Alopecia Areata – Penyebab, Gejala, Diagnosis, & Pengoatan

alopecia-doktersehat

DokterSehat.Com – Alopecia adalah istilah medis untuk kerontokan rambut atau kebotakan. Ada beberapa jenis kerontokan rambut yang memiliki gejala dan penyebab yang berbeda, salah satunya adalah alopecia areata. Alopecia areata adalah penyakit yang menyebabkan kebotakan sebesar ukuran koin di beberapa titik pada rambut kepala. Kondisi biasanya muncul pada kulit kepala tetapi bisa terjadi di mana saja pada tubuh.

Penyakit alopecia areata ini dapat terjadi pada semua usia, tetapi sebagian besar terjadi pada remaja dan dewasa muda. Perkiraan jumlah orang yang terkena bervariasi antara 1 dari 1000 orang. Pada pria dan wanita sama-sama dapat terjadi pada kelompok usia muda, tetapi pada wanita sifatnya dapat permanen.

Dalam kebanyakan kasus alopecia areata, rambut akan tumbuh kembali dalam beberapa bulan. Kebanyakan penderita penyakit ini, rambutnya bisa tumbuh kembali dalam bentuk halus dan berwarna putih, secara perlahan akan menebal dan akan kembali pada warna normal.

Penyebab Alopecia Areata

Ada dua kemungkinan yang menjadi penyebab penyakit alopecia areata, yakni penyakit autoimun dan panyakit yang keturunan dari keluarga, berkut penjelasannya:

1. Penyakit autoimun

Alopecia areata adalah penyakit yang disebabkan oleh autoimun (penyakit yang dipengaruhi oleh sistem kekebalan tubuh). Pada penyakit autoimun, akan terjadi kesalahan persepsi sistem kekebalan tubuh dimana bagian tubuh akan dianggap sebagai benda asing, sehingga tubuh menyerang dirinya sendiri.

Pada penderita alopecia areata, banyak sel darah putih berkumpul di sekitar akar rambut yang terkena (folikel rambut), di situlah terjadi kesalahan dari autoimun. Hal ini menyebabkan peradangan ringan dan rambut menjadi lemah atau rentan rontok lalu jatuh dan menyebabkan kepala botak.

Tidak diketahui mengapa alopecia areata hanya terjadi pada daerah-daerah tertentu dari kulit kepala. Selain itu, tidak diketahui juga mengapa bagian folikel rambut yang terkena juga mengalami kerusakan. Namun folikel rambut yang mengalami kerusakan rambut mampu membuat rambut tumbuh normal lagi jika reaksi kekebalan kembali normal.

2. Keturunan dari keluarga

Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa penyakit ini dapat diturunkan. Sekitar 1 dari 4 orang penderita alopecia areata memiliki kerabat dekat yang juga terpengaruh. Jika seseorang mengalami alopecia areata, biasanya ia juga memiliki potensi yang lebih tinggi untuk mengalami penyakit autoimun lainnya seperti gangguan tiroid, anemia pernisiosa dan vitiligo

Gejala Alopecia Areata

Gejala umum pada alopecia areata adalah adanya bagian pada kulit kepala yang mengalami kekosangan rambut (botak). Bagian ini pada umumnya cenderung berbentuk bulat dan dengan ukuran sebesar koin. Adanya gejala ini biasanya terjadi dengan cukup cepat. Terlepas dari adanya bagian kepala botak tersebut, kulit kepala biasanya terlihat sehat dan tidak ada jaringan yang mengalami parut namun hanya adanya perasaan sedikit gatal pada bagian yang mengalami kebotakan.

Kerontokan rambut juga dapat terjadi pada bagian lain dari wajah, seperti alis, bulu mata, dan janggut, serta bagian lain dari tubuh. Beberapa orang kehilangan rambut di beberapa tempat. Sementara yang lain kehilangannya di banyak tempat.

Pertama-tama Anda mungkin memerhatikan gumpalan rambut di bantal atau di kamar mandi. Jika bintik-bintik itu ada di belakang kepala Anda, kondisi ini menganggu kepercayaan diri. Namun, penyakit alopecia areata juga dapat menyebabkan rambut rontok dengan pola yang sama. Rambut rontok saja tidak digunakan untuk mendiagnosis alopecia areata.

Dalam kasus yang jarang terjadi, beberapa orang mungkin mengalami kerontokan rambut yang lebih luas. Ini biasanya merupakan indikasi dari jenis alopecia lain, seperti:

  1. Alopecia totalis, adalah kerontokan semua rambut di kulit kepala
  2. Sementara alopecia universalis adalah kerontokan seluruh rambut di seluruh tubuh

Dokter mungkin menghindari penggunaan istilah “totalis” dan “universalis” karena beberapa orang mungkin mengalami sesuatu di antara keduanya. Mungkin saja kehilangan semua rambut di lengan, kaki, dan kulit kepala, tetapi tidak di dada, misalnya.

Kerontokan rambut yang terkait dengan alopecia areata tidak dapat diprediksi dan, sejauh yang diketahui oleh para dokter dan peneliti, tampak spontan. Rambut bisa tumbuh kembali kapan saja dan kemudian rontok lagi. Tingkat kerontokan dan pertumbuhan kembali rambut sangat bervariasi dari orang ke orang.

Diagnosis Alopecia Areata

Dokter biasanya dapat mendiagnosis alopecia areata cukup mudah dengan memeriksa gejala. Dokter mungkin melihat tingkat kerontokan rambut dan memeriksa rambut dari daerah yang terkena menggunakan mikroskop.

Jika, setelah pemeriksaan klinis awal, dokter tidak dapat membuat diagnosis, mereka dapat melakukan biopsi kulit. Jika mereka perlu menyingkirkan penyakit autoimun lainnya, mereka mungkin melakukan tes darah. Karena gejala alopecia areata sangat khas, membuat diagnosis biasanya cepat dan mudah.

Pengobatan Alopecia Areata

Saat ini belum ada obat alopecia areata, tetapi ada perawatan yang bisa Anda coba dan mungkin bisa memperlambat kerontokan rambut di masa depan atau membantu rambut tumbuh lebih cepat.

Kondisi ini sulit diprediksi, yang artinya mungkin memerlukan sejumlah besar trial and error sampai Anda menemukan sesuatu yang cocok untuk mengatasi penyakit alopecia areata. Bagi sebagian orang, kerontokan rambut mungkin masih memburuk meskipun telah dirawat.

1. Perawatan medis untuk alopecia areata

Ada beberapa obat alopecia areata oles bebas atau obat resep yang bisa digunakan untuk menumbuhkan kembali rambut yang rontok, berikut di antaranya:

1.1 Obat topikal

Mengoleskan obat ke kulit kepala untuk membantu merangsang pertumbuhan rambut. Sejumlah obat tersedia, baik obat bebas dan obat resep:

  • Minoxidil (Rogaine) tersedia sebagai obat bebas dan dapat dioleskan dua kali sehari ke kulit kepala, alis, dan jenggot. Ini relatif aman, tetapi bisa memakan waktu satu tahun untuk melihat hasilnya.
  • Anthralin (Dritho-Scalp) adalah obat yang mengiritasi kulit untuk memacu pertumbuhan kembali rambut.
  • Krim kortikosteroid seperti clobetasol (Impoyz), foam, lotion, dan salep dianggap bekerja untuk mengurangi peradangan pada folikel rambut.
  • Imunoterapi topikal adalah teknik di mana bahan kimia seperti diphencyprone dioleskan pada kulit untuk memicu ruam alergi. Ruam, yang menyerupai kayu ek beracun, dapat membantu pertumbuhan rambut baru dalam waktu enam bulan, tetapi Anda harus melakukan perawatan secara rutin.

1.2. Obat suntik

Suntikan steroid adalah pilihan biasa yang ringan, untuk membantu rambut tumbuh kembali pada titik-titik yang botak. Jarum kecil menyuntikkan steroid ke kulit yang rontok.

Perawatan harus rutin dilakukan setiap satu atau dua bulan sekali untuk menumbuhkan kembali rambut.

1.3. Perawatan oral

Tablet kortison terkadang digunakan untuk mengatasi penyakit alopecia yang luas, tetapi karena mungkin menimbulkan efek samping, pilihan ini harus dokonsultasikan dengan dokter.

Imunosupresan oral, seperti metotreksat dan siklosporin, adalah pilihan lain yang bisa Anda coba. Obat alopecia areata tersebut bekerja dengan memblokir respons sistem kekebalan tubuh, tetapi tidak dapat digunakan untuk jangka waktu yang lama karena risiko menimbulkan efek samping, seperti tekanan darah tinggi, kerusakan hati dan ginjal, dan peningkatan risiko infeksi serius dan jenis kanker yang disebut limfoma.

1.4. Terapi cahaya

Terapi cahaya atau fotokemoterapi, adalah jenis perawatan radiasi yang menggunakan kombinasi obat alopecia areata oral yang disebut psoralens dan sinar UV.

2. Terapi alternatif

Penderita alopecia areata dapat memilih terapi alternatif untuk mengatasi kerontokan rambut, di antaranya:

  • Akupunktur
  • Aromaterapi
  • Probiotik
  • Microneedling (penggunaan jarum-jarum halusyang ditusukkan pada kulit)
  • Terapi laser tingkat rendah
  • Vitamin (zinc dan biotin)
  • Mengonsumsi lidah buaya dan menggunakan gel topikal
  • Jus bawang digosokkan ke kulit kepala
  • Minyak esensial seperti rosemary, lavender, peppermint, dan tea tree
  • Minyak lainnya, seperti kelapa, zaitun, jarak, dan jojoba
  • Pijat kulit kepala
  • Suplemen herbal seperti teh hijau, ginseng, kembang sepatu Cina, dan saw palmetto

Namun, sebagian besar terapi alternatif ini belum teruji secara klinis, sehingga efektivitasnya untuk mengobati kerontokan rambut belum diketahui.