Keputihan pada Anak – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Doktersehat-keputihan-pada-anak

DokterSehat.Com – Keputihan pada anak adalah penyakit kelamin yang menyerang anak kecil hingga berusia remaja. Apabila Anda menemunkan bercak putih, kuning atau kehijauan pada celana dalam anak yang baru digunakan maka kemungkinan besar anak Anda mengalami keputihan.

Apa itu Keputihan pada Anak?

Keputihan pada anak bisa terjadi karena peradangan di vulva dan vagina. Penyakit ginekologi umum ini dapat terjadi pada usia berapa saja. Penyebab keputihan pada anak umumnya karena ketidakseimbangan bakteri.

Gejala keputihan pada anak ditandai dengan rasa perih dan gatal pada vagina. Keputihan bisa terjadi pada siapa saja termasuk pada balita, bahkan bayi.

Perlu diketahui, secara anatomi dan fungsi organ kemaluan pada anak–memang terdapat perbedaan dengan orang dewasa sehingga hal ini meningkatkan risiko terjadi infeksi yang menyebabkan keputihan pada anak.

Selain itu, kondisi ini juga dipengaruhi oleh lokasi vagina dan liang anus yang sangat dekat, kurangnya esterogen sehingga lapisan permukaan vagina menjadi cukup tipis serta rentan terhadap infeksi, tidak adanya proteksi dari rambut kemaluan, dan kurangnya bantalan lemak pada daerah bibir vagina yang memudahkan terjadinya infeksi.

Gejala Keputihan pada Anak

Keputihan adalah semua cairan yang keluar dari vagina selain darah. Keputihan dibedakan menjadi dua yaitu keputihan normal dan patologis atau penyakit. Jadi, tidak semua keputihan adalah penyakit. Pada anak pun, keputihan normal juga bisa terjadi.

Cara membedakannya adalah pada keputihan normal jumlahnya sedikit. Sedangkan keputihan penyakit, jumlahnya lebih banyak. Warna putih jernih untuk keputihan normal umumnya kuning, cokelat, kehijauan dan aroma yang ditimbulkan tidak menyengat. Sementara keputihan pada anak yang disebabkan oleh penyakit memiliki warna kemerahan dengan aroma yang menyengat.

Pada keputihan penyakit, bau yang ditimbulkan bisa asam, amis, atau bahkan busuk. Pada keputihan normal cairan yang keluar biasanya agak lengket, sedangkan pada keputihan penyakit, cairannya bisa cair atau putih kental seperti susu kental manis.

Penyebab Keputihan pada Anak

Keputihan pada anak biasanya terjadi karena kurangnya kebersihan daerah sekitar vagina dan lubang dubur. Pada kasus terbanyak, keputihan pada anak berasal dari bakteri Escherichia coli (E. coli) yang berasal dari feses terutama jika arah ceboknya dari belakang ke depan. Pada kasus ini, pencegahan yang bisa dilakukan adalah mengubah arah cebok dari arah depan ke belakang.

Penyebab lain keputihan pada anak yang sering terjadi adalah bakteri Streptococcus dan Stafilokokus yang ditularkan melalui tangan dari daerah mulut dan kerongkongan. Selain itu, kebiasaan anak yang duduk sembarangan oleh karena daerah kemaluannya belum menutup sempurna, juga bisa menyebabkan keputihan pada anak karena jamur, bakteri atau benda asing mudah masuk ke vagina anak.

Sementara itu, bahan kimia dari sabun dan detergen juga bisa menimbulkan iritasi. Bahkan, air kencing yang tidak sengaja keluar di celana dalam berisiko membuat lembap, iritiasi dan rasa gatal.

Pengobatan Keputihan pada Anak

Keputihan saat usia balita sering kali bukanlah hal yang normal, apalagi jika keputihan berwarna kehijauan dan berbau. Sebaiknya segera periksakan anak Anda ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Penanganan yang diberikan akan bergantung pada penyebab dan kondisi anak Anda.

Berikut adalah beberapa cara mengatasi keputihan pada anak, di antaranya:

  • Lebarkan posisi lutut bayi dan anak ketika buang air kecil. Ini perlu dilakukan agar air kencing tidak tertahan di sekitar vagina.
  • Keringkan alat kelamin bayi dan anak sesudah buang air kecil.
  • Jangan biarkan bayi dan anak mandi terlalu lama, apalagi berendam. Hal ini perlu dilakukan agar vagina mereka tidak terlalu lembap.
  • Hindari memberi bedak pada area vagina.
  • Hindari penggunaan sabun secara langsung pada vagina bayi dan anak.
  • Jangan menggosok vagina bayi dan anak terlalu keras.
  • Jangan gunakan sabun mandi yang mengandung parfum.
  • Pilihlah pakaian dalam yang longgar dan terbuat dari bahan yang mudah menyerap keringat, sehingga vagina bayi dan anak tetap kering dan tidak lembap.
  • Biasakan mengganti pakaian dalam anak sekitar 2-3 kali sehari agar vaginanya tetap kering.
  • Kontrol kebersihan alat kelamin anak yang masih berusia 5-10 tahun.
  • Pastikan bagian kemaluan kering sebelum memakaikan popok.
  • Ganti popok anak meskipun popok belum penuh, cara ini dilakukan untuk mencegah lembap pada area vagina.

Obat Tradisional Keputihan pada Anak-Anak

Berikut ini adalah beberapa bahan tradisional yang dapat digunakan untuk mengatasi keputihan pada anak, antara lain:

  • Minyak kelapa

Minyak kelapa diduga efektif memerangi jamur C. albicans. Minyak ini dapat digunakan dengan mengoleskannya langsung pada area vagina. Guna mendapatkan manfaat maksimal, pastikan Anda menggunakan minyak kelapa organik.

Meskipun relatif aman sebagai pengobatan alternatif infeksi jamur vagina, penggunaan obat ini tidak disarankan apabila Anda memiliki alergi terhadap minyak kelapa atau sedang menggunakan pengobatan untuk keputihan.

  • Yoghurt

Makanan probiotik seperti yoghurt mengandung bakteri hidup seperti Lactobacillus acidophilus yang membantu keseimbangan kadar bakteri dalam tubuh. Sebagian wanita mengonsumsinya sebagai obat keputihan tradisional atau digunakan sebagai cara mengobati keputihan pada anak, karena kemampuannya meredakan gejala infeksi jamur vagina. Kandungan probiotik dalam yoghurt dipercaya memerangi C. albicans penyebab keputihan

Selain beberapa langkah mencegah keputihan anak seperti di atas, cara lain yang bisa Anda gunakan adalah menggunakan obat Rivanol. Tuangkan satu tutup botol dalam lima liter air kemudian berendam di dalamnya selama 5-10 menit setiap hari. Pada umumnya, dalam seminggu cara ini sudah menunjukkan hasil.

Hal penting lain yang tidak boleh dilewatkan adalah ajari anak untuk menjaga kebersihan area kemaluannya. Ajarilah cara cebok yang benar, mengeringkan kemaluannya dan jaga selalu kebersihan tangannya.

Perlu diketahui, dampak infeksi vagina pada anak jika terlalu sering terjadi–tentu ada kemungkinan bisa menyebabkan penyebaran infeksi pada organ lainnya (pada saluran kemih dan saluran kemaluan).

Oleh karenanya memang harus dilakukan penanganan, khususnya jika keputihan pada anak tidak menghilang dengan sendirinya. Keputihan pada anak ini dapat diatasi dengan memberikan antibiotik berupa metronidazole. Biasanya pengobatan dilakukan 7-10 hari.

Selain itu, ketika mengeringkan kemaluan setelah dibersihkan, sebaiknya tidak menggunakan kain atau handuk yang dipergunakan bersama atau dipergunakan berulang. Penggunaan tisu basah untuk membersihkan kemaluan setelah kemaluan anak dibersihkan dipercaya sebagai cara yang cukup aman. Hindarkan anak dari penggunaan pakaian serta celana dalam yang terlalu ketat.

Pada akhirnya, jika Anda menjalankan pola kebersihan di area kemaluan, maka keputihan akan berangsur-angsur menghilang. Namun apabila keputihan pada anak tidak kunjung membaik, segera bawalah anak Anda ke dokter spesialis anak untuk dilakukan pemeriksaan lengkap.

Selain itu, segera periksakan ke dokter jika anak mengeluh merasa sakit ketika buang air kecil, atau ketika menahan buang air kecil. Waspadalah jika anak mulai sering menggaruk vaginanya.