Terbit: 7 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Tahukah Anda bahwa saat hamil bukan hanya ibu hamil yang mengalami stres namun juga bayi Anda? Janin dianggap stres jika ditemukan kondisi pertumbuhan yang tidak normal selama di dalam kandungan. Lalu apakah janin yang stres dapat lahir dengan normal?

Kenali Tanda Janin Stres di dalam Rahim

Penyebab janin mengalami stres

Ada beberapa penyebab janin mengalami stres, baik dari luar tubuh maupun dari dalam tubuh. Salah satu penyebab stres adalah pertumbuhan plasenta yang abnormal, pengaruh obat-obatan yang dikonsumsi ibu, kondisi diabetes, obesitas, dan kurangnya nutrisi janin saat hamil.

Tanda-tanda janin mengalami stres

Beberapa tanda janin mengalami stres yang perlu Anda waspadai antara lain:
1. Gerakan janin berkurang
2. Sering mengalami nyeri di perut atau punggung
3. Kram
4. Detak jantung janin menurun
5. Janin berada dalam posisi abnormal
6. Munculnya pendarahan
7. Tekanan darah tinggi

Cara mendeteksi janin mengalami stres

Semakin cepat Anda mengetahui ada masalah pada janin Anda akan semakin cepat Anda mendapat penanganan yang diperlukan untuk menyelamatkan ibu dan janin. Beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mendeteksi janin mengalami stres atau tidak antara lain:

1. Menghitung gerakan janin

Untuk menghitung gerakan janin, Anda bisa melakukannya dengan memilih waktu yang sama setiap hari di mana janin biasanya aktif. Ambil posisi dimana Anda bisa fokus pada janin, boleh duduk atau berdiri. Setelah itu catat gerakan yang dilakukan janin beserta waktunya. Jika janin bergerak kurang dari 10 kali dalam 2 jam, maka Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter.

2. Menggunakan amniocentesis
Amniocentesis adalah cara untuk memeriksa kondisi janin dengan menggunakan bantuan cairan ketuban. Setelah dilakukan pengambilan cairan ketuban maka akan diperiksa apakah bayinya memiliki kelainan genetik atau kelainan kromosom, kemungkinan cacat saraf, dan down syndrome.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

3. Melakukan tes non-stress pada janin
Non-stress test atau NST dapat dilakukan pada kehamilan berusia 28 minggu. Tes ini akan mengukur detak jantung janin, kontraksi rahim, serta gerakan janin.

Nah Bunda, selalu waspada dengan kondisi si kecil di perut ya!


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi