Terbit: 25 Maret 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Kepiting untuk ibu hamil adalah sesuatu yang baik karena kandungan nutrisi yang ada di dagingnya. Meski begitu, terdapat beberapa orang yang memiliki kekhawatiran mengenai kandungan merkuri di dalamnya. Lantas, amankah ibu hamil makan kepiting? Simak penjelasan lengkap berikut ini.

Kepiting untuk Ibu Hamil: Aturan Makan dan Cara Aman Mengolahnya

Bolehkah Ibu Hamil Makan Kepiting?

Boleh, asal kepiting dibuat dengan higienis dan dimasak dengan benar. Menurut Food and Drug Administration (FDA) dan Environmental Protection Agency (EPA), kepiting yang dimasak dengan benar adalah salah satu pilihan makanan laut terbaik untuk dimakan saat hamil.

Namun produk olahan kepiting pada sushi atau sashimi sebaiknya dihindari karena dapat membahayakan janin. Risiko paling signifikan dari mengonsumsi makanan laut selama kehamilan adalah makanan tersebut mengandung polutan alami seperti PCB (polychlorinated biphenyl), merkuri, dan dioksin.

Manfaat Kepiting bagi Ibu Hamil

Meski makanan laut ini termasuk salah satu asupan yang aman dikonsumsi, konsultasi dengan dokter diperlukan untuk sebelum Anda mengonsumsinya. Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan dari mengonsumsi kepiting, di antaranya:

1. Membantu Perkembangan Janin

Kepiting adalah sumber makanan yang kaya akan asam lemak omega-3, protein, folat, vitamin A, dan vitamin D. Oleh karena itu, makan kepiting selama kehamilan akan meningkatkan perkembangan janin secara keseluruhan.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

Kebutuhan protein dan folat yang konstan selama kehamilan adalah sesuatu yang penting. Kedua nutrisi tersebut terdapat pada kepiting dalam jumlah yang cukup banyak, sehingga mendukung perkembangan janin yang sehat.

2 Meningkatkan Sistem Kekebalan

Asam amino dan antioksidan dalam daging kepiting membantu meningkatkan energi dan tingkat kekebalan tubuh selama kehamilan. Asam amino membuat antibodi tubuh untuk menyerang sel target yang dianggap asing masuk ke dalam tubuh.

3. Membantu Mengatasi Anemia

Kepiting saat hamil menjadi salah satu asupan yang baik karena kandungan zat besi di dalamnya. Zat besi melindungi Anda dari anemia kehamilan. Jika anemia saat hamil tidak mendapatkan penanganan, hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi seperti persalinan prematur atau berat badan lahir rendah. Kebutuhan zat besi yang tercukupi juga membantu menjaga kadar hemoglobin yang sehat pada bayi setelah melahirkan.

4. Memenuhi Kebutuhan Kalsium

Kalsium adalah mineral penting untuk kehamilan.  Kandungan kalsium yang kaya dari kepiting dapat meningkatkan perkembangan tulang pada janin. Selain dari kepiting, konsumsi suplemen atau vitamin yang mengandung kalsium juga penting untuk memenuhi kebutuhan kalsium selama hamil. Konsultasi dengan dokter diperlukan agar Anda tahu dosis yang tepat.

5. Rendah Kalori

Manfaat ibu hamil makan kepiting berikutnya adalah Anda tidak perlu khawatir berat badan bertambah, karena kepiting termasuk makanan yang sangat rendah kalori. Selama Anda mengonsumsi makanan yang sehat, kenaikan berat badan adalah sesuatu yang tidak perlu dikhawatirkan. Langkah terpenting yang bisa dilakukan adalah memenuhi asupan nutrisi yang dibutuhkan selama kehamilan.

6. Mengandung Folat

Asupan kepiting untuk ibu hamil menjadi penting karena hewan laut ini juga mengandung folat. Mineral ini tidak dapat diproduksi oleh tubuh dan harus didapatkan dari makanan atau suplemen.

Selain kepiting, folat juga bisa Anda dapatkan dari kuning telur, jeruk, sayuran hijau, dan kacang-kacangan. Asupan asam folat yang cukup sangat penting untuk pertumbuhan sel plasenta dan janin karena diduga bisa menurunkan risiko cacat tabung saraf, preeklamsia, dan gangguan jantung.

7. Meningkatkan Kesehatan Mental

Salah satu kandungan utama kepiting adalah asam lemak omega-3. Asam lemak tak jenuh ganda ini berperan penting dalam menjaga kesehatan mental yang baik dan memerangi gejala depresi. Jika Anda mengalami stres selama kehamilan, menjadikan daging kepiting sebagai bagian dari makanan Anda akan sangat bermanfaat.

8. Mengurangi Tekanan Darah Tinggi

Selama kehamilan, tingkat stres dalam tubuh bisa mengalami peningkatan, di mana hal ini juga meningkatkan tekanan darah yang menyebabkan gejala hipertensi. Tekanan darah tinggi selama kehamilan bisa berbahaya bagi janin.

9. Meningkatkan Fungsi Saraf dan Otot

Magnesium adalah salah satu mineral penting dalam pertumbuhan manusia. Sumber tambahan magnesium sangat dibutuhkan untuk menjaga agar semua saraf dan otot dalam tubuh berfungsi dengan baik. Mineral ini juga membantu meningkatkan kualitas tidur, membantu meningkatkan kekebalan tubuh secara keseluruhan, dan menjaga keseimbangan hormonal tubuh.

10. Menurunkan Risiko Masalah Jantung

Asam lemak omega-3 tidak hanya bertanggung jawab untuk perkembangan otak janin. Asam lemak tak jenuh ganda ini juga diperlukan selama kelahiran, karena kemampuannya untuk mengurangi kadar lemak yang tertahan dalam darah. Omega-3 juga membantu mengurangi kemungkinan menderita stroke.

Baca Juga: 11 Manfaat Seafood (Makanan Laut): Cegah Depresi Hingga Stroke

Hal-Hal yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Mengonsumsi Kepiting

Berikut ini adalah beberapa faktor yang harus diperhatikan agar kesehatan ibu dan janin tetap terjaga, di antaranya:

1. Pilih King Crab

Pilihan makanan laut yang paling aman selama kehamilan adalah king krab atau kepiting raja. Varietas populer lainnya termasuk blue crab, snow crab, dan Dungeness crab, tidak dianggap seaman king crab karena mengandung merkuri yang tinggi.

Merkuri dapat memengaruhi perkembangan otak, sistem saraf janin, dan juga menyebabkan komplikasi kesehatan tertentu pada ibu. Meskipun kepiting adalah salah satu makanan laut rendah merkuri, Anda harus mengonsumsinya dalam jumlah sedang.

2. Hindari Konsumsi Kepiting Mentah

Kepiting yang mentah dapat terinfeksi mikroorganisme dan parasit yang dapat menyebabkan keracunan. Selain memengaruhi kesehatan ibu, hal ini juga bisa memengaruhi perkembangan janin.

Selain itu, Anda juga tidak dianjurkan mengonsumsi daging setengah matang karena sama berbahayanya dengan daging mentah. Kepiting yang dimasak dengan benar dapat menghancurkan mikroorganisme dan parasit berbahaya. Terakhir, hindari juga konsumsi daging kepiting beku karena rentan terhadap bakteri.

3. Metode Persiapan yang Higienis

Betapapun bersih dan sehatnya kepiting, teknik persiapan dan peralatan yang digunakan untuk memasaknya juga harus bersih. Apa pun yang digunakan untuk menangani kepiting mentah sebaiknya tidak digunakan kembali sebelum dicuci hingga bersih.

 

  1. Arora, Mahak. 2018. Eating Crab During Pregnancy. https://parenting.firstcry.com/articles/eating-crab-during-pregnancy-health-benefits-precaution-and-recipes/. (Diakses pada 25 Maret 2021).
  2. Malachi, Rebecca. 2019. Is It Safe To Eat Crab During Pregnancy?. https://www.momjunction.com/articles/crab-during-pregnancy_00367098/. (Diakses pada 25 Maret 2021).
  3. Nall, Rachel. 2018. Is crab and other seafood safe to eat during pregnancy?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322137. (Diakses pada 25 Maret 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi