Terbit: 18 November 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Bagi sebagian besar wanita, memiliki vagina dengan kerapatan yang cukup kuat akan membuat mereka percaya diri saat seks. Dengan memiliki vagina sempit, wanita akan mendapatkan seks yang hebat. Selain itu, pasangan juga akan puas saat melakukan seks sehingga lebih sayang dengan pasangannya.

5 Hal yang Menyebabkan Kerapatan Vagina Berubah

Sebenarnya kerapatan vagina tidak selalu membuat pria dan wanita bisa menikmati seks dengan maksimal. Terkadang pria dan wanita justru merasa tidak nyaman karena vagina terlalu sempit dan menyebabkan rasa sakit. Masalah lain dari kerapatan adalah mulai mengendurnya otot di vagina.

Dua masalah di atas bisa muncul pada wanita karena beberapa penyebab di bawah ini.

  1. Perubahan hormon pada tubuh

Setiap siklus menstruasi wanita akan mengalami perubahan pada hormon di tubuhnya. Perubahan ini menyebabkan vagina menjadi lebih elastis, lembut, atau lebih kaku dan sedikit sempit. Jadi, wanita tidak perlu khawatir kalau pasangan mengatakan kalau vaginanya memiliki rasa yang berbeda saat melakukan seks.

Saat wanita mendekati masa ovulasi dan terjadi perubahan hormon di dalam tubuh, area serviks hingga ke bawah menjadi lebih lembap dan elastis. Saat inilah seks paling cocok dilakukan. Sementara itu saat ovulasi selesai, vagina akan sedikit elastis, lebih kering, dan sempit sehingga wanita bisa merasakan sakit saat seks.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

  1. Persalinan dan menyusui

Saat melakukan persalinan wanita akan mengalami pembesaran ukuran dari bukaan vagina. Hal ini terjadi karena bayi yang keluar membutuhkan ruang yang besar. Pembesaran ini terkadang masih menyisakan luka robekan di perineum sehingga wanita kerap merasakan sakit dan kerapatan vagina jadi rendah. Kondisi ini biasanya kembali setelah beberapa bulan.

Saat menyusui bayi yang baru saja dilahirkan, wanita juga akan mengalami perubahan hormon yang signifikan. Perubahan ini menyebabkan vagina menjadi lebih kering meski wanita sudah dirangsang. Vagina yang kering ini juga terasa lebih sempit sehingga pria dan wanita merasa sedikit tidak nyaman.

  1. Kehamilan

Saat mengalami kehamilan, area rahim akan membesar seiring dengan berjalannya waktu. Pembesaran ini menyebabkan area vagina menjadi sakit tertekan dan akhirnya menjadi sempit. Saat pria melakukan penetrasi, penis akan merasa tekanan dari vagina menjadi meningkat.

Meski vagina menjadi lebih sempit, cairan lubrikasi atau pelumas yang dihasilkan cukup banyak. Itulah kenapa seks yang dilakukan cukup lancar. Bahkan, wanita bisa dengan mudah mendapatkan orgasme meski dengan hamil.

  1. Stres

Saat mengalami stres yang terlalu kuat, wanita akan malas melakukan seks. Meski sudah dirangsang pun mereka tidak akan menghasilkan carian lubrikasi dalam jumlah banyak. Saat penetrasi dilakukan, vagina akan menjadi lebih sempit dari biasanya sehingga perasaan tidak nyaman akan terjadi.

Stres yang diikuti rasa cemas juga menyebabkan wanita mengalami vaginismus. Kondisi ini membuat otot vagina mengerut saat dimasuki benda. Dampak dari hal ini adalah penis tidak bisa masuk dan seks tidak bisa dilakukan dengan lancar.

  1. Aktivitas seks

Aktivitas seks yang dilakukan oleh pasangan menentukan sendiri apakah vaginanya menjadi lebih rapat atau lebih longgar. Biasanya wanita yang mengalami rangsangan maksimal bisa memiliki vagina yang lebih elastis dan lembut. Seks paling cocok dilakukan pada situasi ini.

Kalau foreplay tidak bisa dilakukan dengan maksimal, ada kemungkinan vagina mengalami gangguan kerapatan dan sering merasakan sakit saat penetrasi terjadi.

Inilah beberapa hal yang menyebabkan perubahan kerapatan dari vagina. Dari lima hal di atas, mana saja yang pernah Anda alami? Semoga setelah ini Anda dan pasangan tidak mengalami masalah lagi dalam hal seks dan kerapatan vagina, ya!.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi