Terbit: 22 Mei 2013 | Diperbarui: 28 Februari 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.com – Jerawat di kemaluan merupakan sebuah permasalahan umum di kalangan remaja pria maupun wanita. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa 8 dari 10 remaja pria memiliki jerawat di kelamin dan akan hilang saat dewasa.

Penyebab Bintik dan Jerawat pada Kemaluan Pria

Penyebab Bintik di Kemaluan

Sedangkan kehadiran bintik di kelamin ini bisa hilang dengan sendirinya saat dewasa, namun beberapa pria juga memiliki bintik pada penis permanen sampai usia 40 tahun. Bintik-bintik pada penis yang normal sulit dibedakan dengan yang berbahaya.

Meski bintik di kemaluan tidak menyebabkan masalah yang serius, jerawat di kelamin ini dapat menimbulkan perasaan yang tidak nyaman.

1. Pearly penile papules

Bukan suatu penyakit, tetapi merupakan varian normal dari bentuk penis. Pada kondisi ini, ditemukan adanya bintik-bintik kecil berwarna putih atau merah muda yang berkumpul membentuk garis pada corona penis (kepala penis). Keadaan ini bukanlah suatu penyakit menular seksual, dan terapi biasanya tidak diperlukan kecuali dengan alasan kosmetik.

2. Bintik fordyce

Bintik fordye atau disebut fordyce spots adalah bintik-bintik kecil berwarna putih kekuningan yang biasanya terdapat pada tepi bibir, atau bagian dalam pipi. Sebenarnya Fordyce spots merupakan kondisi yang normal, tidak berbahaya, dan tidak menyebabkan rasa sakit.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Fordyce spots sebenarnya sudah ada jauh sebelum keberadaan bintik-bintik ini disadari, yakni sejak lahir. Biasanya ukuran Fordyce spots akan membesar pada masa remaja atau pubertas, sehingga lebih mudah dikenali. Bintik-bintik ini bisa muncul secara menyebar berjauhan di kulit, berkelompok di suatu area kulit, atau bisa juga timbul satu-satu.

3. Angiokeratoma

Bintik di kemaluan (lebih tepatnya di buah zakar) ini berbentuk kecil, merah, dan gatal, namun kondisi ini tidaklah berbahaya. Pada umumnya, bintik hitam berukuran kecil sekitar 1-8 milimeter. Jumlahnya pun bermacam-macam, ada yang hanya mengalami  satu bintik hitam, ada pula yang memiliki banyak bintik hitam pada kantung testis dalam satu waktu.

4. Kutil kelamin

Kutil kelamin dalam dunia medis dikenal dengan sebutan condyloma acuminata. Memiliki bentuknya kecil, berwarna abu-abu, seperti daging tumbuh, dan biasanya tumbuh berkelompok. Kutil kelamin bukanlah jerawat di kelamin. Gejalanya adalah gatal dan kadang berdarah akibat gesekan.

5. Molluscum contagiosum

Penyakit molluscum contagiosum merupakan infeksi pada kulit yang ditandai dengan tumbuhnya bintil seukuran biji kacang hijau pada permukaan kulit. Bintil ini biasanya terasa agak keras. Mereka yang paling rentan terkena molluscum adalah anak-anak dan remaja.

Pada umumnya, jerawat di kemaluan atau masalah kulit kelamin lainnya disebabkan oleh faktor kebersihan dan kelembapan organ intim. Oleh karena itu, untuk mengatasinya sebaiknya pastikan kelamin bersih setelah buang air dan ganti celana dalam saat keringat berlebih. Beberapa cara tersebut dapat membuat kulit tetap terjaga kebersihannya sehingga terhindari dari jerawat di kelamin.

4. Lymphocele

Pembengkakan keras pada batang penis setelah aktivitas seksual disebut dengan lymphocele. Sedangkan bintik putih pada kemaluan pria yang berukuran 1-2 mm merupakan kelenjar yang membengkak dan biasanya muncul di sekitar batas antara kepala dan batang kemaluan, kantong buah zakar, serta pangkal kemaluan. Sebenarnya bintik pada penis ini merupakan lymphocele yang membengkak akibat penyumbatan kanal limfatik.

Penyebab Jerawat di Kemaluan

Setelah Anda mengetahui bintik yang muncul, hal penting lain yang wajib diketahui para adalah munculnya jerawat di kelamin. Berikut ini beberapa penyebab lain timbulnya jerawat di kemaluan, antara lain:

1. Folikulitis

Jerawat di kemaluan juga bisa terjadi karena adanya infeksi bakteri pada follikel rambut. Seperti dijelaskan sebelumnya, mencukur rambut kemaluan merupakan salah satu penyebab utama dari folikulitis.

Pisau cukur yang kasar pada kulit sensitif dapat menyebab iritasi pada kulit dan folikel rambut sehingga menyebabkan peradangan. Rambut yang tumbuh terkadang tidak dapat keluar menembus permukaan kulit, melainkan berbalik dan tumbuh ke dalam (ingrown hair) sehingga menyebabkan iritasi.

Ingrown hair dan folikulitis sering ditemukan pada orang yang mempunyai kebiasaan bercukur/waxing pada ketiak, bulu kemaluan dan tungkai. Folikulitis dapat diobati dengan krim antibiotik dan steroid potensi lemah sampai sedang untuk daerah yang sangat meradang, sesuai dengan anjuran dokter.

2. Dermatitis kontak

Dermatitis kontak adalah peradangan berupa ruam gatal kemerahan pada kulit yang muncul akibat kontak langsung dengan zat tertentu atau merupakan reaksi alergi terhadap zat tertentu. Peradangan yang menimbulkan ruam ini tidak menular, namun bisa menyebabkan rasa tidak nyaman bagi penderita.

Gejala dermatitis kontak adalah kulit merah atau melepuh, kulit kering, dan gatal. Rasa gatal dan iritasi terjadi dalam jangka waktu 24-48 jam setelah paparan. Iritasi dapat berupa kemerahan, bentol bengkak, atau lenting.

3. Herpes simplex

Gejala yang muncul biasanya berupa lenting-lenting berisi cairan jernih yang bergerombol di daerah kemaluan. Lenting ini dapat pecah dan meninggalkan luka-luka kecil yang disertai dengan rasa perih, nyeri dan gatal.

Gejalanya dapat terlihat dari timbulnya beberapa lepuh berisi air yang berkelompok di atas ruam yang kemerahan, sering kali disertai dengan gatal, rasa terbakar dan nyeri. Saat lepuh pecah, hal itu akan meninggalkan luka kemerahan yang kemudian akan kering menjadi koreng dan akhirnya sembuh.

Nah, itulah penyebab jerawat di kemaluan dan bintik-bintik yang bisa muncul pada penis.

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Patricia Aulia


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi