Mengenali Benjolan di Payudara

benjolan-di-payudara-doktersehat

DokterSehat.Com – Adanya benjolan di payudara adalah salah satu ciri umum dari tumor payudara. Akan tetapi, tidak semua benjolan di payudara merupakan tanda tumor ganas (kanker). Namun ada sejumlah kondisi medis lain yang dapat mencetus suatu tumor berubah menjadi kanker.

Oleh karena itulah, guna mencegah suatu kanker payudara, sebaiknya perhatikan perubahan yang terjadi pada payudara anda. Semakin dini pengecekan, maka resiko kanker payudara dapat semakin diminimalisir.

Mengenali Benjolan di Payudara

Benjolan di payudara sangat beragam jenisnya dan penyebabnya. Berikut beberapa macam benjolan yang sering keluhkan di sekitaran payudara, di antaranya:

1. FAM (Fibroadenoma Mamae)

Merupakan jenis tumor jinak yang sering ditemui pada wanita usia produktif muda antara 20-30 tahun. Benjolan FAM ini apabila digerakan dapat berpindah-pindah tempat. Jika dilakukan penekanan pada benjolan akan terasa seperti massa padat, solid, serta bertekstur kenyal namun tidak nyeri. FAM ini dapat berbentuk bulat hingga oval, yang di mana ukurannya dapat membesar namun memerlukan waktu yang lama.

2. Kista payudara

Kista payudara merupakan suatu kantong yang berisi cairan, yang di mana biasanya bukan merupakan suatu benjolan ganas (kanker). Kista payudara ini darah dapat hanya satu atau multiple, dan dapat mengenai satu atau kedua payudara sekaligus.

Benjolan kista ini dapat berbentuk bulat atau oval dengan batas yang tegas, menyerupai bentukan anggur atau balon yang berisi air, dan terasa padat saat perabaan.

Kista payudara sendiri sebenarnya tidak terlalu memerlukan penanganan khusus kecuali untuk kista-kista yang besar, nyeri dan menimbulkan gangguan. Dokter biasanya akan melakukan drainase cairan dari kista, untuk membantu meredakan gejala.

Kista payudara sering terjadi pada wanita sebelum masa menopause, antara umur 30-50 tahun. Namun tidak menutup kemungkinan untuk wanita diusia lainnya. Pada wanita yang postmenopause yang mendapatkan terapi hormon, kista payudara juga sering terjadi.

3. Lipoma

Benjolan lemak yang tumbuh secara lambat di antara kulit dan lapisan otot disebut lipoma. Lipoma bisa bergerak atau bergeser jika ditekan dengan jari secara perlahan dan terasa lunak. Saat ditekan, biasanya lipoma tidak menyebabkan rasa sakit. Kondisi ini lebih sering dialami oleh mereka yang sudah lanjut usia. Selain di payudara, benjolan bisa berlokasi di bahu, kepala, leher, lengan atau punggung

baca juga: 3 Pose Yoga yang Ampuh Mengencangkan Payudara

4.Mastitis

Mastitis merupakan suatu peradangan jaringan payudara yang biasanya melibatkan suatu infeksi tertentu. Peradangan ini menyebabkan payudara terasa nyeri, bengkak, panas dan kemerahan. Kadang pasien juga akan mengeluh deman dan mengigil.

Mastitis biasanya sering terjadi pada wanita-wanita yang sedang menyusui, dalam istilah medis dikenal dengan sebutan lactation mastitis. Namun mastitis juga dapat juga terjadi pada wanita yang tidak sedang menyusui bahkan para pria.

Mastitis sendri disebabkan oleh:

  • Tersumbatnya duktus susu

Jika saat sedang menyusui duktus yang memproduksi ASI tidak terkosongkan dengan baik atau masi tersisa, maka salah satu dari duktus tersebut dapat mengalami sumbatan dan mengendap di dalam saluran ASI sehingga menimbulkan infeksi. Infeksi inilah yang nantinya dapat menyebabkan peradangan berupa bengkak, kemerahan, nyeri dan panas.

  • Bakteri

Bakteri penyebab mastitis adalah streptococci atau staphylococci yang menginfeksi jaringan payudara melalui luka di puting maupun saluran air susu. Bakteri ini biasanya berasal dari mulut bayi dan permukaan kulit payudara

5. Kanker payudara

Ciri-ciri kanker payudara yang paling khas adalah munculnya benjolan di payudara.. Sel kanker yang terbentuk di kelenjar yang menghasilkan susu atau di saluran yang membawa air susu dari kelenjar ke puting payudara. Selain itu,Kanker juga bisa terbentuk di jaringan lemak atau jaringan ikat di dalam payudara.

Benjolan ciri-ciri kanker payudara memiliki tekstur yang keras dengan batas yang tidak jelas dan permukaannya yang tidak rata. Selain itu, apabila  benjolan ciri-ciri kanker payudara dekat dengan puting susu, maka puting susu akan tertarik ke dalam dan sedikit susah untuk digerakan

6. Payudara fibrokistik

Perubahan payudara menjadi jaringan yang fibrokistik umumnya dianggap normal dan bisa terjadi pada sebagian besar wanita. Payudara fibrokistik sering terjadi pada wanita usia 20-50 tahunan, dan jarang sekali dilaporkan pada wanita pasca-menopause kecuali yang mendapatkan terapi hormonal.

Perubahan payudara menjadi jaringan fibrokistik kemungkinan di sebabkan oleh faktor perubahan hormonal terutama hormon estrogen. Payudara fibrokistik ini biasanya tidak memiliki gejala, namun pada beberapa wanita dapat juga bergejala seperti: kebas, tidak nyaman dan nyeri terutama di daerah payudara bagian atas.

Baca juga: 5 Kondisi yang Menyebabkan Puting Payudara dan Areola Sakit

7. Papiloma Intraductal

Papiloma intraduktal adalah tumor yang sifatnya jinak dan berasal tumor kecil di saluran susu di payudara. Tumor ini terbentuk dari kelenjar, jaringan fibrosa, dan pembuluh darah. Tumor ini paling sering terjadi pada wanita antara usia 35 sampai 55 tahun.

Papiloma intraduktal sendiri dapat berupa tumor tunggal (solitary intraductal papilloma). Jenis ini umumnya tumbuh di dekat puting dan tidak bersifat kanker. Sedangkan papiloma yang terdiri dari banyak tumor (multiple papilloma) lebih berisiko berkembang menjadi kanker.

8. Nekrosis lemak

Nekrosis lemak merupakan suatu tumor jinak (non cancerous), yang disebabkan karena rusaknya jaringan lemak di payudara. Kondisi ini bisa disebabkan secara spontan karena cedera atau terapi radiasi. Nekrosis lemak lebih tinggi resikonya terjadi pada wanita-wanita yang memiliki payudara yang besar dibandingan dengan wanita dengan ukuran payudara yang kecil.

Pada umumnya, nekrosis lemak pada payudara tidak memerlukan penanganan khusus. Namun jika pasien mengalami ketidaknyamanan bisa dilakukan penanganan dengan beberapa metode bedah payudara seperti mastektomi, biopsi payudara, rekontruksi payudara, lumpektomi, dan pengecilan payudara.

Nah, itulah beberapa penyebab benjolan di payudara yang bisa Anda kenali. Jika Anda mengidentifikasi benjolan, segera konsultasi dengan dokter. Biasanya, dokter akan bertanya mengenai kapan benjolan di payudara muncul, gejala-gejala yang menyertainya dan melakukan pemeriksaan fisik.

Agar mendapatkan hasil diagnosis yang akurat, dokter bisa melakukan duktografi, mammografi, ultrasonografi, dan lain-lain.

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Antonius Hapindra Kasim