Terbit: 3 Desember 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Keracunan arsenik adalah salah satu jenis keracunan yang menjadi ancaman bagi para pekerja industri pembuatan produk dengan bahan baku arsenik. Ketahui lebih lanjut mengenai kondisi ini mulai dari gejala, penyebab, diagnosis, hingga pengobatan dan pencegahannya.

Keracunan Arsenik: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Apa Itu Keracunan Arsenik?

Keracunan arsenik (arseninosis) adalah kondisi ketika seseorang menghirup atau menelan arsenik dalam kadar yang tinggi. Arsenik sendiri adalah sejenis karsinogen yang memiliki warna abu-abu, perak, atau putih. Zat ini sangat beracun bagi manusia. Sayangnya, arsen tidak memiliki aroma yang tajam sehingga sering kali orang terpapar zat tersebut tanpa menyadarinya.

Arsenik sendiri terdiri dari 2 (dua) jenis, yaitu:

  • Arsenik organik, yakni yang diproduksi secara alami oleh alam. Biasanya, jenis ini digunakan untuk memproduksi obat serangga (insektisida).
  • Arsenik inorganik, yakni jenis yang sudah mengalami percampuran dengan zat inorganik lainnya. Arsenik inorganik kerap menjadi bahan baku produk tekstil dan pertambangan.

Keduanya sama-sama memiliki racun yang berbahaya bagi manusia. Akan tetapi, efek racun dari arsenik inorganik lebih parah ketimbang yang organik apabila sampai terhirup atau tertelan.

Ciri dan Gejala Keracunan Arsenik

Keracunan arsenik ditandai dengan sejumlah ciri dan gejala, yaitu:

  • Kulit merah atau bengkak
  • Muncul kutil atau lesi pada kulit
  • Sakit perut
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Irama jantung abnormal
  • Kram otot
  • Kesemutan pada jari tangan dan kaki

Paparan arsenik dalam jangka panjang dapat menyebabkan gejala yang lebih parah, meliputi:

  • Mulut dan napas berbau seperti logam dan bawang putih
  • Produksi air liur berlebih
  • Sulit menelan
  • Urine berdarah
  • Kram otot
  • Kram perut
  • Rambut rontok
  • Kejang
  • Keringat berlebih

Baca Juga: Asbestosis: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Segera cari pertolongan medis apabila mengalami salah satu dari gejala-gejala di atas, khususnya untuk Anda yang memang bekerja atau beraktivitas di tempat dengan paparan arsenik yang cukup tinggi. Penanganan medis sedini mungkin perlu untuk mencegah kondisi bertambah buruk yang mana hal ini dapat mengancam keselamatan jiwa.

Penyebab Keracunan Arsenik

Air tanah yang terkontaminasi adalah penyebab paling umum dari keracunan arsenik. Arsen sudah ada di bumi dan dapat meresap ke dalam air tanah. Selain itu, air tanah juga bisa saja menampung limbah arsen yang berasal dari pabrik. Jika air tersebut sampai tertelan—apalagi dalam jangka panjang—hal ini dapat memicu terjadinya keracunan tersebut.

Penyebab lain dari keracunan zat ini adalah sebagai berikut:

  • Menghirup udara yang mengandung arsenik
  • Merokok dengan jenis rokok tembakau yang terpapar arsenik
  • Menghirup asap atau debu dari kayu atau limbah yang sebelumnya diolah dengan arsenik
  • Makan makanan yang terkontaminasi arsenik

Faktor Risiko Keracunan Arsenik

Sementara itu, ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami keracunan zat yang satu ini, yaitu:

  • Bekerja di industri yang memproduksi barang dengan bahan baku arsen
  • Tinggal di dekat kawasan industri
  • Tinggal atau beraktivitas di situs pembuangan limbah pabrik atau pertambangan

Diagnosis Keracunan Arsenik

Korban keracunan arsenik harus menjalani prosedur diagnosis oleh dokter. Ini tidak hanya akan membantu korban untuk mendapatkan perawatan yang tepat, tetapi juga untuk mengetahui penyebab yang mendasari sehingga diharapkan risiko tepapar zat yang sama pada masa mendatang dapat terminimalisir.

Dalam mendiagnosis keracuna, dokter akan melakukan sejumlah tes. Tes bertujuan untuk mengukur kadar arsenik dalam tubuh. Tes dilakukan terhadap:

  • Darah
  • Kuku jari
  • Rambut
  • Air seni (urine)

Tes urine paling sering digunakan dalam kasus paparan akut yang terjadi dalam beberapa hari. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC), semua tes lain mengukur paparan jangka panjang (setidaknya dalam kurun waktu enam bulan).

Namun sebelum melakukan tes, dokter mungkin akan melakukan sedikit pemeriksaan fisik untuk mencari tahu adanya abnormalitas pada tubuh sebagai efek dari paparan racun.

Pengobatan Keracunan Arsenik

Pengobatan tergantung pada intensitas keracunan yang pasien alami. Pada intinya, pengobatan bertujuan untuk menghilangkan racun yang masuk sebelum menyebabkan kerusakan pada tubuh.

Pertolongan pada kasus keracuna arsenik meliputi:

  • Melepaskan pakaian yang terkontaminasi arsenik
  • Mencuci dan membilas kulit yang terpapar secara menyeluruh
  • Transfusi darah
  • Pemberian obat jantung jika ada indikasi gagal jantung
  • Mengonsumsi suplemen mineral untuk mengatasi gangguan irama jantung yang berpotensi fatal
  • Analisis fungsi ginjal
  • Irigasi usus

Selain itu, ada juga terapi khelasi. Metode pengobatan ini menggunakan bahan kimia tertentu, termasuk asam dimercaptosuccinic dan dimercaprol. Keduanya bekerja untuk mengisolasi arsenik dari protein darah.

Komplikasi Keracunan Arsenik

Paparan arsenik dalam jangka panjang dapat menyebabkan komplikasi berupa kanker. Jenis kanker yang berhubungan dengan arsenik adalah:

  • Kandung kemih
  • Darah
  • Sistem pencernaan
  • Hati
  • Paru-paru
  • Sistem limfatik
  • Ginjal
  • Prostat
  • Kulit

Keracunan arsenik dapat menyebabkan komplikasi kesehatan lainnya seperti:

  • Diabetes
  • Penyakit jantung
  • Gangguan fungsi hati
  • Masalah pencernaan
  • Neurotoksisitas

Pada wanita hamil, paparan arsenik dapat menyebabkan komplikasi janin atau cacat lahir setelah melahirkan. Sementara itu, anak-anak yang terpapar arsenik dalam jangka panjang kemungkinan mengalami pertumbuhan yang lambat.

Pencegahan Keracunan Arsenik

Bagaimana cara mencegah diri dari paparan arsenik yang beracun? Berikut sejumlah tipsnya:

  • Jika mengonsumsi air tanah, pastikan air sudah mengalami proses penyaringan maksimal.
  • Apabila bekerja atau berkegiatan di sekitar kawasan industri, kenakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar seperti masker dan sebagainya.
  • Usahakan untuk membawa peralatan makan dan minum sendiri jika bepergian atau berkegiatan di tempat yang paparan arseniknya tinggi.
  • Cuci pakaian sehabis berkegiatan di tempat yang memiliki paparan arsenik dalam jumlah tinggi.

 

  1. Cherney, K. 2018. Everything You Need to Know About Arsenic Poisoning. https://www.healthline.com/health/arsenic-poisoning#complications (accessed on 3 Desember 2020)
  2. Davis, C. Arsenic Poisoning. https://www.medicinenet.com/arsenic_poisoning/article.htm (accesed on 3 December 2020)
  3. Paddock, M. 2018. What is arsenic poisoning? https://www.medicalnewstoday.com/articles/241860#what-is-arsenic (accessed on 3 December 2020)
  4. WHO. Arsenic. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/arsenic (accessed on 3 December 2020)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi