Kentut Saat Tidur Malam: Penyebab dan Cara Mencegahnya

sering-kentut-saat-tidur-doktersehat

DokterSehat.Com – Saat tidur kita akan susah sekali mengatur atau mengontrol fungsi dari beberapa bagian tubuh. Misal mengontrol kaki agar tidak bergerak ke kiri dan ke kanan dengan sesuka hatinya. Lalu mengontrol tubuh agar tetap berada di posisinya dan tidak berguling sesuka hati dan akhirnya mengenai tubuh pasangan atau malah jatuh ke bawah.

Hal lain yang tidak bisa dikontrol oleh tubuh adalah kentut. Terkadang kita tidak sadar dalam semalam sudah kentut beberapa kali. Ada yang dirasa dan tidak. Namun, beberapa pasangan mengeluhkan hal ini karena sering membuat mereka jadi bangun karena ada bau yang tidak sedap. Bisakah kentut saat tidur bisa dicegah?

Penyebab kentut saat tidur

Kentut adalah hal yang wajar karena saat terjadi pencernaan tubuh akan menghasilkan banyak gas. Gas ini akan ikut bergerak bersama dengan feses di usus dan akhirnya keluar dalam bentuk kentut. Itulah kenapa kentut juga sering menjadi pertanda kalau kita ingin buang air besar.

Kentut yang terjadi saat malam hari ketika tidur sama dengan yang terjadi saat siang. Kondisi ini terjadi karena beberapa hal di bawah ini.

  • Banyak mengonsumsi makanan dengan kadar soda atau karbonasi cukup tinggi. Minuman jenis ini akan membentuk karbon dioksida di dalam tubuh dan akhirnya memicu kembung dan kentut berkali-kali.
  • Kebiasaan makan yang buruk dan dilakukan berkali-kali. Kebiasaan makan yang dimaksud adalah mengunyah terlalu cepat dan sering mengonsumsi permen karet. Kondisi ini memicu banyak udara masuk ke dalam tubuh.
  • Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang berlemak dan asin. Makanan dengan kandungan lemak tinggi akan menyebabkan pencernaan berjalan dengan lambat. Begitu pun dengan makanan dengan kandungan garam tinggi. Air akan terikat dan mengganggu proses pencernaan.
  • Mengonsumsi makanan yang terlalu manis baik itu dalam bentuk jus, teh, atau aneka kue. Makanan manis memudahkan tubuh menghasilkan banyak gas.
  • Mengonsumsi buah atau sayuran tertentu yang memicu pencernaan menghasilkan banyak gas saat mengolahnya.

Kentut dan buang air besar

Pernahkah Anda khawatir kalau kentut berkali-kali feses juga ikut terbawa keluar karena kita tidak memiliki kontrol yang baik. Saat siang hari mungkin bisa saja terjadi. Tapi saat malam hari akan susah terjadi. Saluran yang terbuka hanya kecil dan memungkinkan udara saja yang keluar dalam bentuk kentut.

Kentut malam hari jarang sekali diketahui oleh mereka yang melakukannya. Tubuh yang tidak ada pada fase sadar mengeluarkan gas begitu saja. Biasanya mereka tahu kalau memiliki kebiasaan kentut saat tidur dari pasangan. Kalau pasangan tidak memberi tahunya, mungkin kebiasaan ini akan terjadi begitu saja sampai kapan pun.

Frekuensi kentut setiap hari

Dalam satu hari normalnya seseorang yang sehat akan mengalami kentut sebanyak 5-15 kali. Jumlah setiap hari bisa berubah-ubah tergantung dengan apa yang dimakan. Kalau mengandung banyak sayuran cruciferous seperti kol, brokoli, dan sejenisnya, gas akan semakin banyak dihasilkan.

Selain apa yang dimakan oleh, jumlah gas yang keluar melalui anus juga dipengaruhi oleh beberapa penyakit yang dialami oleh tubuh. Penyakit ini terdiri dari:

  • Intoleransi dengan laktosa. Beberapa orang tidak bisa mengonsumsi makan dengan kandungan laktosa cukup tinggi. Kalau tubuh menerimanya, kembung akan langsung terjadi dan kentut akan terjadi berkali-kali.
  • Penyakit Crohn’s. Penyakit ini menyebabkan inflamasi di saluran cerna dan memicu kondisi seperti diare atau nyeri di perut.
  • Penyakit Celiac. Penyakit autoimun ini menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan khususnya yang berkaitan dengan gluten. Kalau tubuh menerima gluten, akan terjadi cedera di usus sehingga pencernaan akan terganggu.
  • Sembelit yang berlebihan. Saat terjadi sembelit, feses tidak bisa bergerak dengan sempurna di dalam usus. Akibatnya tubuh akan mengalami gangguan seperti nyeri, pembentukan gas, hingga susah untuk duduk dan berjalan.
  • Ada perubahan jumlah bakteri di dalam usus. Perubahan ini bisa jadi lebih banyak dan lebih kecil. Akibatnya pencernaan akan mengalami gangguan dan sisa makanan yang tersimpan sementara di susu terus menghasilkan gas.
  • Sindrom iritasi usus besar atau IBS. Kondisi menyebabkan pergerakan feses di dalam usus mengalami gangguan dan memicu pembentukan gas yang sangat banyak sehingga penderita akan kentut berkali-kali.

Cara mencegah kentut saat tidur

Kentut saat tidur sangat mengganggu dan membuat beberapa orang merasa tidak nyaman. Berikut beberapa cara untuk mencegahnya.

  • Menghindari beberapa jenis makanan seperti yang terlalu banyak serat dan berjenis cruciferous. Makanan seperti ini akan menyebabkan gas terbentuk dalam jumlah banyak meski efek kenyangnya lebih lama.
  • Minum air putih daripada air gula atau air dengan kandungan soda cukup tinggi. Maksimal 4 jam sebelum tidur, minuman seperti itu sudah harus dihindari.
  • Tidak makan atau mengonsumsi makanan sebelum tidur. Beri jeda setidaknya 2-3 jam. Mengapa demikian? Karena kalau langsung tidur pencernaan akan berjalan dengan lambat dan menyebabkan gas di dalam perut diproduksi dalam jumlah banyak.
  • Hindari mengonsumsi permen karet merokok. Apa saja yang bertujuan memasukkan gas ke dalam tubuh kemungkinan besar memicu kentut di malam hari saat tidur.
  • Kalau Anda terpaksa harus makan sebelum tidur usahakan yang ringan saja. Jangan makan terlalu kenyang karena bisa membuat pencernaan mengalami gangguan dan kembung.
  • Mengonsumsi obat atau pil yang memiliki manfaat meredakan asam berlebihan di dalam lambung dan membuang gas. Lakukan konsultasi dengan dokter kalau Anda butuh obat jenis ini.

Demikian ulasan tentang kentut yang terjadi saat malam hari. Nah, menurut Anda apakah kentut yang terjadi saat tidur adalah hal yang sangat wajar? Semoga ulasan di atas bermanfaat ya. Dengan begitu kita bisa mencegah atau menurunkan frekuensinya sehingga tidur bisa lebih nyenyak dan tidak mengganggu orang lain.