelekan dan kita harus segera memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter.

Beberapa jenis kanker yang menyebabkan gejala banyak berkeringat saat tidur adalah leukemia, limfoma, kanker hati, mesothelioma, kanker tulang, hingga tumor yang memiliki sifat kanker.

Pakar kesehatan masih memperdebatkan bagaimana bisa kanker menyebabkan gejala banyak berkeringat. Hanya saja, ada kemungkinan hal ini disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang sedang bekerja keras demi melawan perkembangan sel kanker. Selain itu, kanker di dalam tubuh juga bisa saja menyebabkan perubahan keseimbangan hormon. Hal ini juga bisa membuat produksi keringat menjadi semakin banyak, khususnya saat tidur malam.

Bagi mereka yang sudah menjalani kemoterapi, pengobatan terkadang juga bisa memberikan efek samping berupa banyak berkeringat di malam hari, penurunan berat badan, hingga demam tinggi.

Beberapa Kondisi Lain yang Bisa Menyebabkan Banyak Berkeringat Saat Tidur

Hanya saja, terkadang banyak berkeringat saat tidur bukan dipicu oleh kanker. Ada beberapa penyebab dari masalah kesehatan ini seperti sebagai berikut.

  1. Disebabkan oleh Pengaruh Usia atau Kondisi Tertentu

Pakar kesehatan menyebut para wanita yang sudah memasuki fase pre-menopause atau menopause akan mengalami perubahan hormon yang berimbas pada produksi keringat berlebihan. Ibu hamil juga mengalami perubahan keseimbangan hormon yang bisa menyebabkan gejala yang sama.

  1. Disebabkan oleh Kondisi Kesehatan Mental

Jika kita sedang dalam kondisi stres parah, mengalami kecemasan atau ketakutan berlebihan, akan mengalami peningkatan produksi keringat, termasuk saat tidur.

  1. Disebabkan oleh Kondisi Kesehatan Tertentu

Jika kita mengalami infeksi bakteri layaknya terkena penyakit TBC, maka sistem imun tubuh akan berusaha melawannya dengan menyebabkan demam. Hal ini akan membuat kita banyak berkeringat saat tidur. Kondisi kadar gula darah yang terlalu rendah atau hipoglikemia, dan gangguan hipertiroidisme juga bisa menjadi penyebabnya.

Selain itu, terkadang hal ini juga disebabkan oleh masalah idiopathic hyperhidrosis, kondisi yang membuat tubuh menghasilkan keringat jauh lebih banyak dari normal.

  1. Pengaruh Obat-Obatan Tertentu

Konsumsi beberapa jenis obat seperti yang diperuntukkan bagi terapi hormon, penurun demam, dan antidepresan bisa saja menyebabkan efek samping berupa keluarnya keringat dengan berlebihan.

  1. Pengaruh Alkohol

Mereka yang mengonsumsi alkohol di malam hari atau dekat dengan waktu tidur bisa saja mengalami efek samping berupa munculnya keringat dengan berlebihan. Kualitas tidur juga akan menurun dengan drastis sehingga saat bangun tidur tubuh merasa sangat lelah dan letih.

 

Sumber:

  1. McDermott, Annette. 2016. Are Night Sweats a Sign of Cancer?.healthline.com/health/night-sweats-cancer#Overview1. (Diakses pada 19 Januari 2020).