Terbit: 21 April 2020 | Diperbarui: 9 Juni 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Keputihan adalah hal lumrah yang dialami oleh kaum hawa. Ketika Anda masih remaja dan belum menikah, keputihan adalah kondisi yang umum terjadi. Namun, bagaimana jika mengalami keputihan saat hamil tua? Apakah itu sesuatu yang normal atau berbahaya? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

keputihan-saat-hamil-tua-doktersehat

Apa itu Keputihan?

Keputihan adalah cairan yang keluar dari liang vagina seorang wanita. Dalam istilah medis, keputihan juga disebut dengan leukorea atau flour albus. Pada dasarnya, semua wanita terlepas dari hamil atau tidak, bisa mengalami keputihan satu atau dua tahun sebelum pubertas dan berakhir setelah menopause. Berapa banyak keputihan yang keluar bisa berubah dari waktu ke waktu dan biasanya menjadi lebih berat sebelum menstruasi.

Jenis-Jenis Keputihan pada Ibu Hamil

Ada dua jenis keputihan yaitu keputihan fisiologis dan keputihan patologis. Keputihan fisiologis merupakan keputihan normal, sedangkan keputihan patologis adalah keputihan abnormal.

  • Keputihan Fisiologis

Jenis keputihan fisiologis dikatakan keputihan normal dan tidak berbahaya karena terjadi sebagai dampak fisiologis tubuh yang tidak terelakkan seperti siklus haid, rangsangan seksual, perubahan hormonal, dan lainnya.

  • Keputihan Patologis

Keputihan patologis disebut keputihan tidak normal karena disebabkan oleh bakteri, jamur, atau penyakit tertentu pada wanita. Jenis keputihan ini harus segera ditangani.

Normalkah Keputihan saat Hamil Tua?

Banyak wanita hamil cemas karena mengalami keputihan saat menginjak trimester tiga. Terlebih lagi, keputihan tersebut semakin banyak dan memiliki perbedaan karakteristik aroma, warna, dan kekentalan dari keputihan yang dialami biasanya.

Keputihan saat hamil tua bisa normal dan bisa tidak normal. Anda tidak perlu cemas jika keputihan tersebut normal. Akan tetapi, Anda perlu waspada bila keputihan tersebut memiliki ciri-ciri keputihan patologis.

Keputihan normal pada ibu hamil disebabkan karena perubahan hormon yang berdampak pada peningkatan jumlah cairan vagina dan terjadinya penurunan tingkat keasaman vagina. Hal tersebut membuat keputihan semakin banyak saat hamil tua.

Anda perlu cemas jika ternyata keputihan tersebut bersifat patologis. Keputihan patologis adalah keputihan tidak normal dan berbahaya pada ibu hamil dan janinnya. Jadi, bahaya atau tidaknya keputihan pada ibu hamil tergantung pada jenisnya.

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Segera dapatkan penanganan dari tenaga medis profesional jika Anda mengalami pendarahan lebih dari satu hari dan disertai demam. Meski keputihan saat hamil tua adalah sesuatu yang normal, jangan pernah untuk mendiagnosis dan mengobati sendiri.

Ciri-Ciri Keputihan pada Ibu Hamil yang Normal dan Tidak Normal

Penting bagi ibu hamil untuk mengenali ciri-ciri keputihan yang normal dan tidak normal. Hal ini menjadi penting karena jika keputihan Anda terindikasi normal, maka Anda tidak perlu terlalu cemas. Namun, jika ternyata menunjukkan adanya ketidaknormalan, maka Anda bisa segera melakukan tindakan untuk mengatasinya.

1. Ciri-Ciri Keputihan Normal

Inilah ciri-ciri keputihan pada ibu hamil yang normal atau bersifat fisiologis:

  • Warna keputihan bening hingga putih keruh
  • Tidak berbau apalagi bau menyengat
  • Lendir elastis dan bisa meregang pada jari
  • Tidak disertai darah
  • Tidak disertai rasa gatal di daerah kemaluan
  • Tidak disertai rasa nyeri
  • Tidak menyebabkan kulit sekitar vagina kemerahan

Jika keputihan Anda memiliki ciri-ciri tersebut, maka Anda tidak perlu cemas karena keputihan tersebut tidak membahayakan.

2. Ciri-Ciri Keputihan Tidak Normal

Ciri-ciri keputihan pada ibu hamil yang tidak normal atau bersifat patologis, yaitu:

  • Cairan vagina tidak bening atau putih melainkan kuning, hijau, atau abu-abu
  • Memiliki aroma yang tidak sedap, menyengat, amis, berbau busuk, atau berbau masam
  • Keputihan kental bahkan lengket
  • Disertai dengan noda darah
  • Sering muncul rasa gatal
  • Disertai rasa nyeri atau perih di area kemaluan
  • Kulit menjadi kemerahan

Apabila Anda mengalami salah satu atau beberapa ciri tersebut, maka kemungkinan besar keputihan Anda adalah keputihan patologis. Anda perlu segera ke dokter untuk lebih memastikan indikasi keputihan patologis secara medis.

Keputihan saat Hamil Tua Terkait dengan Penyakit

Keputihan pada ibu hamil yang memiliki ciri-ciri tidak normal mengindikasikan adanya beberapa masalah medis. Terjadinya keputihan patologis biasanya dikarenakan adanya penyakit tertentu atau aktivitas mikroorganisme seperti bakteri dan jamur. Berikut ini adalah beberapa indikasi masalah kesehatan yang terkait dengan keputihan tidak normal, di antaranya:

1. Vaginosis Bakterialis

Vaginosis bakterialis adalah infeksi bakteri yang paling sering terjadi. Kondisi ini menyebabkan peningkatan keputihan dengan bau busuk yang sangat kuat. Seorang wanita yang memiliki banyak pasangan seksual memiliki peningkatan risiko tertular infeksi ini.

2. Trikomoniasis

Trikomoniasis adalah jenis infeksi yang disebabkan oleh protozoa. Infeksi ini biasanya menyebar melalui kontak seksual, berbagi handuk atau pakaian. Vagina Anda akan mengeluarkan cairan berwarna kuning atau hijau serta memiliki bau busuk. Gejala umum yang bisa terjadi adalah peradangan dan gatal-gatal, meskipun beberapa orang tidak mengalami gejala apa pun.

3. Infeksi Jamur Candida

Infeksi jamur Candida adalah infeksi jamur yang menghasilkan cairan putih seperti susu pecah yang disertai sensasi terbakar dan gatal. Berikut ini adalah faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan infeksi jamur, antara lain:

  • Stres
  • Diabetes
  • Kehamilan
  • Antibiotik, terutama penggunaan di atas 10 hari

4. Gonore dan Klamidia

Gonore dan klamidia adalah infeksi menular seksual (IMS) yang dapat menghasilkan keputihan yang tidak normal. Cairan yang keluar bisa berwarna kuning, kehijauan atau abu-abu.

5. Penyakit Radang Panggul

Penyakit radang panggul terjadi ketika bakteri menyebar dari vagina ke organ reproduksi lainnya (rahim, saluran telur) dan menyebar sampai ke dalam rongga panggul. Penyakit ini juga dapat menghasilkan cairan yang berbau busuk.

6. Human Papillomavirus (HPV) atau Kanker Serviks

Infeksi HPV disebarkan melalui kontak seksual. Kondisi ini dapat menyebabkan seorang wanita menderita kanker serviks. Meskipun sering kali tidak menimbulkan gejala, kanker jenis ini dapat menyebabkan keputihan bercampur darah atau bau busuk. Pencegahan bisa dilakukan dengan skrining Pap smear tahunan dan melakukan tes HPV.

Penanganan Keputihan saat Hamil Tua

Peningkatan volume cairan vagina yang berbau ringan selama kehamilan adalah normal, akan tetapi jika warna dan bau yang tidak biasa sering terjadi, hal itu bisa menunjukkan adanya infeksi. Seorang dokter biasanya meresepkan antibiotik atau obat lain untuk mengobati infeksi.

Berikut adalah beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan saat Anda mengalami keputihan saat hamil tua, antara lain:

  1. Selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh area kemaluan.
  2. Rajin membersihkan area kewanitaan dengan air bersih dan sabun yang aman bagi ibu hamil.
  3. Rutin mengganti pakaian dalam dan gunakan pakaian dalam yang bersih.
  4. Pilihlah pakaian dalam yang tidak ketat dan berbahan nyaman.
  5. Hindari penggunaan panty liner terlalu sering dan lama.
  6. Hindari penggunaan sabun kewanitaan atau cairan semprot yang beraroma.
  7. Hindari penggunaan tampon.
  8. Menghindari douching.
  9. Hindari mengenakan celana jeans ketat dan stoking nilon.
  10. Konsumsi makanan sehat dan batasi konsumsi gula karena gula mendorong infeksi ragi.
  11. Konsumsi makanan dan suplemen probiotik yang aman dikonsumsi selama kehamilan.

Peningkatan debit keputihan selama kehamilan adalah sesuatu yang normal, tetapi jika cairan berwarna hijau, kuning, atau abu-abu, serta terjadi ketidaknyamanan pada vagina atau perut, hal itu bisa mengindikasikan masalah kesehatan. Segera cari perawatan medis jika Anda mengalami bercak atau pendarahan yang berat, bertahan lebih dari sehari, atau terjadi bersamaan dengan rasa sakit serta kram.

 

  1. Anonim. Vaginal Discharge During Pregnancy. https://americanpregnancy.org/pregnancy-health/vaginal-discharge-during-pregnancy/. (Diakses pada 21 April 2020).
  2. Ellis, Mary Ellen. 2018. Everything You Need to Know About Vaginal Discharge. https://www.healthline.com/symptom/vaginal-discharge. (Diakses pada 21 April 2020).
  3. Leonard, Jayne. 2020. What do different colors of discharge mean in pregnancy?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323433. (Diakses pada 21 April 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi